Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Penggunaan Bahasa Ibu di Dunia dan Indonesia

Bahasa adalah sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Dalam kehidupan bermasyarakat, bahasa merupakan aspek penting dalam berinteraksi dengan orang lain. Jika tidak ada bahasa, maka manusia akan susah menyampaikan maksud yang diinginkan kepada sesama manusia. Begitu pula dengan binatang. Binatang mempunyai bahasa tersendiri yang hanya dimengerti oleh binatang itu untuk berinteraksi dengan binatang sejenisnya. Selain itu, bahasa juga menunjukkan bangsa. Identitas seseorang bisa terlihat dari bahasa yang digunakan. Hal tersebut terlihat karena bahasa di setiap negara mempunyai perbedaan. Kalaupun terdapat kesamaan bahasa yang digunakan di lebih dari satu negara, maka bisa saja negara tersebut merupakan bekas negara jajahan atau masih menjadi wilayah persekutuan kerajaan. Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan penelitian mengenai penggunaan bahasa daerah atau bahasa ibu di dunia dan Indonesia. Sebelum melihat penggunaan bahasa Ibu di Indonesia, penulis akan memaparkan terlebih dahulu penggunaan bahasa Ibu di dunia.

Di dunia, tempat manusia menginjakkan kakinya, memiliki berbagai macam kekayaan. Banyak sekali kekayaan dunia yang dapat dilihat untuk dicermati lebih lanjut. Namun, dalam tulisan ini akan membahas mengenai kekayaan bahasa di dunia. Mengingat bahasa merupakan hal yang penting dalam berinteraksi dengan sesama manusia, maka diperlukan juga pengetahuan mengenai jumlah bahasa di dunia. Summer Institute of Linguistic (SIL) meneliti penggunaan bahasa di dunia. Penelitian ini dilakukan di kawasan Afrika, Asia, Amerika, Eropa, dan Pasifik. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa bahasa di dunia sebanyak 6.909 bahasa.

Penelitian yang dilakukan di wilayah Afrika terungkap bahwa terdapat 2.110 bahasa. Tidak jauh dari Afrika, penelitian di wilayah Asia menunjukkan bahwa Asia memiliki bahasa terbanyak di seluruh dunia. Bahasa yang terungkap sebanyak 2,322 bahasa. Menduduki posisi terbanyak ketiga di dunia adalah wilayah Pasific dengan bahasa berjumlah 1.250. Kemudian di wilayah Amerika terdapat 993 bahasa. Terakhir, wilayah yang mempunyai bahasa paling sedikit adalah wilayah Eropa. Di wilayah ini hanya terdapat 234 bahasa.

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari pulau yang besar, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan lain sebagainya hingga pulau yang kecil dan tak berpenduduk. Indonesia juga terdiri dari berbagai suku dengan bahasanya masing-masing. Bahkan, satu suku bisa mempunyai bahasa yang berbeda. Penelitian Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa di Indonesia telah dilakukan oleh Badan Bahasa. Pada tahun 2008 terungkap bahwa terdapat 442 bahasa yang teridentifikasi. Pada tahun 2011 terdapat penambahan 72 bahasa sehingga jika dijumlahkan dengan penelitian sebelumnya bahasa Ibu di Indonesia berjumlah 514 bahasa. Jumlah tersebut masih dapat bertambah karena masih ada beberapa daerah yang masih belum diteliti.

Sementara itu, Summer Institute of Linguistic (SIL) juga mengadakan penelitian yang sama mengenai penggunaan bahasa Ibu di Indonesia. Penelitian tersebut bersumber dari R. Blust (1983–1984), D. Tryon (1995), S. Wurm, dan S. Hattori (1981). Pada tahun 1993 terungkap bahwa Indonesia mempunyai bahasa Ibu sebanyak 726 bahasa. Penelitian ini dilakukan dengan 2000 sensus di setiap daerah. Penelitian dilakukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, Jawa, dan Bali. Penelitian di Sumatera dilakukan di  tujuh provinsi. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa di Sumatera terdapat bahasa Ibu sebanyak 33 bahasa.

Pada daerah Sulawesi dilakukan penelitian di enam provinsi. Penelitian tersebut terungkap bahwa terdapat bahasa Ibu sebanyak 144 bahasa. Lain lagi di Papua, diketahui terdapat bahasa Ibu sebanyak 276 bahasa. Kemudian di Nusa Tenggara mempunyai bahasa Ibu sebanyak 76 bahasa. Berbeda dengan Nusa Tenggara, Maluku mempunyai 132 bahasa Ibu. Sementara itu, di Kalimantan diketahui mempunyai bahasa Ibu sebanyak 74 bahasa. Terakhir, penelitian penggunaan bahasa Ibu di Jawa dan Bali diketahui sebanyak 21 bahasa.

Kekayaan bahasa di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai hal. Dalam hal geografis, wilayah Indonesia terdiri dari pulau-pulau. Di pulau-pulau tersebut keadaan tanah bermacam-macam sehingga antara satu kelompok dengan kelompok lain bisa tidak bertemu. Bahkan, banyak kelompok yang terisolir sehingga bahasa yang digunakan satu kelompok dengan kelompok lain walaupun di pulau yang sama berbeda. Hal ini dapat dilihat pula pada bahasa di dunia. Penelitian yang telah dilakukan Summer Institute of Linguistic (SIL) menunjukkan bahwa Asia mempunyai bahasa terbanyak di dunia. Hal ini terjadi karena banyak wilayah di Asia masih terisolir dan keadaan geografis yang tidak datar sehingga bahasa yang digunakan satu suku dengan suku lain berbeda. Kemungkinan lainnya yang menyebabkan bahasa di dunia banyak adalah proses pewarisan yang tidak sempurna kepada keturunannya. Hal ini dapat terlihat dari beberapa bahasa yang mempunyai kemiripan. Hal tersebut dapat diduga bahwa sebenarnya bahasa-bahasa tersebut mempunyai induk bahasa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kushartanti, dkk. 2007. Pesona Bahasa: Langkah Awal memahami Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Lewis, M. Paul (ed.), 2009. Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas, Tex.: SIL International

Sugono, Dendy et al. 2008. Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, Depdiknas.


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 21, 2013 by in Linguistik.
%d bloggers like this: