Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Perkembangan Buku Bantal Anak Usia Dini

Orang dewasa tentunya sudah tidak asing dengan buku anak atau buku cerita anak. Buku cerita anak adalah buku yang dibuat khusus untuk anak-anak yang dilengkapi dengan gambar dan kisah yang menarik. Buku anak harus memiliki tampilan yang sederhana. Faktanya, buku anak yang ada di Indonesia memiliki tampilan yang kompleks. Pada dasarnya buku anak membutuhkan perhatian khusus orang tua untuk memahami dunia anak. Hal yang sangat menyedihkan adalah jika orang tua tidak membuat anak tertarik untuk menyenangi buku. Namun, hal tersebut bukan berarti sebuah beban yang berat bagi orang tua untuk memperkenalkan buku kepada anak. Mungkin dari sekian banyak anak di Indonesia sebagian besar memiliki minat yang kurang terhadap buku cerita anak yang berkualitas. Ada pula buku yang sangat digemari oleh anak-anak, tetapi orang tua tidak memperbolehkan anak membacanya, yaitu komik dan lain sebagainya. Hal tersebut disebabkan para orang tua mulai mengerti betapa penting pengaruh bacaan anak terhadap perkembangan anak.

Ada lagi masalah yang kerap dihadapi orang tua dalam memberikan buku kepada anak, khususnya untuk anak usia dini. Khawatir buku rusak, mahal, kertas tertelan, ketumpahan susu, dan segudang alasan lainnya menjadi beban para orang tua untuk memberikan buku kepada anaknya. Mereka akhirnya memutuskan untuk tidak membelikan buku dengan alasan anak belum memahami isi buku, belum dapat membaca sehingga belum bermanfaat, dan berbagai alasan lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah besar. Anak, seperti juga halnya orang dewasa, memiliki fase tertentu yang memerlukan informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan usianya. Sangat kejam jika kita sebagai orang dewasa menghambat kemampuan anak dalam menyerap informasi hanya karena faktor yang telah disebutkan di atas.

Pada dasarnya anak usia dini adalah usia ketika seorang anak sedang dalam tahap mengoptimalkan penggunaan keseluruhan indera dan kemampuan tubuhnya. Kemampuan tersebut mulai dari berjalan, melihat, dan mengenali berbagai macam warna dan bentuk, mendengar dan menginventarisasi berbagai bunyi, merasakan pada setiap sentuhan, juga penggunaan berbagai indera lainnya. Pada tahap ini, anak membutuhkan sarana yang dapat membantu mengoptimalkan perkembangan motoriknya. Misalnya, berbagai hal yang dapat menujukkan lebih banyak bentuk, warna, dan gambar sehingga anak akan lebih banyak mengenali berbagai hal tersebut. Sejalan dengan itu, semua hal-hal di sekitar anak pun menuntut  perubahan yang cepat dan tepat. Sikap orang-orang di sekitar anak, pakaian, mainan, dan kegiatan yang dilakukan berubah seiring dengan kebutuhan rangsangan anak di usianya. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan bacaan untuk anak. Salah satunya adalah tingkat pemahaman anak. Bacaan yang sesuai dengan tingkat pemahaman anak dapat membantu proses perkembangan anak. Dalam hal ini, salah satu buku yang dapat membantu proses perkembangan anak adalah buku bantal.

Buku bantal adalah buku yang terbuat dari bahan yang lembut dan empuk yang dapat digunakan untuk bantal. Buku bantal diberikan kepada anak usia nol hingga dua tahun. Awalnya, buku bantal diberikan sebagai pengenalan buku kepada anak. Jika anak langsung dihadapkan dengan buku, maka hal tersebut kurang cocok diberikan oleh anak usia dini. Hal tersebut disebabkan pada tahap ini anak senang untuk memegang, meremas, dan menggigit berbagai hal. Pertumbuhan gigi yang sedang dialami anak adalah faktor yang menyebabkan hal tersebut. Hal tersebut didukung dengan keadaan gusinya yang mulai gatal sehingga menyebabkan anak suka menggigit benda apa saja yang berada di hadapannya. Buku bantal bisa menjadi solusi karena bingkai atau bagian pinggir dari buku bantal terbuat dari bahan yang steril, mampu menyerap air, dan nyaman untuk digigit oleh anak-anak. Anak membutuhkan benda pengenalan yang lembut dan halus sehingga aman digunakan. Bayangkan jika anak langsung diberikan buku, bahan yang keras dan kertasnya akan berbahaya jika anak menggigit atau menelan kertas tersebut. Jadi, anak benar-benar baru diberikan bahan yang lembut dan halus yang berbentuk buku tanpa ada gambar atau pengenalan lainnya terlebih dahulu. Kemudian pada tahap berikutnya baru anak diberikan bahan yang lembut dan halus dengan adanya bacaan atau gambar. Hal ini yang sering menjadi ketidakpahaman pembuat buku bantal.

Biasanya, buku bantal hanya terdiri dari enam hingga paling banyak sepuluh halaman yang terlipat bolak-balik. Sebab, jika terlalu tebal dikhawatirkan anak menjadi bingung di samping faktor produksi buku yang terbuat dari bahan kain atau pun bahan yang sejenis. Buku bantal tidak hanya menjelaskan berbagai konsep kepada anak usia dini, tetapi dapat berisi cerita sederhana. Warna dari buku bantal sangat menarik untuk dilihat oleh anak usia dini. Hal tersebut akan memberikan kesan mencolok untuk anak-anak, khususnya balita, yang dapat menyebabkan ketertarikan pada buku bantal. Hal yang penting adalah buku ini dapat dijadikan bantal jika si anak tertidur sambil belajar.

Pada tulisan ini, kami akan melihat perkembangan dari buku bantal yang ada di Indonesia. Jika ingin membandingkan buku bantal saat ini dengan yang terbit pada lima atau sepuluh tahun yang terakhir pasti akan mengalami kesulitan. Hal ini disebabkan dalam buku bantal sendiri seringkali tidak disertakan tahun terbitnya dan kebanyakan penerbitnya adalah industri rumah tangga sehingga sangat sulit bagi kami untuk mengidentifikasi tahun dan tema buku bantal pada tiap periode. Buku bantal saat ini lebih banyak dijual di media online atau internet yang diproduksi dengan tangan atau hand made. Pada toko buku jarang sekali dijumpai buku bantal anak usia dini. Tulisan ini akan melihat perkembangan buku bantal dalam hal bentuk, isi, dan faktor yang mengalami perubahan pada buku bantal. Hal tersebut terlihat pada beberapa contoh buku bantal yang akan kami uraikan. Contoh buku bantal tersebut adalah buku bantal Yuk Gosok Gigi, Happy Book, Mengenal Warna, dan Mengenal Bentuk.

Buku bantal Yuk Gosok Gigi terbuat dari kain katun dan flanel sehingga terasa lembut ketika disentuh. Pada beberapa bagian, terdapat aplikasi atau fitur yang terbuat dari kain flanel dan diisi dengan dakron. Buku ini memiliki ukuran 20x20cm dengan satu halaman sampul dan empat halaman isi. Buku bantal Yuk Gosok Gigi dapat membantu orang tua untuk mengajarkan anak tentang pentingnya menggosok gigi, manfaat menggosok gigi, cara menggosok gigi, dan kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Dalam buku ini terdapat berbagai macam aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak. Misalnya, pada bagian sampul buku, terdapat sebuah sikat gigi tiruan yang disertai dengan tali. Sikat gigi tersebut bertujuan agar anak dapat mempraktekkan cara menggosok gigi pada karakter-karakter yang terdapat dalam buku. Namun, seorang anak bisa saja memasukkan sikat gigi tiruan ini ke dalam mulut mereka sendiri. Hal ini dikhawatirkan dapat terjadi karena anak usia dini cenderung memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka.

Dengan sampul buku yang berwarna kuning cerah, dirasa mampu memancing kebahagiaan anak. Buku yang dibuat langsung oleh tangan ini berbahan kain flanel yang lembut dan dapat dicuci. Akan tetapi, bahan flanel yang digunakan pada buku bantal Yuk Gosok Gigi dan Happy Book ini lama kelamaan akan brudul. Hal ini akan semakin dipercepat dengan pencucian yang berlangsung secara terus menerus dan mengakibatkan kain flanel yang lembut lama kelamaan akan menjadi kasar. Pada dasarnya, setiap aplikasi atau fitur yang terdapat dalam buku bantal Yuk Gosok Gigi dibuat dengan tujuan untuk berinteraksi dengan anak. Setiap anak diharapkan mampu mengikuti berbagai macam aktivitas yang dapat dilakukan dengan menggunakan buku ini. Namun, tidak semua material atau bahan yang terdapat dalam buku ini tergolong aman. Bentuk sikat gigi yang terdapat pada buku Yuk Gosok Gigi terlalu mudah untuk dicabut oleh anak. Apabila jahitan yang terdapat pada bentuk sikat gigi disampul buku tidak kuat, maka akan lepas dan jadi disalahgunakan oleh anak.

Selanjutnya ada buku bantal yang berjudul Happy Book. Buku bantal Happy Book terbuat dari kain flanel sehingga terasa lembut ketika disentuh. Buku bantal ini memiliki ukuran 20 x 20 cm dengan dua halaman sampul dan enam halaman isi. Buku bantal Happy Book dapat membantu orang tua untuk mengajarkan beberapa keterampilan seperti cara mengikat pita, memasang tali sepatu, memasang kancing baju, menganyam, dan menjahit. Selain itu, buku ini juga dapat membantu orang tua untuk memperkenalkan informasi tentang waktu. Setiap fitur yang terdapat dalam buku bantal Happy Book dibuat dengan tujuan untuk berinteraksi dengan anak. Sesuai dengan judul buku ini, setiap anak diharapkan mampu mengikuti berbagai macam aktivitas dalam suasana yang menyenangkan. Namun, tidak semua material atau bahan yang terdapat dalam buku ini tergolong aman. Misalnya, baju yang bisa dibuka dengan menggunakan kancing. Jika kancing tidak dijahit dengan kuat, maka ada kemungkinan untuk tercerabut dan tertelan oleh anak.

Ada kekhawatiran pada pita dan tali dalam fitur mengikat pita, memasang tali sepatu, dan menjahit bulu landak. Jika pita dan tali dalam keadaan kotor dan masuk ke dalam mulut anak, maka hal tersebut dapat membahayakan anak. Pita dan tali yang kotor dapat menimbulkan penyakit yang mengganggu kesehatan anak. Oleh karena itu, pemilihan buku bantal untuk diberikan pada anak sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal. Misalnya, bahan atau material yang digunakan untuk membuat buku bantal tersebut karena bahan atau material yang tidak sesuai dapat membahayakan anak.

Berbeda dengan dua contoh buku bantal di atas, buku bantal Mengenal Bentuk dan Mengenal Warna menggunakan sistem pewarnaan digital. Buku bantal ini dibuat dari kain yang lembut dengan isi serat silikon yang empuk sehingga nyaman untuk dipegang oleh bayi sekalipun dan tidak berpotensi melukai. Tidak saja menggunakan bahan yang aman, buku ini juga dikemas dengan plastik mika. Hal-hal tersebut tentu saja dapat mengurangi tingkat kekhawatiran orang tua dalam memberikannya kepada anak. Buku ini juga dilengkapi dengan petunjuk pencucian sehinggga anak dapat tetap memegangnya dengan bersih. Pengenalan bentuk dan warna adalah konsep dasar yang juga perlu diperkenalkan bagi anak usia dini. Buku tersebut memiliki ukuran 17 x 17 cm yang terdiri dari enam halaman isi dan dua halaman sampul. Warna-warna yang ditampilkan juga cerah dan kuat. Hal ini bagus untuk menunjang bertambahnya inventarisasi anak terhadap warna. Untuk membersihkan kedua buku ini tidak perlu menggunakan mesin cuci. Jika kotor, cukup sikat bagian yang kotor dengan menggunakan sikat lembut dan sedikit sabun. Kemudian, bilas dengan air bersih dan dapat langsung dijemur tanpa diperas.

Berdasarkan keempat contoh buku bantal yang telah dipaparkan, terdapat perubahan yang cukup signifikan dalam bentuk dan pemilihan material buku bantal. Awalnya, kain flannel adalah bahan utama pembuatan buku bantal di Indonesia. Kain ini mudah sudah cukup dikenal, mudah didapat, dan tidak terlalu mahal. Kelebihan lain dari bahan flannel ialah sifat kain yang tidak mudah hancur ketika dipotong dan dijahit. Flanel juga mudah dibentuk dan bisa dibuat kreasi tanpa dijahit, cukup dibuat bentuknya dan dilem. Dengan sifat-sifat kain yang seperti itu, kita bisa paham tentang konten buku bantal yang terbuat dari flanel. Isi buku bantal generasi pertama ini umumnya adalah buku konsep, buku ABC, atau buku berhitung. Namun, seiring dengan perkembangan waktu, konten buku bantal flanel ini pun mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dari buku sederhana yang isinya hanya berupa bentuk-bentuk (benda, angka, huruf) yang ditempelkan menjadi buku yang lebih banyak merangsang motorik anak, seperti memasang kancing, mengayam, hingga mengikat tali sepatu.

Buku bantal yang terbuat dari bahan lembut lainnya juga tersedia saat ini, bersaing dengan kain flanel yang telah lebih dahulu dikenal oleh masyarakat. Kain halus yang biasa dipergunakan dalam pembuatan buku bantal adalah kain katun. Selain halus, kain katun juga tidak mudah kusut sehingga buku bantal tetap terkesan rapi. Kekurangan dari bahan katun dan flannel ialah sifatnya yang mudah menyerap sehingga mudah kotor karena terkena cairan susu atau kotoran lain yang menempel di tangan anak ketika memegang buku bantal. Buku bantal dengan bahan seperti ini memang mudah dicuci, tetapi proses pengeringannya butuh waktu yang cukup lama.

Buku bantal yang paling mutahir di Indonesia adalah buku yang terbuat dari bahan yang tahan air dan kontennya diwarnai secara digital. Material ini sebenarnya sudah cukup lama dipakai untuk pembuatan buku bantal di luar negeri, tetapi baru belakangan ini mulai diterapkan pada buku bantal di Indonesia. Buku bantal yang tidak mudah menyerap air ini tidak mudah kotor dan apabila kotor, cara membersihkannya cukup mudah, yakni hanya disikat secara lembut dibagian yang kotor. Namun, pewarnaan yang digital juga membawa imbas terhadap perawatannya, yakni tidak boleh dicuci secara kasar agar menjaga keawetan warna-warna yang atraktif.

Pada buku bantal yang dicetak menggunakan pewarna digital, buku yang dibuat hanya menuntut anak untuk melihat karena kurang ada permainan yang dapat dimainkan di dalam buku tersebut. Berbeda dengan buku bantal yang terbuat dari kain flanel, di dalam buku ini terdapat bentuk-bentuk yang dapat dimainkan atau digerakan seperti halnya jam dinding dan lain sebagainya sehingga anak tidak hanya dituntut untuk melihat tapi juga bergerak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 23, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: