Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Laporan Bacaan Perubahan Morfemis

Perubahan yang terjadi berdasarkan percontohan bentuk morfem yang lain, maka perubahan tersebut dimasukkan dalam perubahan morfemis. Proses morfemis yang sangat penting adalah analogi atau keteraturan. Analogi merupakan proses yang megubah morf atau kombinasi morf atau pola linguistik berdasarkan bentuk yang sudah ada atau menciptakan morfem baru berdasarkan morfem yang sudah ada. Perubahan lain yang disebabkan analogi, seperti kontaminasi dan hiperkorek. Kontaminasi adalah perubahan bentuk yang terjadi karena percampuran antara bentuk berlainan yang memiliki bidang semantik yang berbeda. Lain halnya hiperkorek, yaitu proses untuk memperbaiki bentuk yang sebenarnya sudah benar, tetapi diadakan perubahan sehingga salah. Disamping itu, terdapat pula perubahan morfemis lain karena salah analisa.

Ada dua sarjana yang mengemukakan dalil mengenai timbulnya analogi, yaitu Kurylowics dan Manczak. Misalnya, dalil Kurylowics. Ia mengemukakan kaidah berdasarkan prinsip Linguistik Umum dan hubungan antarbentuk. Hal tersebut untuk menjelaskan terjadinya analogi bahasa.

Hubungan antara bahasa proto dengan bahasa kerabat secara metodologis bermanfaat untuk tujuan lain, yaitu menetapkan usia unsur bahasa. Hal tersebut berdasarkan hasil observasi empiris yang menghasilkan kesimpulan. Kesimpulan tersebut adalah bahasa berubah secara teratur (sekurang-kurangnya menyangkut sistem fonologisnya), perubahan semacam itu terjadi dalam jangka waktu tertentu, dan dapat dirumuskan bagi tiap segmen dengan tidak memandang soal makna, frekuensi, maupun status gramatikal kata atau morfem. Hal yang dimaksud dengan usia adalah urutan relatif yang dianggap ada antara dua korepondensi yang berbeda zaman. Menentukan usia relatif dari unsure-unsur tertentu dalam bahasa dapat dilakukan berdasarkan korespodensi fonemis dan mempergunakan bahan dari Linguistik Diskriptif.

Hal tersebut terlihat bahwa observasi empiris diubah menjadi kaidah teoritis dan dipergunakan untuk menjadi unsur individual dengan kaidah yang sesuai. Jika kaidah bersifat umum, maka tidak boleh ada kekecualian. Namun, kalau ada kekecualian, maka hal itu dapat ditampung dalam kaidah lain.

Bahasa proto dapat dianggap sebagai bahasa induk yang khusus, sedangkan bentuk rekonstruksi dapat diperlakukan sebagai mewakili bahan dokumentasi dari zaman sejarah bahasa ke zaman pra-historisnya dengan memahami segi strukturalnya. Bentuk gramatikal yang berkoresponden dalam bahasa kerabat dalam banyak hal memperlihatkan kesamaan komposisi maupun distribusi morfem dan struktur morfologisnya. Khususnya, berdasarkan distribusi karakteristik dari alomorf tertentu yang bersifat esensil. Oleh sebab itu, bahasa induk akan dibatasi sebagai sebuah representasi abstrak dari tahap perkembangan anggota keluarga bahasa sehingga dapat diadakan perbandingan kesamaan yang terdapat dalam bahasa tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Keraf, Gorys. 1991. “Bab VI: Implikasi Rekonstruksi”. Dalam Gorys Keraf (ed), Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 4, 2013 by in Linguistik.
%d bloggers like this: