Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Buku Bantal dan Buku Mainan Anak Usia Dini di Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) buku adalah lembar kertas yang berjilid dan berisi tulisan atau kosong. Dalam hal ini, buku untuk anak usia dini memiliki bermacam-macam jenis. Buku tersebut adalah buku mainan, buku bantal, buku konsep, buku tanpa kata, buku angka, dan lain sebagainya. Buku anak usia dini berbeda dengan buku pada umumnya. Perbedaan tersebut terlihat pada tampilan fisik buku. Umumnya, buku berbentuk persegi, tetapi buku anak usia dini bisa beragam bentuk. Mulai dari segitiga, lingkaran, dan lain sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan anak pada berbagai macam bentuk. Selain itu, perbedaan juga tampak pada pemilihan warna. Biasanya, buku anak usia dini menghadirkan warna yang cerah. Semua unsur yang terkandung dalam buku anak usia dini dapat sebagai sarana belajar anak. Mulai dari belajar mengenal bentuk, warna, huruf, angka, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, wawasan mengenai buku anak usia dini penting untuk diketahui. Pada tulisan ini, penulis akan membahas buku bantal dan buku mainan.

Buku bantal adalah buku yang menggunakan bahan lembut sehingga bisa ditekuk atau dibawa tidur. Karakteristik buku bantal adalah menggunakan bahan lembut, seperti kain, bulu-bulu, dan sebagainya. Bahan yang lembut tersebut dimaksudkan agar anak merasa nyaman dengan buku tersebut. Selain itu, bahan yang digunakan harus yang tidak membahayakan anak. Hal ini disebabkan kecenderungan anak untuk memukul, menekuk, dan lain sebagainya. Dalam toko buku Gramedia yang terletak di jalan Margonda Raya, penulis hanya menemukan sedikit buku bantal.

Salah satu buku bantal yang penulis temukan adalah buku Sayang Binatang: Panda. Buku ini termasuk dalam buku bantal karena buku ini terbuat dari busa. Bahan yang terbuat dari busa ini dapat memudahkan anak untuk menekuk maupun hanya sekadar memegangnya. Buku ini terdiri dari sepuluh halaman dengan menghadirkan gambar di setiap halamannya. Dalam buku ini tokoh binatang yang dihadirkan adalah panda. Buku ini bercerita tentang panda dan berbagai aktivitasnya. Selain itu, buku ini menggunakan warna cerah yang berbeda pada setiap halamannya. Jadi, anak tidak hanya sekadar belajar mengenal binatang dan aktivitasnya, tetapi mengenal wana dan huruf.

Buku mainan adalah buku sebagai sarana edukasi dengan melibatkan anak untuk aktif. Dalam buku mainan, komunikasi terjadi dua arah dan bersifat mainan. Banyak cara yang bisa dilakukan anak untuk aktif terlibat dalam mainan, tetapi tetap ada cerita yang hendak disampaikan dalam buku. Misalnya, buku yang berbentuk puzzle di setiap halamannya. Pada setiap kepingan puzzle tidak hanya sekadar gambar, tetapi ada juga tulisan berupa cerita. Kepingan tersebut harus disusun oleh anak terlebih dahulu. Setelah anak berhasil menyusun kepingan tersebut, maka anak baru dapat membaca isi cerita buku tersebut. Hal ini merupakan cara efektif untuk melatih kemampuan anak. Dalam toko buku Gramedia yang terletak di jalan Margonda Raya, penulis hanya menemukan sedikit buku mainan.

Buku mainan yang penulis temukan adalah buku Bermain Ci..Luu..Ba dan Musim Salju. Buku Bermain Ci..Luu..Ba adalah buku mainan yang mengajak anak untuk mencari tokoh yang ada pada cerita. Buku ini merupakan buku yang beberapa bagian pada thalamannya bisa dibuka dan ditutup. Buku ini bercerita tentang Kitty (kucing) yang sedang bermain petak umpet. Bagian yang bisa dibuka dan ditutup adalah tempat persembunyian. Misalnya, Dogi sedang bermain petak dengan Kitty di taman. Pada gambar pohon, tepatnya di bagian tengah pohon, terdapat bagian yang bisa dibuka. Saat bagian tersebut dibuka, maka anak akan menemukan gambar Kitty. Buku ini berbentuk segi lima dengan pilihan warna yang sesuai dengan kenyataan. Namun, tulisannya tidak terlalu terlihat jelas karena warna tulisan bertabrakan dengan warna gambarnya.

Buku Musim Salju merupakan buku mainan berbentuk kubus. Buku ini merupakan buku bermain karena di dalamnya terdapat kotak kubus yang bergambar tokoh kartun dalam serial Winnie The Pooh. Dalam buku ini anak diajak bermain dengan cara menyocokkan bagian atas tokoh kartun yang berbentuk kubus yang terbagi empat bagian dengan halaman di bawahnya. Buku ini bercerita tentang Pooh dan teman-temannya yang sedang bermain bersama di musim dingin. Anak akan membaca terlebih dahulu cerita yang terdapat pada bagian bawah buku. Setelah itu, anak akan melihat perut dari salah satu tokoh kartun dan berusaha menyocokkan gambar kepala dari tokoh kartun dari puzzle kubus tersebut. Setiap halaman menampilkan perut yang berbeda dari tokoh kartun sehingga anak turut aktif dan dapat sebagai sarana bermain.

Buku bantal dan buku mainan anak usia dini di Indonesia masih memiliki jumlah yang sedikit. Hal tersebut terlihat dari penelusuran penulis di salah satu toko buku terkemuka di Indonesia. Padahal, buku bantal dan buku mainan sangat dibutuhkan oleh anak. Tidak hanya untuk bermain, tetapi untuk melatih berbagai kemampuan pada anak. Misalnya, kemampuan mengenal huruf, warna, binatang, bentuk, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penulis berharap bahwa masyarakat Indonesia mulai mengembangkan buku bantal dan buku mainan untuk anak usia dini. Hal ini dapat membantu dalam proses pembelajaran anak dan ikut mencerdaskan anak bangsa.

 

DAFTAR PUSTAKA

Milne, A.A dan E.H. Shepard. 2012. Cube Book: Musim Salju. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sukamto, Efix. 2010. Bermain Ci..luu..ba. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sukamto, Efix. 2013. Sayang Binatang: Panda. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 21, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: