Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sia-sia

Karya Chairil Anwar

Penghabisan kali itu kau datang

Membawa  kembang berkarang

Mawar merah dan melati putih

Darah dan Suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastikan: untukmu.

 

Lalu kita sama termangu

Saling bertanya: apakah ini?

Cinta? Kita kedua tak mengerti

 

Sehari kita bersama. Tak hampir menghampiri

 

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 5, 2013 by in Sastra.
%d bloggers like this: