Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Keberagaman Rumpun Bahasa di Dunia

Kita telah mengetahui bahwa bahasa di dunia memiliki jumlah yang tidak sedikit. Salah satu penelitian bahasa di dunia telah dilakukan Summer Institute of Linguistic (SIL). Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa bahasa di dunia sebanyak 6.909 bahasa. Sementara itu, ada pula yang menyatakan bahwa bahasa di dunia sekitar 6.700 bahasa (Comrie 2001). Keberagaman bahasa di dunia tidak terlepas dari sifat bahasa yang berkembang. Perkembangan bahasa ini dapat terlihat pada bahasa yang memiliki kemiripan. Misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia. Dua bahasa tersebut memiliki kemiripan dalam kosakata yang digunakan. Hal tersebut disebabkan bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia memiliki induk bahasa yang sama, yaitu berasal dari rumpun Austronesia. Dari contoh tersebut, dapat diketahui bahwa  bahasa yang dipakai di dunia berasal dari beberapa induk bahasa yang berkembang. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan memaparkan penelitian mengenai rumpun bahasa di dunia.

Berdasarkan hasil penelitian Summer Institute of Linguistic (SIL) dapat diketahui bahwa rumpun bahasa di dunia sebanyak enam rumpun bahasa. Rumpun bahasa tersebut adalah Afro-Asiatic, Austronesia, Indo-Eropa, Niger-Congo, Sino-Tibetan, dan Trans-Papua Nugini. Rumpun Afro-Asiatic memiliki 353 bahasa.  Kemudian rumpun Austronesia memiliki 1.231 bahasa. Berbeda dengan rumpun Austronesia, rumpun Indo-Eropa hanya memiliki 426 bahasa. Rumpun yang memiliki bahasa terbanyak adalah rumpun Niger-Congo, yaitu 1.510 bahasa. Lalu rumpun Sino-Tibetan memiliki 445 bahasa. Terakhir, rumpun Trans-Papua Nugini memiliki 475 bahasa.

Sementara itu, Comrie berpendapat bahwa terdapat 17 rumpun bahasa di dunia. Rumpun bahasa tersebut adalah Indo-Eropa, Ural, Altai, Chukotko-Kamchatka, Kaukasika, Afro-Asiatic, Nilo-Sahara, Niger-Congo, Khoisa, Eskimo-Aleut, Na-Dene, Amerin, Dravidika, Sino-Tibet, Austrika, Papua, dan Aborijin Australia. Meskipun terdapat perbedaan dalam penggolongan rumpun bahasa di dunia, tetapi ada beberapa rumpun yang sama diantara kedua penggolongan tersebut.

Kekayaan bahasa di dunia berasal dari beberapa bahasa induk. Hal ini disebabkan adanya perkembangan bahasa dari bahasa induk ke bahasa yang ada sekarang. Tentu saja, hal tersebut mendukung sifat bahasa yang berkembang, terutama bahasa Indonesia. Rumpun bahasa yang paling banyak mengalami perkembangan adalah rumpun Niger-Congo, yaitu 1.510 bahasa, sedangkan rumpun yang paling sedikit mengalami perkembangan bahasa adalah Afro-Asiatic yang memiliki 353 bahasa. Meskipun rumpun Niger-Congo mengalami perkembangan bahasa terbanyak, tetapi Nigeria, salah satu negara dari rumpun bahasa Niger-Congo, hanya menduduki posisi ketiga bahasa terbanyak di dunia. Urutan posisi bahasa terbanyak diperoleh Papua Nugini yang memiliki 830 bahasa. Pada posisi kedua bahasa terbanyak diraih Indonesia yang memiliki 726 bahasa dan posisi ketiga diduduki oleh Nigeria.

 

DAFTAR PUSTAKA

Lewis, M. Paul (ed.), 2009. Ethnologue: Languages of the World, Sixteenth edition. Dallas, Tex.: SIL International

Ruth Montolalu, Lucy, dkk. Tipologi Bahasa dan Bahasa-bahasa di Dunia (dalam Kushartanti, dkk. 2007. Pesona Bahasa: Langkah Awal memahami Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 24, 2013 by in Linguistik.
%d bloggers like this: