Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Buruh

Karya A.M. Daeng Mijala

Duduk aku hadapi meja

Tulis buku banyak ragam

Kopi masuk gula keluar

Kapok dibeli koprah dijual.

 

Semenjak pagi sudah begitu

Sampaikan petang baru berenti

Lelah penat tidak terasa

Demikian asyik menulis harta.

 

Bukan harta punya sendiri

Hanya harta punya majikan

Harta sendiri hanya tenaga

Tenaga badan dan pikiran.

 

Kapan pulang terasa penat

Istri di rumah pun dapat kerja ….

 

*

Habis bulan terima gaji

Debet kredit dihitung ulang

Sekali ini harta sendiri

Membuat pusing kepala pening.

 

Masuk kiri keluar kanan

Setimbang tidak mana berat

Berat di kiri ada simpanan

Berat di kanan keluh kesah.

 

Bulan masuk tahun pergi

Nasib buruh tidak berubah

Siang-siang tangan penuh

Pulang balik tangan kosong

 

Istri di rumah setia terus

Senang susah sama dipikul…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: