Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pesta Demokrasi Mahasiswa FIB UI 2014

Image

Keterangan: Salah satu warga FIB UI (kiri) sedang memasukkan kertas suara ke dalam  kotak suara pada TPS yang berada di Kantin Sastra (Kansas).

Pemilihan umum tidak hanya untuk menentukan presiden dan wakil presiden atau anggota legislatif saja. Pemilihan umum juga ikut menentukan gubernur, bupati, hingga ketua Rukun Tetangga (RT) sekalipun. Asas demokrasi yang mulai ditegakkan negeri ini mengharuskan warganya ikut aktif menentukan pemimpin yang berkualitas. Begitu juga di kalangan mahasiswa, seperti Pemilihan Raya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FIB UI, Jumat (20/12).

Pemilihan Raya atau yang lebih dikenal dengan Pemira FIB UI ini telah meloloskan Raihan Abiyan Fatah sebagai Ketua BEM FIB 2014 dan Ausof Ali sebagai Wakil Ketua BEM FIB 2014. Meskipun dari jurusan yang berbeda, Raihan, jurusan Sastra Belanda, dan Ausof, jurusan Sejarah, dapat bersinergi mengundang simpati warga FIB UI. Keberhasilan duet ini telah mengalahkan pasangan Nobi dan Arizal yang juga memiliki pendukung yang tidak sedikit.

Tidak hanya itu, Alzhou Pramudya juga terpilih sebagai Ketua DPM FIB 2014. Calon tunggal dari jurusan Sastra Indonesia ini mampu meraih lebih dari 50% suara dari total pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Padahal, bisa saja pemilih tidak memilih calon yang tidak memiliki pesaing tersebut. Namun, berkat usaha dan kerja keras semua pendukung dapat meyakinkan warga FIB UI untuk memilih Alzhou.

Sama seperti proses pemilihan umum lainnya, tahap awal Pemira FIB UI adalah dengan mengadakan verifikasi calon yang telah mendaftar. Setelah melewati tahap verifikasi, pasangan calon ketua BEM FIB UI dan calon ketua DPM UI melakukan kampanye untuk menggalang suara di hari pencoblosan.

Image

Keterangan: Nobi (kiri), Alzhou (depan), Reyhan (tengah), dan Ausof (kanan) saat melakukan kampanye di selasar gedung IX FIB UI.

Suasana pesta demokrasi mahasiswa FIB UI ini sangat terasa di setiap lorong dan papan pengumuman. Bagaimana tidak, setiap pasangan calon membuat poster dan flyer yang menunjukkan visi dan misi pencalonan. Bahkan, setiap pasangan calon membuat satu spanduk besar di depan gedung IX agar dapat merebut hati warga FIB UI.

Dengan adanya Pemira ini, setiap pasangan calon tidak hanya belajar mengatur strategi dan membuat usaha kreatif untuk mencapai tujuan. Lebih dari itu, setiap pasangan calon juga belajar untuk bersikap sportif dan melakukan persaingan secara sehat. Dari aspek tersebut saja, setiap pasangan calon sudah mendapat tambahan keuntungan nilai yang di dapat diri sendiri. Hal ini menunjukkan keberhasilan nilai demokrasi yang dijunjung di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.

Usaha maksimal dengan tidak saling menjatuhkan sesama pasangan calon yang dilakukan tidak juga dapat menggerakkan semua warga FIB UI untuk peduli terhadap Pemira ini. Masih ada saja warga FIB UI yang tidak acuh dengan tidak menggunakan hak pilihnya. “Total data di DPT itu harusnya sekitar 3000an suara tapi total yang menggunakan hak pilihnya hanya sekitar 1200an,” kata Dwiata Chandra, salah satu panitia Pemira.

Entah apakah cara yang dilakukan untuk menarik kepedulian yang dilakukan setiap pasangan calon kurang menarik. Atau memang keapatisan warga FIB UI yang sudah mengakar dan susah diubah. Pastinya, kebebasan memilih pemimpin yang dulu tidak bisa dilakukan semua orang sangat sayang untuk dilewatkan.

“Animo nya sih baik, memang banyak warga fib yang masih antipati terhadap BEM dan DPM beserta kepengurusannya, tapi menurut saya sih itu wajar karena memang toh kita disini juga masih belajar kan dalam berorganisasi jadi mungkin kurang terlihat kinerjanya makanya banyak yang tidak peduli karena emang gak tau,” ungkap penanggung jawab acara Pemira FIB UI.

Meskipun demikian, proses Pemira FIB UI mulai dari verifikasi hingga penghitungan suara berjalan lancar. Tidak ada kendala yang mengganggu atau menghambat pesta demokrasi ala mahasiswa ini. Semua jadwal terlaksana sesuai dengan waktu yang ditentukan. Bahkan, begitu semangatnya panitia Pemira FIB UI ini, penghitungan suara dilakukan dari jam 8 malam hingga 1 pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 14, 2014 by in Artikel.
%d bloggers like this: