Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Resensi Film Don’t Be Afraid Of The Dark


Film ini menceritakan pada zaman dahulu (sebelum ada lampu) ada sebuah rumah bekas pelukis terkenal bernama Blackwood. Di dalam cerita, anak Blackwood dan Blackwood menghilang misterius di ruang bawah tanah rumah tersebut. Namun, sebelum Blackwood menghilang, ia melukiskan sebuah peristiwa yang ia alami dan menjadi arsip di Perpustakaan lokal.

Pada masa sekarang, rumah Blackwood sedang direnovasi oleh sebuah keluarga arsitektur untuk dijual kembali. Sang suami dari keluarga tersebut sudah mempunyai anak dari istrinya terdahulu. Anak dari suami tersebut tidak suka dengan Ibu tirinya. Kejadian-keadian aneh pun bermunculan seiring berjalannya waktu. Misalnya, penemuan ruang bawah tanah oleh anak perempuan ini pada saat bermain di sebuah taman dekat rumah. Anehnya, penjaga rumah tidak memberitahukan adanya ruang bawah tanah tersebut. Kemudian adanya suara-suara di kamar anak perempuan tetapi anak perempuan tersebut tidak tahu wujud dari pemilik suara. Rasa takut membayangi anak perempuan itu. Sayangnya, ayahnya tidak menyadari ketakutan anak gadisnya.

Ibu tiri yang menyadari ketakutan dan keanehan anak gadis itu dalam rumah membuatnya mencari tahu kebenarannya. Ibu tiri ini pun mencari tahu ke Perpustakaan lokal berkat informasi dari penjaga rumah sebelumnya. Penjaga rumah ini akhirnya memberitahukan yang sebenarnya karena telah dilukai oleh makhluk kecil yang ada dirumah. Ibu tiri menemukan fakta yang sama dalam rumah dengan arsip dari lukisan Blackwood.

Singkat cerita, pada saat semua sudah menyadari ketidakamanan rumah tersebut, makhluk kecil itu beraksi untuk membawa gadis kecil itu ke ruang bawah tanah. Namun, Ibu tiri yang sempat pingsan segera menyelamatkan anak tirinya. Nasib malang menimpa Ibu tiri karena tidak bisa melepaskan diri dari cengkraman makhluk kecil dan masuk ke lubang ruang bawah tanah. Semenjak itu, anak perempuan itu menyesal telah membenci Ibu tirinya. Rumah yang sempat direnovasi tersebut akhirnya tidak jadi dijual dan dibiarkan kosong.

Sebenarnya saya masih bingung dengan cerita ini. Saya masih tidak tahu keterkaitan makhluk kecil itu dengan Blackwood, motif makhluk kecil itu memburu manusia, dan asal mula makhluk kecil itu. Saat awal menonton film ini, yang terlintas dalam benak saya adalah ceritanya pasaran. Layaknya film horor yang lain, ada rumah lama tidak berpenghuni yang menyimpan misteri. Kemudian ada keluarga baru menghuni rumah itu dan pada akhirnya keluarga itu terganggu oleh makhluk-makhluk lain. Cerita seperti itu membuat saya bosan karena hampir setiap film horor luar negeri seperti itu. Efek seram dalam film ini tidak ada. Film ini menonjolkan kesadisan yang membuat saya masih membayangkan kesadisan tersebut hingga film usai.

Yang menarik dalam film ini adalah efek “gereget” sangat nampak dan dirasakan sekali oleh saya selaku penonton. Akhir cerita yang tidak terduga ikut mengurangi kebosanan cerita dalam film ini. Dan tokoh anak perempuan itu sangat bagus memainkan perannya.

Dari sekian banyak film horor luar negeri yang pernah saya lihat. Film horor luar negeri lebih menonjolkan efek kesadisan dan ketegangan. Berbeda dengan film horor Indonesia yang lebih menonjolkan adegan-adegan tak terpuji. Kapan perfilmanan Indonesia bisa sejajar dengan perfilmanan luar negeri ??? Sampai kapan kita masih dijajah dalam hal perfilman ???

2 comments on “Resensi Film Don’t Be Afraid Of The Dark

  1. Kandelar Kristal
    January 15, 2015

    Resensi yang bagus! Good job! Walau kesimpulan ulasannya ‘membosankan’, saya tetap mau nonton, kok, hehe.

    • IKO
      January 16, 2015

      wah, terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 23, 2012 by in Resensi Film.
%d bloggers like this: