Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Ketiadaan Buku Konsep Anak Usia Dini yang Ideal pada Toko Buku Gunung Agung Cabang Depok

Ada ungkapan mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, maka pengetahuan akan bertambah bagaikan mengetahui isi dunia. Hal tersebut memang benar adanya karena segala sesuatu yang dipelajari oleh manusia terdapat dalam buku. Meskipun ada pula berbagai hal yang dipelajari di luar buku, tetapi buku tetap memegang peranan penting dalam mengetahui isi dunia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa memerlukan buku untuk menambah wawasan mengenai dunia. Tentu saja hal yang membedakan buku anak dan orang dewasa adalah tujuan dan sasaran dari buku tersebut. Biasanya, buku anak lebih kepada cerita-cerita yang mengenalkan cara bersikap dan pengetahuan dasar mengenai kehidupan, sedangkan buku orang dewasa lebih bervariatif tergantung kepada bidang dan minat pembaca tersebut. Dalam hal ini, anak usia dini juga memerlukan buku untuk membantu mengetahui isi dunia. Buku anak usia dini lebih menekankan pengenalan terhadap sesuatu hal. Misalnya, pengenalan bentuk, huruf, buah-buahan, dan lain sebagainya. Buku tersebut dinamakan buku konsep.

Buku konsep merupakan buku yang penting bagi anak usia dini. Hal tersebut disebabkan pengetahuan dasar anak akan terbentuk melalui buku konsep. Dengan adanya buku konsep, anak akan mengetahui beragam bentuk, buah, binatang, dan lain sebagainya tanpa melihatnya secara nyata. Memang, mengenalkan sesuatu hal secara nyata kepada anak akan lebih baik. Namun, hal ini akan menjadi kendala bagi setiap orang tua karena keterbatasan kemampuan tiap orang tua untuk menghadirkan beragam pengetahuan dasar kepada anak tersebut. Oleh karena itu, buku konsep membantu orang tua untuk mengenalkan anak beragam pengetahuan dasar tanpa menghadirkannya secara langsung. Dalam buku konsep, anak akan diperlihatkan gambar dari beragam jenis pengetahuan dasar tersebut. Hal ini akan memudahkan anak mengetahui perbedaan setiap jenis pengetahuan dasar tersebut.

Buku konsep sudah banyak ditemukan pada toko buku di Indonesia. Hal tersebut terbukti dari observasi yang dilakukan penulis pada salah satu toko buku terkemuka di Indonesia. Toko buku tersebut adalah toko buku Gunung Agung cabang Depok. Toko buku Gunung Agung juga tersebar di seluruh Indonesia. Dalam toko buku Gunung Agung tersebut, penulis menemukan berbagai buku konsep anak usia dini. Hal tersebut membuat penulis berkesimpulan bahwa buku konsep anak usia dini juga terdapat di toko buku Gunung Agung cabang yang lain. Buku konsep yang penulis temukan adalah buku konsep mengenal huruf, binatang, tanaman, buah-buahan, dan alat sekolah. Pada tulisan ini, penulis akan memaparkan ulasan mengenai buku konsep anak usia dini yang terdapat dalam toko buku Gunung Agung cabang Depok.

Penulis menemukan buku konsep buah-buahan yang berjudul Pintar Mewarna Buah-buahan. Buku ini mengenalkan anak mengenai berbagai jenis buah. Jumlah buah yang terdapat dalam buku ini adalah dua puluh. Dalam buku ini, anak tidak hanya diperkenalkan macam-macam buah, tetapi anak juga diminta untuk mewarnai gambar buah tersebut. Pada halaman depan buku terdapat contoh warna buah-buahan yang ada dalam halaman berikutnya. Contoh gambar buah-buahan berwarna cerah dan sesuai dengan warna asli buah tersebut. Gambar buah untuk diwarnai berukuran besar. Pada seri buku ini terdapat juga seri bunga, binatang, dan sayur-sayuran.

Selain itu, ada pula buku konsep huruf yang berjudul Brain Book for baby: Huruf A-Z. Buku ini mengenalkan huruf alfabet kepada anak. Jumlah halaman buku ini sesuai dengan jumlah alfabet, yaitu 24. Buku ini menggunakan warna yang cerah dan berbeda di setiap halamannya. Buku ini tidak hanya mengajarkan anak mengenai huruf, tetapi ada gambar buah atau benda di sekitar yang terdapat di setiap halaman sesuai dengan abjad awalnya. Buku ini mengajarkan dua bahasa kepada anak, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Buku ini tidak hanya menampilkan seri mengenal huruf, tetapi ada juga seri mengenal bentuk.

Berlainan dari buku sebelumnya, buku ini berjudul Mengenal Tanaman. Sesuai dengan judul buku, buku ini mengenalkan bagian-bagian tanaman kepada anak. Jumlah halaman buku ini adalah sepuluh. Buku ini mengunakan warna yang cerah dengan tampilan belakang yang serupa dari depan hingga belakang halaman. Dalam buku ini, anak tidak hanya ditampilkan gambar bagian tanaman tersebut, tetapi ada beberapa bagian dalam bentuk foto asli. Buku ini mengunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Buku ini memiliki seri yang lain, seperti mengenal sayuran, buah-buahan, dan hewan buas.

Kemudian ada buku konsep sekolah yang berjudul Look and Say: Sekolah. Buku ini mengenalkan anak benda yang terdapat di sekolah. Benda di sekolah yang terdapat di buku ini adalah papan tulis, penggaris, kursi, kapur, meja, penghapus, dan ransel. Jumlah halaman pada buku ini sebanyak sepuluh halaman. Buku ini memiliki ukuran yang tidak besar, tetapi gambar yang ditampilkan jelas dan besar. Buku ini menggunakan warna yang cerah dan berbeda di setiap halamannya. Buku ini menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Terakhir, terdapat buku konsep binatang yang berjudul Sticker Colouring: 50 Gambar Binatang. Buku ini mengenalkan anak berbagai jenis binatang. Jumlah binatang yang terdapat dalam buku ini sebanyak 50 binatang. Buku ini merupakan buku konsep yang berbeda karena terdapat inovasi berupa sticker. Anak tidak hanya dikenalkan berbagai jenis binatang, tetapi anak juga diminta untuk menempelkan sticker bergambar binatang di setiap halamannya. Tidak hanya itu, anak juga diminta untuk mewarnai gambar binatang tersebut. Tempat menempel sticker terdapat di bagian sudut kanan atas di setiap halamannya.

Berdasarkan pengamatan dari observasi langsung yang dilakukan, penulis melihat bahwa buku konsep anak usia dini memiliki berbagai variasi dalam mengenalkan berbagai pengetahuan dasar anak. Salah satu variasi tersebut adalah mengenal sambil mewarnai. Hal tersebut akan menambah rangsangan dan memperkuat memori anak akan hal yang diperkenalkannya tersebut. Kemudian sebagian besar buku konsep yang terdapat di toko buku Gunung Agung cabang Depok menghadirkan warna yang cerah dan berbeda di setiap halamannya. Hanya ada beberapa yang tidak menghadirkan warna yang berbeda di setiap halamannya. Warna yang cerah dapat merangsang perkembangan otak anak. Buku konsep juga akan menjadi menarik dengan warna yang berbeda di setiap halamannya. Dengan begitu, anak akan tertarik dengan buku konsep.

Sebagian besar buku konsep yang terdapat di toko buku Gunung Agung cabang Depok memiliki fungsi ganda. Buku konsep tidak hanya mengenalkan anak berbagai pengetahuan dasar, tetapi memperkenalkan tulisan pula. Bahkan, sebagian besar buku konsep anak usia dini juga memperkenalkan bahasa asing. Pada contoh buku konsep anak usia dini yang penulis temukan, hanya dua buku yang tidak mengenalkan bahasa asing. Buku tersebut adalah buku Sticker Colouring: 50 Gambar Binatang dan Pintar Mewarna Buah-buahan. Bahasa asing yang banyak ditemukan dalam buku konsep adalah bahasa Inggris dan Mandarin. Di zaman yang modern, anak memiliki banyak tuntutan. Salah satu dari sederet tuntutan tersebut adalah mempelajari bahasa asing. Hal tersebut yang mendorong penerbit untuk memasukan bahasa asing pada buku konsep anak usia dini. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih cepat menyerap segala sesuatunya. Hal tersebut disebabkan anak usia dini berada pada tahap dapat dengan mudah menyerap segala sesuatunya dibandingkan dengan usia yang lebih tua.

Namun, buku konsep yang menggunakan bahasa asing memiliki banyak kelemahan. Hal tersebut menjadi keprihatinan tersendiri bagi penulis. Anak akan merasa bingung karena harus mempelajari berbagai hal disaat yang bersamaan. Anak juga akan mudah lelah karena harus berkonsentrasi lebih untuk bisa menyerap berbagai hal tersebut secara bersamaan. Kondisi tersebut tidak baik bagi perkembangan otak anak. Dalam menyerap segala sesuatunya, anak memerlukan waktu yang memadai agar anak dapat mencerna segala sesuatunya dengan baik dan sempurna. Kesalahan dalam penggunaan bahasa sudah terlihat pada judul buku konsep anak usia dini. Pada buku konsep anak usia dini yang penulis temukan, hanya ada satu buku yang menggunakan judul buku berbahasa Indonesia, selebihnya menggunakan bahasa Inggris. Dalam hal ini, anak sudah dikenalkan terlebih dahulu bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia.  Hal tersebut adalah cara penerbit untuk menaikan kualitas buku konsep tersebut. Masyarakat sekarang beranggapan bahwa sesuatu hal yang berbau modern atau barat lebih mempunyai nilai lebih. Anggapan yang salah tersebut membuat maraknya buku konsep yang menggunakan dua bahasa.

Seharusnya, anak belum diperkenalkan bahasa asing. Hal ini dapat berisiko bahwa anak akan lebih mengenal bahasa asing daripada bahasa bangsanya sendiri. Bahasa Indonesia harus diajarkan terlebih dahulu. Jika anak sudah menguasai bahasa Indonesia dengan baik, maka baru anak diperkenalkan bahasa asing. Pada tahap anak usia dini, orang tua harus membentuk pondasi yang kuat mengenai bahasa Indonesia agar tidak hilang identitas anak tersebut sebagai orang Indonesia. Pengetahuan yang memadai mengenai buku konsep yang baik dan benar harus pula dimiliki oleh orang tua. Hal ini dimaksudkan agar orang tua tidak salah mengajarkan anak sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangannya. Hal ini juga harus menjadi perhatian penerbit dalam menyetak buku konsep anak usia dini. Hal yang perlu diubah adalah setidaknya membuat judul buku konsep anak usia dini dengan menggunakan bahasa Indonesia dan menciptakan budaya gemar berbahasa Indonesia.

Kasus tersebut tidak sesuai dengan tujuan dan sasaran dari buku konsep anak usia dini. Tujuan buku konsep anak usia dini adalah mengenalkan anak berbagai pengetahuan dasar, seperti mengenal bentuk, huruf, buah-buahan, dan lain sebagainya. Sasaran buku anak usia dini adalah anak yang berusia sekitar enam bulan sampai dua tahun. Melihat sasaran buku konsep anak usia dini tersebut, penulis beranggapan bahwa buku konsep anak usia dini yang terdapat di toko buku Gunung Agung cabang Depok tidak sesuai dengan buku konsep anak usia dini yang seharusnya. Hal ini mengacu kepada tidak idealnya buku konsep anak usia dini di toko buku tersebut. Penulis berpendapat bahwa buku konsep anak usia dini yang terdapat di toko buku Gunung Agung cabang Depok diperuntukkan untuk anak berusia lebih dari dua tahun. Hal tersebut disebabkan banyaknya hal yang bisa dipelajari dari satu buku konsep anak usia dini tersebut. Terlebih lagi, sebagian besar buku konsep anak usia dini tersebut tidak mempunyai keterangan yang jelas mengenai sasaran buku tersebut. Dilihat dari ukuran buku, sebagian besar buku anak usia dini memiliki ukuran yang kecil.

Ideal berarti sesuai dengan yang semestinya. Buku konsep anak usia dini yang ideal adalah kumpulan gambar yang menampilkan berbagai gambar bentuk, buah-buahan, dan lain sebagainya tanpa ada tulisan yang menyertainya. Jadi, anak fokus terhadap pengenalan bentuk, buah-buahan, dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak terdapat dalam buku konsep anak usia dini di toko buku Gunung Agung cabang Depok. Kebanyakan buku konsep anak usia dini tidak hanya mengenalkan bentuk, buah-buahan, dan lain sebagainya, tetapi mengenalkan bahasa asing pula. Ukuran buku konsep anak usia dini juga seharusnya berukuran besar. Hal tersebut akan memudahkan anak mengenal pengetahuan dasar tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

Danar. 2010. Pintar Mewarna Buah-buahan. Jogjakarta: Penerbit Andi

Fabian. 2012. Brain Book for baby: Huruf A-Z. Jakarta: Wahyu Media.

______. 2011. Look and Say: Sekolah. Jakarta: PT.Bhuana Ilmu Populer.

______.2012. Sticker Colouring: 50 Gambar Binatang. Jakarta: Penerbit Dinarmedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 2, 2013 by in Makalah.
%d bloggers like this: