Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pendidikan Bahasa Kedua Anak Usia Dini

Pada fase perkembangan berbahasa, aspek fonologi adalah aspek yang pertama kali diserap oleh anak. Dari pengucapan bunyi yang didengar, anak akan berusaha menangkap aspek morfosintaksisnya. Setelah manusia bisa mengucapkan kata dan kalimat, maka anak akan baru memahami segi lainnya. Misalnya, prgmatis dan sosiolinguistisnya. Semua pemerolehan bahasa secara keseluruhan tersebut memerlukan proses yang panjang. Oleh karena itu, peran orang tua sangat menentukan aspek kebahasaan anaknya. Idealnya, orang tua mengajarkan terlebih dahulu bahasa pertama atau bahasa ibu hingga anak tersebut menguasai secara keseluruhan. Jika fondasi bahasa pertama sudah kuat, maka anak tidak akan mengalami kebingungan dalam memelajari bahasa kedua. Hal tersebut disebabakan anak yang telah menguasai bahasa pertama secara keseluruhan akan tahu perbedaan bahasa pertama dan bahasa keduanya.

Terkait dengan bahasa, di Indonesia saat ini sedang marak sekolah berbasis internasional dan kursus bahasa asing. Menjamurnya sekolah berbasis internasional dan kursus bahasa asing tersebut membuat anak hingga dewasa mengikutinya. Jika orang dewasa, maka kursus bahasa asing atau mengikuti sekolah berbasis internasional tidak akan menjadi masalah. Namun, lain halnya dengan anak. Bahkan, sekarang ini anak usia dini atau balita sudah diajarkan bahasa asing dan mengikuti taman kanak-kanak yang model pembelajarannya internasional atau memakai bahasa asing. Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh kepada aspek kebahasaan anak tersebut. Memang, pada fase anak adalah fase emas dalam memelajari bahasa sehingga anak akan lebih cepat menyerap dan menguasai, tetapi tetap ada batasan umur dalam memelajari bahasa kedua. Jika anak belum menguasai bahasa pertama dan sudah diajarkan bahasa kedua, maka anak akan mengalami kebingungan.

Seharusnya, mulai dari lahir anak harus mendengar pengucapan atau ujaran bahasa pertama dari orang tuanya. Sangat disarankan bahwa orang tua jangan memakai bahasa selain bahasa pertama karena untuk membentuk aspek fonologinya. Jika orang tua memakai bahasa selain bahasa pertama di depan anak, anak akan sulit memahami bahasa karena adanya perbedaan pola pengucapan. Hal tersebut bisa saja memperlambat proses belajar berbicara anak karena anak harus memahami terlebih dahulu aspek fonologi bahasa yang sering diujarkan orang tua. Kemudian setelah itu anak akan berusaha berbicara. Pada saat berbicara anak akan mengucapkan bahasa pertama atau bahasa yang sering dujarkan orang tuanya. Mulai dari belajar berbicara, anak berusaha memahami konsep kata dan kalimat yang diucapkannya. Pemelajaran konsep kata dan kalimat bahasa pertama ini harus diajarkan terlebih dahulu sebelum belajar bahasa kedua. Kecenderungan di Indonesia yang memasukan anaknya di taman kanak-kanak yang berbasis internasional akan membuat anak hanya sedikit menguasai bahasa pertama dan keduanya. Jadi, kedua bahasa tersebut tidak akan dikuasai sepenuhnya oleh anak.

Pemerintah juga seharusnya membatasi usia yang boleh memelajari bahasa kedua. Misalnya, usia ke-7. Hal tersebut akan membentuk fondasi yang kuat di bahasa pertama. Namun, jika anak usia dini atau balita sudah diajarkan bahasa asing, bisa saja bahasa asing tersebut yang akan menjadi bahasa pertama atau bahasa asing tersebut lebih dikuasai. Ada kemungkinan lain juga anak tidak akan bisa memahami seutuhnya bahasa pertama dan bahasa keduanya. Ibarat unduh data, unduh data dua sekaligus dengan hanya unduh satu data akan berbeda. Unduh dengan satu data akan lebih cepat selesai, sedangkan jika unduh dua data sekaligus akan memperlambat proses unduh dan bisa saja unduhan tersebut tidak akan selesai karena adanya kesalahan teknis. Begitu pula dengan anak dalam memelajari bahasa. Bahasa pertama harus dipelajari dahulu hingga anak memahami seutuhnya. Beda halnya jika anak usia ini atau balita sudah dimasukkan di taman kanak-kanak berbasisi internasional atau kursus bahasa asing. Bisa saja kedua bahasa yang dipelajari tersebut hanya dimengerti sebagian saja dan tidak ada bahasa yang akan dikuasai secara keseluruhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 2, 2013 by in Artikel.
%d bloggers like this: