Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Benih

Karya Sapardi Djoko Damono

“Cintaku padamu, Adinda,” kata Rama, “adalah laut yang pernah

bertahun memisahkan kita, adalah langit yang senantiasa

memayungi kita, adalah kawanan kera yang di gua Kiskenda.

Tetapi…” Sita yang hamil itu tetap diam sejak semula.

“… kau telah tidur di ranjangnya, kau bukan lagi rahasia baginya.”

Sita yang hamil itu tetap diam: pesona. “Tetapi, si Raksasa itu

ayahandamu sendiri, benih yang menjadikanmu, apakah ia

juga yang membenihimu, apakah…” Sita yang hamil itu tetap

diam, mencoba menafsirkan kehendak para dewa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: