Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Apresiasi Film Kapten Amerika

Film Kapten Amerika ini bercerita tentang seorang yang mendambakan untuk memasuki angkatan darat. Dengan segala keterbatasan yang dimiliki seperti: pendek dan punya berbagai penyakit membuatnya gagal dalam tes memasuki angkatan darat. Keinginan yang begitu kuat untuk memasuki angkatan darat seperti teman karibnya, sang tokoh utama yang bernama Roger atau Steve ini rela melakukan tes angkatan darat di berbagai negara bagian dan memalsukan identitasnya. Tekad dan niat yang tulus untuk memasuki angkatan darat dari Roger atau Steve ini membuat dokter angkatan darat divisi penelitian meluluskan ia memasuki angkatan darat.

Pada saat pelatihan banyak sekali yang meremehkannya, tapi berkat kualitas diri sang tokoh utama membuat dugaan semula salah. Roger atau Steve ini akhirnya mendapatkan promosi untuk menjadi uji coba penelitian angkatan darat. Uji coba itu nampaknya berhasil dan membuat Roger atau steve ini menjadi tambah tinggi dan kuat. Namun, di luar dugaan pada saat uji coba ada penyusup dari tentara Nazi (musuh Amerika) yang menembak mati dokter angkatan darat Amerika. Dari sinilah dimulainya aksi sang tokoh utama yang menamai dirinya Kapten Amerika melawan tentara Nazi.

Dengan berbagai konflik yang terjadi sepanjang cerita menambah seru cerita film ini. Persahabatan, percintaan, dan semangat jiwa patriotik melebur menjadi satu. Film aksi ini begitu nyata. Kesan yang saya dapatkan adalah rasa kagum terhadap film ini dan menyesali tidak menonton di bioskop (hanya menonton dirumah karena padatnya kegiatan pada masa perkuliahan waktu film ini diputar di bioskop).

Walaupun banyak kesan menarik dalam film ini, tetap saja film ini memiliki kelemahan. Menurut saya, kelemahan dalam film ini adalah pada saat Roger atau Steve (lemah, tidak pandai berkelahi, dan pendek) berubah menjadi seorang yang kuat, pemberani, dan tinggi hanya dengan uji coba sebuah penelitian angkatan darat. Perubahan yang begitu drastis dan langsung disadari oleh tokoh utama inilah yang menjadi agak ganjil.

Jika kita membandingkan dengan tokoh Marvel yang lain seperti spiderman, kita bisa melihat perbedaan yang jelas. Perbedaannya adalah pada saat spiderman menyadari kekuatan dirinya, dia tidak langsung menguasai berbagai kekuatannya dan masih belajar cara menggunakannya, sedangkan di film kapten amerika, sang tokoh utama langsung menguasai kekuatannya tanpa belajar terlebih dahulu dan menunjukkan perbedaan yang cukup drastis dari yang sebelumnya. Namun, hal tersebut tidak begitu menjadi masalah yang besar karena keseluruhan cerita dan penyajian aksi yang sangat bagus.

Film ini juga menghadirkan pesan moral yang perlu diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jiwa persahabatan yang dimiliki Roger atau Steve dengan teman karibnya. Meskipun Roger atau Steve telah berubah menjadi manusia yang tangguh, hal itu tidak mengubah Kapten Amerika ini menjadi sombong dan melupakan teman yang tidak mendukungnya untuk masuk angkatan darat. Betapa pentingnya arti seorang teman juga ditunujukkan pada saat teman karibnya meninggal saat melakukan misi. Kesedihan mendalam yang dirasakan Roger atau Steve disaat temannya telah tiada.

Selain itu, kisah percintaan antara oger atau Steve dengan Agen Charter yang secara tidak langsung menghadirkan rasa percaya diantara keduanya. Rasa percaya itu dilanjutkan dengan rasa peduli dan kekompakan dalam mengahadapi misi. Hal tersebut membuat cerita ini semakin menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 4, 2012 by in Resensi Film.
%d bloggers like this: