Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Buku ABC dan Berhitung Anak Usia Dini

Anak usia dini adalah perkembangan manusia pada tahap untuk mengenal dan menyerap segala sesuatu yang ada. Anak usia dini mulai diperkenalkan dahulu pengetahuan dasar yang berada di sekitarnya. Mulai dari mengenal bentuk, angka, dan lain sebagainya. Anak usia dini memiliki kemampuan untuk dapat menyerap dengan cepat semua hal yang diajarkan. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik karena akan berdampak pada perkembangan otak anak saat tumbuh dewasa. Hal tersebut harus didukung oleh pengetahuan orang tua yang cukup untuk membimbing dan mengarahkan anak. Setelah anak mengetahui pengetahuan dasar, anak mulai diarahkan untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Tingkatan yang lebih tinggi tersebut adalah belajar membaca dan berhitung. Hal tersebut patut diajarkan bila anak sudah mengenal huruf dan angka. Dalam hal ini, anak membutuhkan bimbingan dan arahan agar mampu membaca dan berhitung. Hal ini disebabkan konsep berpikir yang diajarkan sudah semakin rumit daripada sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah penunjang atau alat bantu yang dapat memudahkan orang tua untuk mengajarkan anak membaca dan berhitung. Alat bantu atau penunjang tersebut adalah buku.

Biasanya, buku belajar membaca disebut buku ABC dan buku belajar berhitung disebut buku berhitung. Buku ABC dan berhitung banyak dijumpai di toko buku. Buku ABC dan berhitung dapat memudahkan orang tua dalam mengajarkan anak membaca dan berhitung. Dalam buku ABC dan berhitung banyak variasi cara untuk mengajarkan anak usia dini membaca dan berhitung. Variasi cara yang dihadirkan dalam buku ABC dan berhitung diharapkan dapat membuat anak menjadi gemar membaca dan berhitung. Kemudian variasi tersebut juga menjadikan anak tidak bosan dalam belajar membaca dan berhitung. Pada tulisan ini, penulis akan mengambil tiga contoh buku ABC dan berhitung yang terdapat dalam toko buku ternama di Indonesia. Contoh yang diambil adalah buku yang memiliki kecenderungan pola yang sama dengan buku yang lainnya dan memiliki jumlah yang banyak pada toko buku tersebut.

Buku yang termasuk dalam kategori buku ABC adalah buku yang berjudul Pintar Membaca ABCDEF. Pada buku ini terdapat halaman berisi prakata dari penulis buku. Dalam prakata tertera tujuan dan maksud yang hendak dicapai oleh penulis buku tersebut. Kemudian buku ini juga memiliki daftar isi yang menunjukkan isi dari buku. Hal tersebut jarang ditemukan dalam buku anak usia dini. Ada pula halaman yang berisi petunjuk orang tua. Buku ini mengarahkan orang tua untuk membimbing anak membaca dalam menggunakan buku. Kata dalam buku memiliki warna yang berbeda di setiap  dua hurufnya. Tidak hanya itu, ada pula gambar benda yang terdapat di sela-sela huruf. Misalnya, gambar roti, topi, dan sebagainya.

Buku yang termasuk dalam kategori buku berhitung adalah buku yang berjudul LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung. Buku ini mengajarkan anak menulis dan berhitung. Pada bagian awal buku, anak diajarkan menulis angka 1-20. Kemudian anak baru diajarkan berhitung. Cara berhitung yang diterapkan dalam buku ini adalah dengan penjumlahan sejumlah angka dan menghitung jumlah gambar yang tersedia. Buku ini berwarna ungu pada halaman sebelah kiri dan hijau pada halaman sebelah kanan. Warna tersebut secara tetap dari awal hingga akhir buku. Bahasa dalam buku ini berjumlah dua, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pada halaman depan buku terdapat tulisan mengenai informasi buku ini untuk anak berusia empat hingga enam tahun. Buku ini juga menyediakan rangkuman urutan angka. Setelah halaman rangkuman, terdapat pula latihan anak berhitung.

Selanjutnya, buku yang termasuk dalam kategori buku berhitung adalah buku yang berjudul Pintar Berhitung. Buku ini memiliki warna yang cerah dan menarik. Pada buku ini juga terdapat gambar yang mendukung angka yang diajarkan. Metode yang diajarkan adalah metode tulis hapus. Maksudnya, buku ini menggunakan bahan karton yang dapat ditulis dan dihapus dengan spidol. Hal ini memudahkan anak mengenali angka tersebut. Selain itu, ada pula permainan yang melengkapi buku ini. Buku ini diperuntukkan untuk anak taman kanak-kanak. Gambar halaman depan buku menghadirkan tokoh yang sedang digemari oleh anak zaman sekarang. Hal ini diharapkan dapat memancing anak untuk membeli buku tersebut.

Berdasarkan buku yang dijadikan contoh dalam tulisan ini, penulis melihat bahwa sebagian besar buku ABC dan berhitung sudah memiliki sasaran yang tepat. Hal tersebut didukung oleh adanya informasi buku tersebut untuk anak usia berapa. Misalnya, buku LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung untuk anak berusia empat hingga enam tahun. Hal ini menjadi penting karena tidak semua orang tua mengetahui pengetahuan buku anak usia dini. Jika penerbit tidak mencantumkan buku tersebut untuk usia berapa, maka orang tua akan mengambil buku yang kurang sesuai dengan usia anaknya. Hal tersebut akan merugikan anak. Jika buku yang diambil adalah buku untuk usia di atas anaknya, maka anak akan berkonsentrasi lebih untuk memahaminya. Sebaliknya, jika buku yang diambil adalah buku untuk usia di bawah anaknya, maka anak tidak akan berkembang.

Namun, ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan konteks buku yang penulis jadikan contoh. Pada buku Pintar Berhitung, anak diminta untuk menghitung dan menebalkan angka. Hal ini kurang sesuai dengan konteks buku berhitung. Judul buku menerangkan bahwa buku tersebut adalah buku berhitung, tetapi isi dari buku tersebut tidak sesuai dengan judul buku. Anak hanya diminta menebalkan angka yang ada di samping gambar. Hal tersebut tidak akan membuat anak bisa berhitung, tetapi hanya lebih mengenal angka karena aktivitas yang dilakukan adalah menebalkan angka. Anak tidak diminta untuk berpikir menghitung sesuatu yang belum ada jawabannya. Anak hanya akan terfokus dengan menebalkan angka dan tidak menghitung gambar yang ada di samping angka.

Berbeda dari buku di atas, buku LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung lebih tepat dan efektif mengajarkan berhitung. Buku ini mengajarkan anak menulis dan menghitung. Cara berhitung yang diajarkan berupa penjumlahan dan menghitung jumlah gambar yang masih belum ada jawabannya. Meskipun demikian, buku ini lebih didominasi oleh aktivitas menulis daripada berhitung. Aktivitas berhitung yang diajarkan hanya sedikit. Seharusnya, buku fokus terhadap satu materi yang akan diajarkan. Buku LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung mengajarkan menulis dan menghitung, tetapi komposisi keduanya tidak seimbang. Jika memang lebih fokus terhadap menulis, aktivitas menghitung jangan diajarkan pula. Jika memang ingin mengajarkan kedua aktivitas tersebut, komposisi keduanya harus seimbang agar anak tidak lebih condong ke satu aktivitas.

Dalam buku LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung mengajarkan anak dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Inggris. Bahasa tersebut terdapat pada penjelasan angka dan nama buah yang menyertai angka. Hal tersebut tidak sepatutnya terdapat pada buku anak usia dini. Seharusnya, buku menggunakan bahasa Indonesia saja. Meskipun buku tersebut untuk anak empat sampai enam tahun, tetapi bahasa Inggris tidak seharusnya dicampurkan dengan aktivitas menghitung dan menulis. Anak akan bingung karena banyak hal yang harus dipelajari oleh anak tersebut pada satu halaman. Anak akan lebih mudah lelah dan hal tersebut tidak baik bagi perkembangan anak.

Gambar yang tertera pada buku Pintar Berhitung juga ada yang kurang sesuai dengan anak usia dini. Pada buku tersebut, penulis melihat gambar bingkai foto anak perempuan. Dalam buku ini, anak sudah diajarkan konsep menyukai lawan jenis. Hal tersebut seharusnya belum diajarkan kepada anak usia dini. Hal tersebut akan membuat anak lebih cepat berkembang daripada yang seharusnya. Gambar yang kurang sesuai dengan anak usia dini diharapkan menjadi perhatian penerbit buku. Perkembangan anak usia dini tercermin dari buku yang di baca. Jika buku yang ada tidak mengajarkan anak sesuai dengan usianya, maka terjadi perkembangan yang salah atau melebihi batas seharusnya. Orang tua juga harus lebih selektif dalam memilih buku dengan gambar yang sesuai dengan anak usia dini. Hal kecil berupa gambar bisa berdampak besar bagi perkembangan anak usia dini.

Lain halnya dengan buku Pintar Membaca ABCDEF, buku ini memiliki ketidaksesuaian antara judul dan isi buku. Pada judul buku terlihat ketidakjelasan buku tersebut. Jika yang diajarkan hanya ABCDEF, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan membaca. Lebih tepatnya mengenal huruf dan termasuk dalam buku konsep. Namun, pada judul buku terdapat kata membaca. Jika yang diajarkan buku ini adalah membaca, seharusnya tidak dikaitkan dengan huruf ABCDEF. Hal tersebut disebabkan membaca lebih tepat disandingkan dengan kata. Padahal, isi dari buku tersebut bagus dan menarik. Hal ini diharapkan menjadi perhatian penerbit dan orang tua dalam membuat dan memilih buku anak usia dini.

 

DAFTAR PUSTAKA

Irwan. 2012. Pintar Berhitung. Jakarta: PT. Transmedia.

M. D, Stevanie. 2013. Pintar Membaca ABCDEF. Depok: Puspa Swara.

Prastiwi, Anggita. 2011. LaLisTung: Latihan Menulis dan Berhitung. Jakarta: Wahyu Media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 7, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: