Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sedih

Karya Muhammad Yamin

Hijau tampaknya Bukit Barisan

Berpuncak Tanggamus dengan Singgalang;

Putuslah nyawa hilanglah badan

Lamun hati terkenal pulang.

 

Gunung tinggi diliputi awan

Berteduh langit malam dan siang;

Terdengar kampung memanggil taulan

Rasakan hancur tulang-belulang.

 

Habislah tahun berganti zaman

Badan merantau sakit dan senang

Membawakan diri untung dan malang.

 

Di tengah malam terjaga badan,

Terkenang bapak sudah berpulang

Diteduhi selasih, kemboja sebatang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 2, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: