Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Buku Cerita Bergambar Anak Usia Dini

Buku cerita bergambar adalah buku yang berisi cerita yang dilengkapi gambar ilustrasi cerita tersebut. Biasanya, cerita yang terkandung dalam buku cerita bergambar adalah cerita yang mengajarkan anak akan suatu hal. Misalnya, harus patuh kepada orang tua, gosok gigi sebelum tidur, dan lain sebagainya. Dengan adanya hal tersebut, buku cerita bergambar juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif kepada anak. Gambar pada buku cerita bergambar ini bertujuan untuk memberikan imajinasi atau gambaran visual kepada anak. Hal tersebut dimaksudkan anak akan lebih cepat menyerap dan memahami cerita yang terkandung dalam buku. Hal ini disebabkan anak usia dini masih dalam tahap berimajinasi, berfantasi, dan bermain. Gambaran ilustrasi tersebut mengarahkan anak membuat imajinasi yang sesuai gambar. Dalam hal ini, buku cerita bergambar mempunyai banyak manfaat kepada anak usia dini. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis akan membahas mengenai buku cerita bergambar anak usia dini. Penulis akan mengambil dua contoh buku cerita bergambar untuk dilihat lebih mendalam.

Buku cerita bergambar yang pertama adalah buku yang berjudul I’m Not Going Out There. Buku ini adalah buku cerita bergambar edisi luar Indonesia. Buku ini menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Buku cerita bergambar seperti ini banyak sekali ditemukan di toko buku. Ilustrasi gambar pada buku cerita bergambar memiliki warna yang agak gelap. Meskipun demikian, gambar yang ditampilkan cukup sederhana. Komposisi gambar dan kata-kata tidak sama besar. Gambar lebih mendominasi daripada kata-kata. Buku ini memiliki ukuran yang besar. Halaman pada buku ini adalah sepuluh halaman. Cerita dalam buku ini adalah mengisahkan seorang anak laki-laki yang tidak mau keluar kamar di waktu malam hari. Anak laki-laki tersebut takut akan melihat hantu dengan adanya suara-suara yang aneh yang ia dengar. Buku ini mengajarkan anak untuk berani dan mencari tahu kebenaran yang ada.

Buku berikutnya adalah buku yang berjudul Indahnya Ramadhan dan Idul Fitri. Buku ini berisi pengetahuan mengenai bulan Ramadhan kepada anak usia dini. Dalam buku ini, cerita yang terkandung memberikan wawasan kepada anak kegiatan yang dilakukan selama bulan Ramadhan. Misalnya, membaca Al-Quran, salat tarawih, sahur, dan lain sebagainya. Cerita dalam buku ini bermula dari datangnya bulan puasa hingga Idul Fitri tiba. Buku ini memiliki 33 halaman. Dalam buku ini, terdapat satu halaman yang menjelaskan arti kata dalam Islam, seperti sahur. Sahur memiliki arti makan di waktu fajar sebelum subuh bagi orang yang menjalankan ibadah puasa. Halaman tersebut terletak pada halaman belakang buku. Selain itu, ada pula satu halaman kosong yang disediakan untuk menulis catatan. Buku ini memjai ajang perkenalan sebelum anak tersebut melakukan ibadah puasa yang sesungguhnya.

Berdasarkan dua buku cerita bergambar tersebut terdapat beberapa keunggulan dan kelemahan yang terlihat. Keunggulan dalam dua buku cerita bergambar di atas adalah ukuran buku yang besar sehingga anak menjadi lebih mudah melihat dan mengenali objek yang akan dituju. Kemudian komposisi gambar dan tulisan lebih mendominasi gambar. Hal tersebut sesuai karena tulisan yang ada tidak boleh banyak dan harus bertahap dalam mengajarkan anak. Buku cerita bergambar adalah salah satu tahap mengajarkan anak buku cerita dengan tulisan yang tidak banyak. Keunggulan lainnya adalah dengan memberikan buku cerita bergambar, anak akan lebih mudah berimajinasi. Hal tersebut bagus untuk perkembangan otak anak.

Namun, banyaknya keunggulan dua buku cerita bergambar di atas tidak sebanyak kelemahan yang terlihat. Maraknya buku cerita bergambar edisi luar Indonesia dibandingkan edisi Indonesia di toko buku. Hal ini sangat disayangkan karena anak akan lebih mengenal budaya luar Indonesia daripada budaya Indonesia. Dalam buku cerita bergambar, disisipkan pula budaya yang biasa dilakukan oleh orang luar Indonesia. Hal tersebut tidak sepatutnya diajarkan walaupun amanat yang terkandung mempunyai nilai yang bagus untuk diketahui anak. Hal ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah untuk memperbanyak buku cerita bergambar edisi Indonesia dan meminimalisasi penyebaran buku cerita bergambar edisi luar Indonesia.

Sementara itu, dengan adanya buku cerita bergambar edisi luar Indonesia, maka bahasa yang digunakan menggunakan dua bahasa. Bahasa tersebut adalah bahasa Indonesia dan Inggris. Bahasa Inggris belum seharusnya diajarkan kepada anak. Hal tersebut tidak mungkin dipungkiri karena bahasa Inggris dan Indonesia terdapat dalam buku. Anak pasti juga akan melihat tulisan berbahasa Inggris. Anak akan merasa bingung dengan adanya dua bahasa. Seharusnya, anak diajarkan terlebih dahulu bahasa Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar anak tidak lebih kenal bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Orang tua harus memberikan pengetahuan yang lebih mengenai bahasa Indonesia agar penguasaan bahasa Indonesia anak terbentuk dengan baik. Orang tua juga seharusnya tidak membelikan anak buku cerita bergambar, seperti pada buku cerita bergambar yang berjudul I’m Not Going Out There. Dengan membelikan anak buku cerita bergambar tersebut, orang tua sama saja menjerumuskan anak kepada kebingungan.

Pada buku cerita bergambar yang berjudul Indahnya Ramadhan dan Idul Fitri, pembawaan cerita terlalu bersifat kaku dan tidak mengalir. Hal tersebut terlihat dari nasihat yang selalu diberikan kepada anak untuk menjelaskan kegiatan bulan Ramadhan. Hal tersebut didasarkan bahwa anak memiliki rasa takut kepada orang tua. Dengan memberikan gambaran bahwa orang tua selalu memberkan nasihat, anak akan merasa bahwa orang tua akan selalu memberikan nasihat. Hal tersebut akan menimbulkan pandangan yang kurang baik bagi orang tua. Anak akan menjadi semakin takut karena orang tua akan menasihatinya. Hal ini akan menimbulkan jarak antara orang tua dengan anak.

Sebaiknya, pengetahuan atau amanat yang akan diberikan kepada anak tersebut disimpulkan sendiri oleh anak tersebut dalam cerita. Penyampaiannya juga dilakukan secara tersirat sehingga cerita tidak kaku. Jika pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak disimpulkan sendiri oleh anak dalam cerita, maka anak akan lebih mudah menyerap pengetahuan atau amanat yang terkandung dalam cerita. Hal tersebut disebabkan anak memiliki kesamaan dengan tokoh sehingga anak akan memiliki hubungan kedekatan dengan tokoh dalam cerita. Selain itu, jika tokoh anak dalam cerita yang menyimpulkan pengetahuan tersebut akan mengajarkan anak berpikir kritis pula. Hal tersebut dapat melatih kemampuan otak anak.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bright, Paul dan Ben Cort. 2008. I’m Not Going Out There. London: Little Tiger Press. (diterjemahkan oleh Penerbit Erlangga for Kids)

_______. 2010. Indahnya Ramadhan dan Idul Fitri. Jakarta: Penerbit Erlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 4, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: