Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Perbedaan Sastra Anak dan Sastra Dewasa

Sastra anak adalah sastra yang mengacu kepada dunia anak; kehidupannya, alur cerita-ceritanya, dan bahasa yang digunakan (Kurniawan, 2009: 22). Menurut Nurgiantoro (2005: 6), sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak, dan itu pada umumnya berangkat dari fakta yang konkret dan mudah diimajinasikan. Sarumpaet (2010: 2) berpendapat bahwa sastra anak adalah sastra yang dibaca anak dengan bimbingan dan pengarahan anggota dewasa suatu masyarakat, sedangkan penulisnya juga dilakukan oleh orang dewasa. Berdasarkan pendapat para ahli diatas, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa sastra anak adalah sastra yang berisikan dunia anak dengan menggunakan bahasa mapun isi yang sederhana sehingga mudah dipahami dan diimajinasikan anak.

Hal tersebut berbeda dengan sastra dewasa. Sastra dewasa adalah sastra yang berisikan kehidupan manusia yang rumit dengan menggunakan bahasa maupun isi yang kompleks. Biasanya, sastra dewasa menceritakan percintaan, kesenjangan sosial, ataupun masalah-masalah rumit lainnya. Misalnya, Bumi Manusia karya Pramudya Ananta Toer. Hal tersebut tidak cocok ditujukan kepada anak-anak karena pada dasarnya anak-anak masih memiliki pemikiran sederhana. Dalam hal ini terlihat bahwa sastra dewasa dan sastra anak mempunyai perbedaan sasaran pembaca. Sastra anak dibuat untuk menjadi bahan bacaan anak-anak, sedangkan sastra dewasa dibuat untuk menjadi bahan bacaan orang dewasa.

Tentu saja, hal ini juga akan memengaruhi bahasa yang digunakan. Sastra anak menggunakan bahasa yang sederhana, sedangkan sastra dewasa menggunakan bahasa yang kompleks. Selain itu, dari segi alur cerita juga mempunyai perbedaan. Alur cerita sastra anak lebih sederhana. Biasanya, alur cerita sastra anak memunculkan konflik yang kecil dan sederhana pula. Misalnya, cerita mengenai kancil mencuri mentimun. Hal ini juga disesuaikan dengan tingkat pola pemikiran anak yang masih sederhana sehingga anak mudah memahami inti dari cerita.

Menurut Rebbeca Lukens (dalam Nurgiantoro, 2005: 15-28), cerita anak terbagi menjadi enam jenis. Jenis cerita anak tersebut adalah jenis realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi, dan nonfiksi. Dalam jenis realisme terbagi lagi ke dalam cerita realisme, realisme binatang, realisme historis, dan realisme olahraga. Kemudian fiksi formula terbagi atas cerita misteri dan detektif, cerita romantik, dan novel serial. Ada pula fantasi yang dibedakan dari cerita fantasi, cerita fantasi tinggi, dan fiksi sains. Selain itu, ada jenis sastra tradisional yang terdiri dari fabel, mitos, dongeng rakyat (folklore), legenda, dan epos. Terakhir, jenis nonfiksi dapat berupa buku informasi dan biografi.

Semua jenis cerita anak yang telah disebutkan di atas adalah salah satu upaya mengenalkan berbagai hal kepada anak. Selain itu, dengan memberikan cerita anak, orang tua juga akan dengan mudah mengembangkan wawasan anak. Hal ini harus didukung penuh oleh orang tua karena anak usia dini menyerap berbagai hal dengan cepat. Oleh karena itu, sastra anak dengan sastra dewasa memiliki perbedaan dalam berbagai hal. Mulai dari bahasa yang digunakan, alur cerita, konflik yang diberikan, dan jenis cerita. Hal tersebut disesuaikan dengan sasaran pembaca sehingga tidak terjadi ketimpangan pemikiran.

 

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, Heru. 2009. Sastra Anak: Dalam Kajian Strukturalisme, Sosiologi, Semiotika, hingga Penulisan Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Nurgiantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sarumpaet, Riris K. 2010. Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 14, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: