Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Genderang Perang

Karya L.K Ara

malam itu

kugigit sisa benang penjahit bajumu kandaku

kugigit dengan gigiku runcing

 

kudengar merdunya genderang perang

menyerumu kembali dari istirahat hanya sebentar

untuk tampil lagi ke medan

 

malam itu kugigit sisa benang jaitan

dan kugigit juga bibirku kecil

penahan gairah

melepasmu pergi

untuk berlawan

habis-habisan

 

jangan sangsikan kami yang tinggal

kami pun menunggu

tiba saatnya pasti maju

menuntut bela

ke garis depan

 

bila ajalmu tiba kandaku sayang

terimalah dengan tenang

dan sebagai kenangan terakhir

pandang serta kecup jaitan di bajumu

di mana pernah hadir gigil tangis dan bibirku

 

tapi bila Tuhan memberimu umur panjang

dan kemenangan di tangan

segeralah pulang

kita panjatkan doa bersyukur

dan hangatkan o, kandaku sayang anak-anak kita

dengan kisah-kisah perjuangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: