Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Titik-titik Hitam Karya Nasjah Djamin

Naskah drama Titik-Titik Hitam mengisahkan hubungan terlarang diantara keluarga dalam satu rumah. Hubungan terlarang ini dilakukan oleh Hartati dan Trisno. Hubungan tersebut menjadi terlarang disebabkan Hartati adalah istri Adang dan Trisno adalah adik Adang. Hubungan terlarang ini terjadi karena ketidakpuasan Hartati terhadap Adang. Adang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sering meninggalkan Hartati sendiri di rumah. Walaupun Adang mencukupi Hartati dengan harta yang berlebih, tetapi hal tersebut tidak mencukupi kebutuhan batin dan rasa kesepian yang dirasakan Hartati.

Perzinahan yang dilakukan Hartati dan Trisno membuat Hartati merasa terpenuhi kebutuhan batinnya. Namun, hubungan terlarang tersebut telah membuat Trisno merasa hanya sebagai alat pemuas nafsu Hartati. Hal tersebut disebabkan Hartati yang tidak bisa meninggalkan Adang untuk Trisno. Di sisi lain, Rahayu yang merupakan adik Hartati juga memendam rasa terhadap Trisno. Keadaan tersebut membuat Trisno meninggalkan rumah dengan Rahayu. Kepergian Trisno dengan Rahayu telah membuat Hartati sekarat dan lebih memilih untuk mati karena Hartati tidak ingin hidup dengan rasa kesepian.

Pada saat Hartati sekarat, banyak kebenaran terungkap. DR.Gun memberitahukan kepada Ibu Hartati perihal kehamilan Hartati pada saat diperiksa. Berita kehamilan Hartati membuat Adang terkejut. Pasalnya, Adang menderita cacat fisik sehingga Adang dan Hartati tidak bisa melakukan hubungan seks. Kenyataan pahit tersebut hanya diketahui oleh Hartati dan hal tersebut yang membuat Hartati haus akan kebutuhan batin yang dilampiaskan kepada Trisno. Hal tersebut pula yang menyebabkan Hartati tidak bisa meninggalkan Adang karena Hartati masih mengasihani Adang.

Perselingkuhan Hartati dan Trisno akhirnya diketahui Adang bersamaan dengan berita kehamilan Hartati. Pertengkaran hebat antara Adang dan Trisno tidak terelakkan. Hingga pada akhirnya Hartati menghembuskan napas terakhir dan pertengkaran pun berganti menjadi suasana duka.

DAFTAR PUSTAKA

Djamin, Nasjah. 1962. Sekelumit Njanjian Sunda, “Titik-Titik Hitam”. Jakarta: Balai Pustaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 4, 2012 by in Laporan Bacaan.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,458 other followers

%d bloggers like this: