Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Kafe Aha: Tempat Paling Tenang dan Nyaman

Jika berbicara mengenai kampus Universitas Indonesia (UI), maka hal yang terbayang akan merujuk kepada ruang perkuliahan dan kantin yang unik di berbagai fakultasnya. Belum lagi kegiatan perkuliahan yang padat dan tugas yang menumpuk bagai gunung sering diidentikan dengan kampus perjuangan ini. Namun, tidak ada yang menyangka ternyata kampus ini mempunyai tempat melepas penat yang sayang untuk tidak dikunjungi, yaitu Kafe Aha.

Bertempat di dekat kantin Fakultas Ekonomi dan jembatan Teknik dan Sastra (Teksas), Kafe Aha memiliki pemandangan menghadap danau yang indah. Meskipun ruangan kafe memiliki pendingin udara, bagi yang ingin merasakan sejuknya angin pinggir danau juga dapat duduk di luar ruangan yang masih dalam bagian kafe. Biasanya, pengunjung yang memilih duduk di luar ruangan kafe adalah penikmat rokok.

Sementara itu, bagian dalam yang berpendingin ruangan memiliki dua jenis tempat duduk, yaitu kursi plastik biasa dan sofa yang empuk. Dalam hal ini tentu saja sofa yang empuk menjadi pilihan tempat duduk favorit pengunjung. Hal tersebut terlihat dari tidak pernah sepinya sofa dari dudukan pengunjung. Jumlah sofa yang sedikit juga menyebabkan sofa selalu penuh.

Tidak hanya itu, adanya colokan listrik di bagian bawah sofa juga menambah daya tarik dari tempat duduk ini. Apalagi pengunjung yang memiliki alat elektronik yang haus akan listrik pastinya akan semakin dimanjakan untuk berlama-lama di tempat ini. Selain itu, adanya cahaya lampu keemasan yang menyoroti sofa ikut menambah kecantikan bagian ini. Hal tersebut terlihat jika sedang mengabadikan momen melalui kamera. Cahaya lampu keemasan tersebut membuat tampilan foto akan semakin bagus.

Di Kafe Aha tidak tampak hiruk pikuk dunia perkuliahan yang memusingkan pikiran. Jarang sekali pengunjung yang membawa pekerjaan rumahnya untuk dikerjakan di kafe ini. Kalaupun ada, jarang ada tumpukan buku tulis maupun buku diktat yang berserakan di meja. Penanda yang paling kentara dari pengunjung yang mengerjakan tugas adalah adanya laptop. Namun, tidak semua laptop yang menyala dibuat mengerjakan tugas. Banyak juga yang hanya berselancar di dunia maya karena kafe ini memiliki koneksi internet yang cepat.

Kenyamanan tempat ini pun ditambah dengan intonasi perbincangan pengunjung yang tidak menimbulkan suara yang gaduh. Suara ketawa yang menggelegar dan perdebatan dengan nada tinggi pun tak terdengar di kafe ini. Ketenangan yang jarang didapat di kantin berbagai fakultas ini juga diiringi oleh alunan lagu yang menetramkan jiwa.

Tempat yang tenang dan nyaman ini seakan membuat para pengunjung berada di luar kampus. Padahal, Kafe Aha berada di bagian belakang Fakultas Ekonomi. Bahkan, begitu keluar dari pintu Kafe Aha pengunjung akan langsung dihadapkan oleh gedung kuliah yang mau tidak mau mengontaminasi pikiran. Entah apa yang membuat suasana dalam kafe dan gedung kuliah memiliki aura yang sangat berbeda. Pastinya, setelah mengunjungi kafe ini pikiran kembali segar.

Kesegaran pikiran tidak hanya didapat dari suasana dan bentuk bangunan kafe ini, tetapi juga dari menu makanan yang ditawarkan. Mulai dari kue, camilan, seperti kentang goreng, hingga makanan berat tersedia di tempat ini. Beraneka kue yang enak dan manis bisa didapat dengan tidak pelu membeli satu loyang. Pengunjung bisa membeli kue dengan satu irisan yang bisa dibilang memiliki porsi yang banyak.

Rasa kue yang enak dan manis tersebut membuat menu ini menjadi menu yang paling banyak dipesan pengunjung. Hal tersebut disebabkan jarang atau bahkan tidak ada kantin di berbagai fakultas yang menjual kue. Bisa dipastikan di kantin berbagai fakultas hanya menjual makanan berat walaupun ada juga makanan ringan. Kebanyakan pengunjung memesan kue dan minuman dingin untuk menemani berbincang santai dengan teman ataupun pacar.

Walaupun makanan berat tidak menjadi favorit di kafe ini, tidak sedikit pula pengunjung yang memesan makanan berat. Biasanya, makanan berat yang dipesan adalah ayam goreng tepung dengan salad. Rasa dan bentuk ayam goreng tepung ini pun tidak kalah dengan restoran cepat saji lainnya yang memiliki menu utama ayam goreng tepung. Bahkan, dari segi harga bisa dibilang ayam goreng tepung di kafe ini lebih murah dibandingkan restoran ayam cepat saji lainnya dengan rasa yang sama.

Keberadaan kafe ini pun menjadi buruan mahasiswa yang sudah bosan dengan menu makanan ataupun suasana kantin di berbagai fakultas. Tidak perlu keluar dari lingkungan kampus, mahasiswa sudah dapat merasakan sensasi dan suasana yang berbeda. Tidak mengeherankan jika kafe ini tidak pernah sepi pengunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 14, 2014 by in Artikel, Bebas.
%d bloggers like this: