Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Fotografi, Gender, dan Bantuan Pertanian 1930-an di Amerika

Pembahasan New Deal terus dilakukan sebagai rencana inovatif yang mengkonsolidasi negara yang mengusahakan kesejahteraan sosial. Namun, program konservatif yang mengandalkan nilai partiarki dan nasionalisme sebagai ideologi untuk mendukung ekonomi politik itu mengendur. Padahal, program bantuan New Deal ditujukan kepada masyarakat Amerika yang miskin. Dari sekian banyak lembaga New Deal, Resettlement Administration (RA) yang kemudian berubah nama menjadi Farm Security Administration (FSA) menjadi salah satu lembaga New Deal yang efektif dalam menggunakan fotografi untuk menjangkau masyarakat dengan menghubungkan program bantuan untuk wacana mengembalikan kepercayaan masyarakat Amerika. Bantuan dibenarkan untuk masyarakat Amerika yang gelisah terhadap intervensi pemerintah dengan mendefinisikan kriteria tradisional siapa yang miskin dan siapa yang pantas membantu.

Historical Section dari FA/FSA menghasilkan lebih dari 270.000 foto diantara tahun 1935 dan 1942. Dari ribuan foto tersebut menggambarkan bagian penting petani perempuan. Subjek perempuan tidak sadar dipilih, tetapi keunggulan perempuan dalam foto membuktikan keberhasilan simbol gender dalam menyampaikan kebutuhan untuk memberikan bantuan. Perempuan direpresentasikan sebagai salah satu bagian penting dalam mempertahankan budaya partriarki untuk mereproduksi status quo. Foto-foto perempuan sebagai ibu, istri, dan korban diperkuat dengan pemikiran tradisional hubungan gender dan stabilitas keluarga untuk mengundang simpati. Foto sering menggambarkan perempuan sebagai ibu, termasuk foto Madonna dan anaknya. Meskipun ada ketegangan identitas gender pada tahun 1930an, tetapi sebagian besar foto-foto ibu dari RA / FSA tidak menunjukkan konflik ini.

Penelitian pada artikel ini akan memeriksa peran gender di program New Deal sebagai upaya reformasi sosial baru dengan fokus pada pola dasar dari Madonna di foto RA/FSA. Gambar perempuan dan anak-anak biasanya mengkodekan nilai-nilai pengasuhan dan perawatan. Madonna adalah gambar yang efektif dan istimewa karena gambarnya kuat pada nilai-nilai budaya yang terkait dengan stabilitas sosial dan kekeluargaan. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan ibu untuk membantu keluarga bertahan hidup. Hal tersebut disebabkan pentingnya peranan ibu dalam keluarga. Foto dimaksudkan untuk meringankan beban Madonna dan bukan menuntut perubahan politik atau ekonomi.  Dalam hal ini, peran gender disebut sebagai istilah penting dalam wacana yang berusaha untuk merasionalisasi kondisi sosial yang digambarkan dalam foto tersebut dan memotivasi respon simpatik dengan berfokus pada perempuan yang berada di luar keadaan konflik politik.

Foto RA/FSA dapat disebut ekspresi dokumenter yang mengembangkan fotografi, film, sastra, dan ilmu sosial lainnya. Representasi yang realistis tersebut disajikan dengan apa yang dianggap data ilmiah atau faktual. Padahal, ekspresi dokumenter tersebut tidak mencerminkan realitas. Foto RA/FSA menggambarkan kemiskinan untuk berbicara kebenaran dalam rangka memobilisasi dukungan kegiatan pemerintah. Fotografer RA/FSA adalah Walker Evans, Dorothea Lange, Russell Lee, dan Arthur Rothstein. Foto pertama yang ditunjukan dalam artikel ini adalah foto dari Jack Delano. Sudut kamera yang berasal dari bawah lebih menonjolkan subjek dari foto tersebut. Perempuan pada gambar terlihat bertenaga, bijaksana, dan bangga walaupun perempuan tersebut berpakaian compang-camping. Urat nadi di pergelangan tangan dan keriput di muka perempuan tersebut digambarkan sebagai fokus kejelasan memperkuat gagasan pekerja keras. Jadi, dengan menaikan derajat mereka yang tertindas diharapkan dapat membuat subjek dokumenter menjadi objek yang empuk untuk mengundang simpati.

Foto RA/FSA sebagai representasi konvensional gender juga menampilkan perempuan sebagai simbol keibuan. Hal tersebut didasarkan pada cara untuk membenarkan kebutuhan program bantuan adalah melalui gambar perempuan dan anak-anak. William Stott telah meneliti bahwa sosok anak sangat sering dibuat propaganda karena mereka lebih tidak malu-malu menampilkan rasa tidak bersalah mereka dalam lingkungan sosial. Begitu pula dengan perempuan di lingkungan partiarki yang terlihat seperti tanpa bantuan dan tidak bersalah walaupun hidup mereka sulit. Bahkan, ciri gambar perempuan sering memperlihatkan kesedihan yang berlebihan di hadapan orang-orang. Hal tersebut menjadi dasar Ben Shahns dalam fotonya yang berjudul Wife and Child of Sharecroper yang menampilkan perempuan menghadap kamera dan mengendong anaknya yang sedang memegang boneka tua. Detail kecil dan background yang kabur memberikan fokus kepada ibu dan anaknya. Bagian atas kepala dan pinggang ibunya dipotong, subjek dalam posisi diam di tempat menyaratkan sebuah pemberhentian penerimaan di lingkungan mereka. Foto ibu akan tidak terlihat lemah dengan adanya anak di foto. Ekspresi sekarat yang ditunjukan oleh muka anaknya menyangkal ekspetasi kita tentang masa anak-anak yang ideal. Penampilan boneka yang tidak menyenangkan melengkapi foto dokumenter tersebut. Kejompoan dan kekotoran ibunya juga menunjukan ketidakmampuan keluarga dalam menangani atau merawat anaknya.

Tidak hanya itu, perempuan juga terlihat sebagai orang domestik yang perhatiannya tertuju kepada suami, anak, dan rumah. Hal tersebut terlihat pada foto Theodor Jung. Posisi perempuan dengan anak kecil di depan kamar, pondok atau tenda memvisualisasikan penggambaran perempuan sebagai ibu. Elizabeth Cowie mengemukakan bahwa hubungan perempuan dengan anak dengan mudah diasumsikan sebagai ibu. Hal ini telah diperkuat dalam masyarakat barat oleh potret ibu yang ideal, seperti Madonna. Foto yang berjudul Family of Prospective Client ini memperlihatkan tangan perempuan yang membentang di pintu menjaga anak dan habitat domestiknya. Namun, sifat keibuan dibuat lebih eksplisit dimana peran wanita dalam keluarga ditekankan oleh kondisi hamil. Pada foto Arthur Rothstein adanya kedekatan anak kecil juga mendefinisikan dua hal, yaitu perannya perawatan dan ketergantungan mereka pada dirinya. Dalam foto-foto yang ditampilkan selalu menampilkan anak kecil. Hal tersebut disebabkan anak yang sudah tua tidak membawa konotasi kerentanan dan ketidakberdayaan yang adik-adik mereka lakukan. Kemudian gambar perempuan juga tidak mengambil gambar perempuan yang masih gadis. Hal tersebut disebabkan perempuan yang masih gadis memiliki konotasi seksual, sedangkan ibu memiliki konotasi nilai moral yang baik.

Biasanya, gambar perempuan yang paling populer ditampilkan dengan definisi gender tradisional. Bahkan, perempuan lebih sering muncul dalam keadaan tragis dan layak menerima bantuan pemerintah. Hal tersebut berbeda dengan laki-laki yang mempunyai gambaran berbeda dan mempunyai tanggung jawab tidak layak menerima bantuan pemerintah. Hal tersebut juga dapat terlihat dari novel terlaris tahun 1930an The Graphes of Wrath. Dengan permasalahan pekerja novel tersebut memfokuskan keluarga yang hampir hancur akibat tekanan ekonomi dan kehilangan tanah dan migrasi barat. Meskipun ada permasalahan seperti itu, Ma Joad sebagai tokoh perempuan tetap bertahan bersama keluarganya.

Propaganda foto-foto perempuan dari kalangan petani di atas diharapkan dapat membentuk opini publik bahwa program bentukan pemerintah, yaitu New Deal merupakan lembaga yang dapat menolong masyarakat pertanian yang terkena dampak kekeringan parah dan memberantas kemiskinan dengan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan. Hal tersebut disebabkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap intervensi pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah mempublikasikan foto-foto untuk mengundang simpati masyarakat agar masyarakat percaya terhadap program New Deal ini. Bahkan, foto-foto tersebut dipublikasikan secara gratis dalam majalah populer dan koran. Pameran fotografi juga diselenggarakan untuk museum, galeri seni, dan perpustakaan. Keterkaitan dengan gender, pada program New Deal perempuan dijadikan alat untuk mengalang dukungan. Hal tersebut didasarkan pada  sisi keperempuanan yang efektif membentuk opini bahwa perempuan harus dibantu. Perempuan dianggap sebagai makhluk lemah karena mempunyai beban terhadap anaknya. Dalam hal ini, sisi kelemahan perempuan ditonjolkan dalam foto yang dipublikasikan.

DAFTAR PUSTAKA

Kozol, Wendy. 1988. Madonnas of the Fields: Photography, Gender, and 1930s Farm Relief. Texas: University of Texas Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 14, 2014 by in Sastra.
%d bloggers like this: