Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Daerah Perbatasan

Karya Subagio Sastrowardojo

Kita selalu berada di daerah perbatasan

antara menang dan mati. Tak boleh lagi

ada kebimbangan memilih keputusan:

Adakah kita mau merdeka atau dijajah lagi.

Kemerdekaan berarti keselamatan dan bahagia,

Juga kehormatan bagi manusia

dan keturunan. Atau kita menyerah saja

kepada kehinaan dan hidup tak berarti.

Lebih baik mati. Mati lebih mulia

dan kekal daripada seribu tahun

terbelenggu dalam penyesalan.

Karena itu kita tetap di pos penjagaan

atau menyusup di lorong-lorong kota pedalaman

dengan pestol di pinggang dan bedil di tangan.

(Sepagi tadi sudah jatuh korban.) Hidup

menuntut pertaruhan, dan kematian hanya

menjamin kita menang. Tetapkan hati.

Tak boleh lagi ada kebimbangan

di tengah kelaliman terus mengancam.

Taruhannya hanya mati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: