Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Laporan Bacaan Abreviasi

Aspek sejarah perkembangan bahasa dibagi menjadi tiga, yaitu bidang prasejarah, sejarah bahasa, dan sejarah kajian bahasa. Dalam bidang prasejarah dan sejarah bahasa, bahasa diteliti secara langsung sebagai materi dan data penelitian. Sementara itu, bidang sejarah kajian bahasa berusaha meneliti perkembangan konsep bahasa atau aspek-aspek linguistik yang telah dipaparkan sebelumnya dalam karya para peneliti linguistik. Sejarah kajian bahasa begitu pesat berkembang dan bermanfaat untuk memahami sejauh mana bahasa telah mengalami perkembangan. Pembahasan yang akan dipaparkan dalam makalah ini ialah mengenai abreviasi yang dipahami melalui sejarah kajian bahasa.

Menurut Harimurti Kridalaksana dalam bukunya yang berjudul Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia, abreviasi adalah proses penanggalan satu atau beberapa bagian leksem atau kombinasi leksem sehingga jadilah bentuk baru yang berstatus kata. Istilah lain untuk abreviasi ialah pemendekan, sedangkan hasil prosesnya disebut kependekan. Di dalam buku tersebut, tepatnya pada bab 6 mengenai abreviasi, dijelaskan bahwa bentuk kependekan dalam bahasa Indonesia muncul karena terdesak oleh kebutuhan untuk berbahasa secara praktis dan cepat. Bentuk-bentuk pemendekan yang dipaparkan oleh Harimurti adalah sebagai berikut:

  1. Singkatan, yaitu salah satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf, seperti UI (Universitas Indonesia), maupun yang tidak dieja huruf demi huruf, seperti dst (dan seterusnya).
  2. Penggalan, yaitu proses pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian dari leksem, seperti Prof (Profesor).
  3. Akronim, yaitu proses pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik Indonesia, seperi ABRI yang dibaca /abri/ dan bukan /a/ /be/ /er/ /i/.
  4. Kontraksi, yaitu proses pemendekan yang meringkaskan leksem dasar atau gabungan leksem, seperti tak dari tidak dan sendratari dari seni drama dan tari.
  5. Lambang huruf, yaitu proses pemendekan yang menghasilkan satu huruf atau lebih yang menggambarkan konsep dasar kuantitas, satuan, atau unsur, seperti g (gram).

Dalam website Sentra-Edukasi.com disebutkan bahwa abreviasi merupakan salah satu pembentukan kata secara nonmorfologis. Pemaparan atau penjelasan di dalamnya serupa dengan pendapat Harimurti Kridalaksana dalam bukunya yang berjudul Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia, tepatnya pada bab 6 mengenai abreviasi.

Seorang mahasiswa FIB UI bernama Ronal Iskandar melalui skripsinya yang berjudul Pemendekan Kata (Abreviasi) dalam Iklan Baris Bagian “Properti” Surat Kabar Kompas selama Empat Dasawarsa berkesimpulan bahwa abreviasi terdiri atas penggalan, kontraksi, dan singkatan yang dapat dibedakan lagi atas gabungan huruf dan lambang huruf. Singkatan gabungan huruf dapat dibedakan lagi atas singkatan gabungan huruf yang dapat dieja huruf demi huruf dan singkatan huruf yang tidak dapat dieja huruf demi huruf. Selain penggalan, kontraksi, dan singkatan terdapat pula jenis pemendekan lain yang dapat diklasifikasikan berdasarkan kemungkinannya dilafalkan. Dengan demikian, ada klasifikasi abreviasi berdasarkan kemungkinan pelafalan, yaitu kelompok abreviasi akronim dan bukan akronim.

Selain itu Ronal melalui hasil penelitiannya juga menyimpulkan bahwa iklan baris bagian “properti” Kompas selama empat dasawarsa memiliki jenis dan pola pemendekan kata yang berkembang dari waktu ke waktu. Dalam iklan baris November 1965 dan 1971, hanya ada singkatna, penggalan, dan reduplikasi yang dipendekkan. Akan tetapi, dalam iklan baris November 1984, telah ada kontraksi, kombinasi antara kata dengan penyingkatan morfem awal, kombinasi antara penggalan dengan penyingkatan kata dalam jenis penyingkatan morfem awal, dan kombinasi antara singkatan gabungan huruf yang tidak dapat dieja huruf demi huruf (bukan akronim) dengan kombinasi antara kata dengan penyingkatan morfem awal.

Seorang mahasiswa lain, Nurina Romadhona, melalui skripsinya yang berjudul Abreviasi dalam Judul Acara Televisi menyimpulkan bahwa terdapat tiga struktur judul acara skripsi yang menggunakan kependekan, yaitu judul yang berupa gabungan huruf (AFI), judul yang ditulis dalam satu kata (Intan), dan judul yang berupa frasa (Ketupat Ramadhan). Selain itu, ada proses pembentukan kependekan yang tidak ada dalam klasifikasi kependekan yang diuraikan oleh Kridalaksana, yaitu:

  1. Pengekalan suku pertama dari komponen pertama dan suku kata terakhir dari komponen kedua. Contoh: Bolang (Bocah Petualang).
  2. Pengekalan huruf pertama dari komponen pertama dan kedua serta huruf terakhir dari komponen ketiga. Contoh: KDI (Kontes Dangdut TPI).
  3. Pengekalan suku pertama dari komponen pertama dan huruf pertama dari komponen selanjutnya. Contoh: KISS (Kisah Seputar Selebritis).

Menurutnya Nurina, proses pembentukan kependekan dapat juga terjadi melalui penyingkatan dan pelesapan. Proses penyingkatan terbentuk pada singkatan, akronim, dan kontraksi. Sementara itu, proses pelesapan terjadi karena adanya kata (sebagian besar berupa konjungsi dan nomina) yang dilesapkan. Kemudian ditemukan pula bentuk kependekan dalam judul acara televisi yang tidak dapat ditentukan pola proses pembentukannya, seperti Pildacil (Pemilihan Dai Cilik).

Berdasarkan perbandingan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan abreviasi dalam media cetak maupun elektronik begitu berkembang dan pengguna bahasa Indonesia semakin kreatif dalam menciptakan pola-pola abreviasi baru. Sementara itu, abreviasi yang digunakan sampai saat ini tetap tidak lepas dari konsep yang sebelumnya dibuat oleh Harimurti dalam bukunya yang berjudul Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia dan juga yang sebagaimana dipaparkan dalam website Sentra-Edukasi.com.

 

 

Daftar Pustaka

Kridalaksana, Harimurti. Masa Lampau Bahasa Indonesia, Sebuah Bunga Rampai. 1991. Yogyakarta: Kanisius.

Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

“Proses Morfologis dan Morfologis.” http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/proses-morfologis-dan-nonmorfologis.html#.UMcmN-SsiSp (10 Januari 2012)

Iskandar, Ronal. 2008. Pemendekan Kata (Abreviasi) dalam Iklan Baris Bagian “Properti” Surat Kabar Kompas selama Empat Dasawarsa. Skripsi. Universitas Indonesia.

Romadhona, Nurina. 2008. Abreviasi dalam Judul Acara Televisi. Sripsi. Universitas Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 29, 2013 by in Linguistik.
%d bloggers like this: