Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Lonceng Tinju

Karya Taufiq Ismail

Setiap kali lonceng berkleneng

Tanda putaran dimulai

Setiap kali mereka bangkit

Dan mengepalkan tinju

Setiap teriakan histeria

Bergemuruh suaranya

Aku kelu

Dan merasa di pojok

Sendirian

 

Setiap lonceng berklenengan

Dan tinju mulai berlayangan

Meremuk kepala lawan

Terkilas dalam ingatan

Nenekku dulu berkata

“Jangan kamu mengadu ayam”

Dan bila aku menuntut ilmu

Di Kedokteran Hewan

Guruku menasihatkan

“Jangan kamu mengadu hewan”

 

Kini lagi, bel itu berklenengan

Aku tersudut, bisu

Dan makin merasa

Sendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: