Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Resensi Novel Dear John


Novel karya Nicholas Sparks ini merupakan novel terjemahan pertama yang saya baca. Novel yang bercerita tentang seorang tokoh bernama John yang hidup di pesisir pantai. Ia hidup berdua dengan ayahnya yang ternyata belakangan diketahui menderita penyakit asperger. Ayah John yang tidak pernah marah dan selalu menjalani rutinitas yang sama setiap harinya ini membuat tokoh John menjadi pemberontak dan bebas. Selepas SMA, John menghabiskan waktunya dengan kegiatan bersenang-senang dan menjadi tenaga rendahan pada sebuah usaha kerja.

Entah apa yang dirasakan John sampai akhirnya ia sadar dan mendaftarkan diri menjadi pasukan infanteri angkatan darat Amerika. Ia pun ditugaskan di Jerman menjalani misi perdamaian. Sejak bergabung menjadi angkatan darat,menjalani cuti kerja, dan kegemarannya berselancar inilah yang membawa John bertemu pada seorang gadis yang bernama Savannah. Lika-liku perjalanan cinta mereka pun dimulai. Namun, takdir berkata lain. Meskipun demikian, hal tersebut membuat John menyadari arti cinta sejati.

Kisah yang menyentuh dan terasa begitu nyata ini membuat hati mengharu biru bagaikan lelehan lilin di malam hari. Banyak sekali peristiwa menarik. Misalnya, kehidupan semu masa muda John. Kehidupan yang sepertinya dirasakan oleh sebagian remaja di Amerika ini, menyadarkan kita bahwa hal tersebut tidak baik dan butuh perubahan yang berasal dari kesadaran diri sendiri.

Lain halnya dengan hubungan John dan ayahnya. Hubungan ayah dan anak ini, entah mengapa membuat hati saya tersentuh sekali. Ketidakpahaman John mengenai ayahnya yang berlanjut menjadi sikap acuh yang ditampakkan John kepada ayahnya, hingga seorang gadis bernama Savannah menyadarkan John mengenai kondisi ayahnya, menyadarakan John betapa bersalahnya ia melakukan hal tersebut kepada ayahnya. Setelah itu, sikap John kepada ayahnya berubah menjadi lebih dekat walaupun tidak dalam arti yang sesungguhnya. Pada saat ayahnya sakit parah, dengan kasih sayang yang terasa begitu dalam, John merawat baik ayahnya disaat cuti kerja. Detail-detail saat ayahnya sakit sampai meninggal, membuat novel ini hidup membawa kesedihan bagi saya.

Kehadiran emosi juga nampak dalam novel ini. Emosi berupa rasa kesal terhadap Savannah membuat saya ingin mengakhiri membaca tulisan Nicholas Sparks ini. Cerita yang terlalu lama dengan menghadirkan inti yang sama membuat saya bosan pada saat membaca. Hal yang terlintas dalam benak saya adalah “Kapan berakhirnya cerita ini”. Mungkin, itu sudah menjelaskan perasaan saya saat membacanya. Walaupun demikian, penyajian di akhir cerita membuat pembaca tidak rugi membaca hingga akhir.

Daftar Pustaka
Ruziati, Barokah. 2000. Dear John. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama

One comment on “Resensi Novel Dear John

  1. azalea
    December 13, 2015

    aku baca english versionnya. aku rasa seharusnya novelnya happy ending dan q rasa alasan savannah meninggalkan john untuk menikah dengan tim sungguh tak masuk akal mengingat betapa dalam dan tulusnya john mencintainya.jika qt memperoleh pria sprti john meskipun hrus nunggu 1 abad pun kesetiaan itu akan tetap brtahan.lebih suka versi film yg mnyebutkan savannah mnkah dgn tim krn sakitnya n utk merwat alan bukan sprt di novel yg alasannya krn dia jtuh cinta kpd tim dan memilih utk brhenti menunggu john. n filmnya pun mengindikasikan happy ending tdk sprti novel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 7, 2012 by in Resensi Film.
%d bloggers like this: