Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sawojajar 5, Yogyakarta

Karya WS Rendra

Memasuki pintu halamannya

kujumpai pohon-pohon yang kabur

kerna malam sudah turun.

Rumahnya bagai kotak

penuh cahaya dan jendela.

Ia duduk main piano

nampak punggungnya

dan rambutnya yang panjang

dua jalinan.

 

Inilah tempat yang damai

di mana gelora dosa diredakan.

Tempat membasuh kaki yang payah

yang telah berjalan dengan resah

menempuh kekosongan dan kebimbangan.

Di sini urat-urat ditenangkan

setelah menggelepar sia-sia

kerna gairah dan gelora remaja.

Melewati berlusin pemberontakan

berlusin kekalahan

dan berlusin kenakalan

yang menghadang bencana,

kutemuilah juga hiburan ini.

Segelas air dingin

dan kasih sepasang mata.

 

Piano menggemakan keindahan dan peradaban;

kursi-kursi, bunga-bunga, dan gambar-gambar menjinakkan darahku.

Pelan-pelan kudekati ia dari belakang.

Pelan-pelan kujamah kedamaianku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: