Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Greenpreneurship Challenge Competition

Dalam rangka tahun 2012 ditetapkan sebagai International Year of Development oleh Persatuan Bangsa-bangsa (PBB), Youth Desk-Indonesian National Commission for UNESCO menyelenggarakan Greenpreneurship Challenge pada 24-27 September 2012. Acara ini adalah sebuah kompetisi bisnis yang mengusung konsep perkembangan berkelanjutan (Eco-preneurship). Tema yang diangkat adalah “Switch Your Business into Green”. Tema tersebut diambil sebagai upaya advokasi kepada para wirausahawan muda agar secara bertahap dan berkelanjutan mulai menerapkan konsep tersebut pada bisnis yang tengah dijalankan.

Melalui proses penjurian proposal bisnis, terpilih sepuluh finalis yang akan bersiap memperebutkan uang tunai sebesar Rp.10.000.000,00. Pemberian modal tambahan ini akan diberikan kepada tiga finalis terbaik. Sepuluh finalis Greenpreneurship Challenge adalah Sarudi (Bisnis Enigami Paper), Ardiansyah Purnama (Bisnis Boneka Mushmus), Rizky Dwi (Bisnis Gula Kelapa Organik), Rendy Luthfir (Bisnis Probiotik Alami), Septian Suryo (Bisnis Sabun Mars), Fithor Muhammad (Bisnis Es Krim Berbahan Alami), Desty (Bisnis Chipitoz Amuraki), Hibatun Wafiroh (Bisnis Produk Olahan Pisang), Mahendra Ega (Bisnis Nasi Jamur), Fadilatul Laela Insan (Bisnis Green Souvenir).

Rangkaian acara Greenpreneurship Challenge dibuka dengan pelatihan Green Economy yang menghadirkan Nina Nuraniyah (CEO Greenna), Eva Beatrix, dan M.B Junerosano (Owner Greeneration Indonesia). Dalam pelatihan ini dibahas bagaimana menerapkan Green Economy yang benar dengan prinsip perkembangan berkelanjutan.

M.B Junerosano misalnya, menjelaskan bahwa hal yang paling penting dalam bisnis adalah nilai, bukan hanya produk yang dihasilkan. “Ada tiga tingkatan Green Business agar sesuai dengan prinsip perkembangan berkelanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi,” tuturnya.

Selain pelatihan dan wawancara penjurian, dalam rangkaian acara Greenpreneurship Challenge juga diadakan kunjungan ke Kampoeng Djamu, Sariayu Martha Tilaar. Pada kunjungan ini, para finalis diberikan penjelasan mengenai bahan alami yang digunakan untuk kecantikan maupun obat-obatan. Banyak program yang telah dilakukan Sariayu Martha Tilaar dalam rangka prinsip perkembangan berkelanjutan, seperti Beauty Education, Beauty Green, dan lain sebagainya. Selesai kunjungan, terpilih lima finalis terbaik yang akan berkesempatan memaparkan usaha bisnis ramah lingkungan yang dilakukan.

Acara Greenpreneurship Challenge ditutup dengan dengan seminar publik mengenai “Switch Your business into Green” di Aula Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Pembicara dalam seminar publik ini, yaitu Elang Gumilang (Entrepreneur Muda Sukses), Idham Mustopa (Pemenang Penghargaan Emil Salim bagi Generasi Muda 2011), Nadine Zamira Sjarief (Miss Indonesian Earth 2009), dan Nina Nuraniyah (CEO Grenna). Tidak hanya itu, presentasi usaha yang dilakukan lima finalis terbaik akan membuka acara seminar publik ini.

Di akhir acara, terpilih tiga finalis terbaik yang mendapatkan hadiah utama, yaitu Septian Suryo (Bisnis Sabun Mars), Desty (Bisnis Chipitoz Amuraki), dan Mahendra Ega (Bisnis Nasi Jamur). Keputusan ini dilakukan Ridwan Kamil (Founder Indonesia Gardening), Devy Suradji (WWF Marketing Director), dan Disa Naratania (Wakil Koordinator Youth Desk-Indonesian National Commission for UNESCO).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 4, 2012 by in Bebas.
%d bloggers like this: