Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Laporan Bacaan Perubahan Fonetis

Hubungan antarbahasa kerabat maupun usaha menemukan bentuk protonya dapat dilihat dalam bidang fonologi. Pada waktu mengadakan rekonstruksi fonem proto, perubahan sebuah fonem proto ke dalam fonem bahasa kerabat sekarang ini berlangsung dalam beberapa macam tipe. Tipe tersebut diantaranya, pewarisan linear. Pewarisan linear adalah pewarisan sebuah ciri fonetis fonem protonya. Ada pula, pewarisan dengan perubahan. Pewarisan dengan perubahan terjadi bila suatu fonem proto mengalami perubahan dalam bahasa sekarang. Selanjutnya, pewarisan dengan penghilangan, yaitu suatu tipe perubahan fonem dan fonem proto menghilang dalam bahasa sekarang.

Tidak hanya itu, terdapat pula pewarisan dengan penambahan. Pewarisan dengan penambahan adalah suatu proses perubahan berupa munculnya suatu fonem baru dalam bahasa sekarang, sedangkan dalam bahasa proto tidak terdapat fonem semacam itu dalam sebuah segmen tertentu. Proses tersebut disebut vokalisasi, yaitu penambahan suatu vokal pada suku kata akhir yang tertutup. Ada pula proses lain yang biasa disebut nasalisasi homorgan, yaitu penambahan sengau homorgan sebelum sebuah konsonan. Tipe perubahan seperti ini dapat saja dimasukkan dalam tipe pembelahan (split) yang dikondisikan oleh lingkungannya.

Pembelahan atau split adalah suatu proses perubahan fonem proto membelah diri menjadi fonem baru, sedangkan sebagian yang lain dari ciri fonetisnya bergabung dengan sebuah fonem yang lain (sama dengan merger parsial). Merger atau perpaduan adalah suatu proses perubahan bunyi fonem yang berpadu menjadi satu fonem baru dalam bahasa sekarang. Berbeda dengan pembelahan, penanggalan spasial adalah suatu proses pewarisan fonem proto yang menghilang dalam bahasa kerabat, sedangkan sebagian lain dari cirri fonem proto bertahan dalam bahasa kerabat tersebut.

Perubahan bunyi dapat dibedakan dari tipe perubahan bunyi yang lebih meneropong perubahan bunyi secara individual. Hal tersebut disebabkan semata-mata mempersoalkan bunyi proto itu tanpa mengaitkannya dengan fonem lain dalam lingkungan yang dimasukinya. Sebaliknya, tipe perubahan bunyi didasarkan pada hubungan bunyi tertentu dengan fonem lain dalam lingkungan yang lebih luas. Perubahan bunyi tersebut, seperti asimilasi, disimilasi, metatesis, dan sebagainya.

Asimilasi merupakan suatu proses perubahan bunyi fonem yang berbeda dalam bahasa proto yang mengalami perubahan dalam bahasa sekarang dan menjadi fonem yang sama. Bila fonem yang mengalami perubahan itu terletak sebelum fonem yang mempengaruhinya, maka perubahan itu disebut asimilasi regresif. Namun, bila fonem berikutnya yang berubah dan disesuaikan dengan fonem sebelumnya disebut asimilasi progresif. Dalam aspek sifat penyamaan yang terjadi, maka terdapat asimilasi total. Asimilasi total terjadi bila kedua bunyi disamakan secara identik. Sebaliknya, bila hanya sebagian cirri artikulatoris atau fonetis yang disamakan, maka akan diperoleh asimilasi parsial.

Dalam aspek arah penyesuaian fonem, maka asimilasi dapat berupa palatisasi, labialisasi, dan faringealisasi. Palatalisasi adalah suatu proses perubahan yang terjadi atas konsonan yang berubah menjadi konsonan palatal karena pengaruh vokal depan atau sebuah fonem dental menjadi fonem palatal karena sebuah vokal belakang. Labialisasi merupakan suatu proses yang terjadi pada vokal karena terjadi dengan peranan penting dari bibir yang menentukan cirri fonem yang mengalami perubahan itu. Faringealisasi adalah proses asimilasi tata bahasa dalam konsonan maupun vokalnya.

Disimilasi adalah perubahan serangkaian fonem yang sama menjadi fonem berbeda karena terjadi rasa kelegaan. Oleh karena itu, urutan nasal dan likuida memperoleh pengaruh timbal-balik sedemikian rupa sehingga likuida dapat diganti dengan nasal atau sebaliknya. Urutan likuida yang sama didideferensiasikan dengan menggantikan dengan fonem lain. Selain itu, disimilasi cenderung menyederhanakan bentuk yang ada sehingga bunyi tidak sama dan mencakup penghilangan segmen dalam sebuah bentuk.

Metatesis adalah suatu proses perubahan bunyi yang berujud pertukaran tempat dua fonem yang menghasilkan bentuk ganda untuk suatu pengertian yang sama dan memperlihatkan gejala teratur yang dipengaruhi urutan fonotaktik dalam bahasa. Metatesis termasuk dalam perubahan bunyi berdasarkan tempatnya. Perubahan yang sejenis dengan metatesis adalah aferesis, sinkop, apokop, protesis, epentesis, dan paragog. Aferesis adalah suatu proses perubahan bunyi antara bahasa kerabat berupa penghilangan fonem pada awal kata. Berbeda dengan aferesis, sinkop mengalami penghilangan fonem di tengah kata. Begitu pula dengan apokop yang mengalami penghilangan fonem di akhir kata. Sebaliknya, protesis adalah proses perubahan berupa penambahan fonem pada awal kata. Epentesis mengalami penambahan fonem di tengah dan paragog mengalami penambahan fonem di akhir kata.

Selain perubahan berdasarkan tempat, terdapat pula perubahan-perubahan lain. Perubahan tersebut dapat berupa monoftongisasi, diftingisasi, anaptiksis, dan samprasarana. Monoftongisasi adalah proses merger terjadi atas dua vokal proto dan mengubah kedua vokal menjadi vokal tunggal. Sebaliknya, diftongisasi adalah fonem proto berupa vokal berubah sehingga menghasilkan dua vokal. Bentuk lain adalah anaptiksis, yaitu proses penambahan suatu bunyi untuk melancarkan ucapan. Peristiwa yang mirip dengan anaptiksis adalah samprasarana. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut perubahan fonem yang bersifat non-silabis, tetapi berubah menjadi silabis karena sonoritasnya tinggi.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Keraf, Gorys. 1991. “Bab VI: Implikasi Rekonstruksi”. Dalam Gorys Keraf (ed), Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 31, 2013 by in Linguistik.
%d bloggers like this: