Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Resensi Buku Karena Kita Tidak Kenal

Resensi Buku Karena Kita Tidak Kenal

Buku ini adalah kumpulan cerita pendek (cerpen) yang memiliki satu tema besar, yaitu orang asing. Dalam kumpulan cerpen karya Farida Susanty ini tema orang asing dilihat dari berbagai sudut pandang. Buku ini mempunyai 16 cerpen yang berbeda satu sama lain, tetapi memiliki kesamaan garis besarnya. Disini pengarang mencoba menggambarkan arti dari orang asing. Penggambaran tersebut bermacam-macam, ada yang mengartikan orang asing itu adalah orang yang patut dijauhi dan ada pula yang mengartikan orang asing sebagai orang yang berharga. Judul dari 16 cerpen tersebut adalah Bagaimana Cara Menarik Orang Asing, Joker, Siapa, Selamat Ulang Tahun, Rahasia, Culik, Tuhan, Pemakaman, Pada Suatu Hari, di Sebuah Jalan, Malaikat, Yang Diuntit, Musik, WWS, Pandangan Pertama, Alice in Wonderless Land, dan Halo.

Dari ke-16 cerpen di atas, hanya ada dua cerpen yang menurut saya bagus. Cerpen itu adalah Selamat Ulang Tahun dan Culik. Cerpen yang berjudul Selamat Ulang Tahun menceritakan tentang surat ulang tahun dari ayah kepada anaknya. Dari surat tersebut dijelaskan bagaimana kisah hidup sang ayah dan anak mulai kecil hingga dewasa. Sang anak yang bernama Misa digambarkan sebagai orang asing yang selalu berbeda-beda di setiap perkembangan umurnya. Ayahnya menyadari hal tersebut melalui kumpulan foto yang tersimpan. Meskipun ayahnya sekarang tengah berada dipanti jompo, tetapi kasih sayang ayah kepada anaknya tidak akan putus. Namun, saat surat ini dituliskan sang anak sedang dalam masa terpuruk. Melihat hal tersebut sang ayah mengirimkan nasihat semangat untuk menjadi orang lain lagi yang lebih baik daripada Misa yang sekarang walaupun hubungan mereka telah terputus sejak Misa berumur 18 tahun.

Berbeda dengan cerpen di atas, cerpen yang berjudul Culik mengisahkan tentang penculikan anak dari sudut pandang penculik. Sang penculik yang awalnya merupakan pegawai kantor biasa harus menelan pil pahit kehidupan. Kehidupan yang tidak diinginkan oleh siapapun itu harus dialaminya. Alhasil, hutang dan tuntutan ekonomi mendesak sang penculik untuk melakukan sesuatu yang dapat menghasilkan uang. Namun, kebaikan hati penculik membuatnya tidak bisa melakukan penculikan tersebut dengan mulus. Anehnya pula, anak yang diculik tidak melakukan perlawanan terhadap penculik. Bahkan, ketika penculik ingin melepaskan anak itu pada malam harinya yang belum genap satu hari itu anak tersebut tidak mau pulang. Banyaknya tekanan psikis dari orang tua, terutama oleh ayah sang anak membuat anak merasa tertekan. Hal tersebut yang membuat anak tidak ingin diantar pulang oleh sang penculik. Kelembutan dan kebaikan hati Penculik membuat anak tersebut nyaman. Meskipun sang anak tidak berkomentar apa-apa di pengadilan, tetapi sang penculik tahu bahwa anak tersebut butuh dilindungi.

Berdasarkan dua cerpen di atas, keduanya memiliki kesamaan selain tema. Kesamaan tersebut adalah sama-sama melibatkan perasaan yang mendalam. Kasih sayang ayah yang tulus dan tidak berharap timbal balik serta perasaan tulus penculik yang mengetahui penderitaan sang anak adalah bagian-bagian yang menarik untuk dibaca. Pesan moral yang ingin disampaikan pun terlihat jelas dan merupakan hal kecil yang penuh arti. Hal tersebut berbeda dengan cerpen yang lainnya. Cerpen lainnya agak maksa dan tidak terlalu jelas walaupun ada pula keterkaitan dengan orang asingnya.

Cerpen yang paling tidak jelas adalah cerpen yang berjudul Yang Diuntit dan Halo. Ketidakjelasan cerpen Yang Diuntit terlihat dari ketidapahaman saya terhadap isi dan maksud dari cerpen ini. Menurut saya tidak ada korelasi antara awal dan akhir cerpen. Terlebih lagi, tidak ada penjelasan kenapa tiba-tiba akhir cerpennya demikian. Apalagi cerpen yang berjudul Halo yang menurut saya juga tidak jelas. Saya mengerti isi dan maksud ceritanya, tetapi saya hanya tidak paham carnya saja. Jika memang ingin kenalan kenapa harus merusak kaca dan mengobrak-abrik kamar. Lagipula tiba-tiba yang mau mengajak kenalan marah-marah. Akhir ini kurang masuk akal bagi saya.

Namun, secara keseluruhan kumpulan cerpen ini menarik dan patut dibaca. Hal tersebut disebabkan banyak arti dari ‘orang lain’ yang diulas disini. Mungkin kita tidak menyadarinya sebelum membaca. Setidaknya, wawasan akan bertambah juga tentang sudut pandang. Bagaimana setiap tokoh menceritakan dan mengetahui arti dari ‘orang lain’ tersebut. Variasi cara mengetahui arti orang lain tersebut menambah pula referensi pembaca jika ingin mengulas atau menulis sebuah cerita pendek maupun novel.

Daftar Pustaka
Susanty, Farida. 2013. Karena Kita Tidak Kenal. Jakarta: Grasindo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 17, 2014 by in Resensi Novel.
%d bloggers like this: