Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Resensi Novel Refrain

Novel Refrain ditulis oleh pengarang muda berbakat dan produktif, yaitu Wina Efendi. Tidak hanya Refrain, novel Wina Efendi yang juga telah saya baca adalah series Glam Girls yang berjudul Unbelievable (kalau tidak salah karena sudah lama membacanya). Novel yang tergolong ke dalam sastra populer ini berbeda dengan novel yang memiliki genre yang sama. Novel terbitan Gagas Media ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang sahabat dari kecil yang tanpa sadar saling menyukai satu sama lain. Namun, kedekatan hubungan persahabatan yang sudah terjalin dari kecil membuat keduanya tidak menyadari hal tersebut. Kedekatan hubungan keduanya juga terlihat dari kedekatan rumah Nata dan Niki yang hanya berseberangan. Tipe rumah di kompleks tanpa pagar yang biasa dihuni oleh masyarakat golongan menengah ke atas melekat dengan tipe rumah Nata dan Niki. Meskipun kedua orang tuanya tidak terlalu disebutkan di dalam novel, tetapi dari paparan yang ada menjelaskan bahwa orang tua keduanya sibuk dan sudah saling menganggap keduanya saudara. Perlakuan yang intim tersebut terlihat pula dari kebebasan Niki memasuki rumah Nata dan begitu juga sebaliknya.

Konflik dimulai ketika Nata dan Niki memasuki SMA Harapan. Tidak hanya merasa aneh dengan perasaan yang dimiliki Nata kepada Niki, tetapi juga perkembangan fisik keduanya yang telah memasuki tahap puber. Ketertarikan dengan lawan jenis pun mulai merasuki keduanya. Nata semakin lama semakin menyadari perasaan aneh dan terikatnya kepada Niki. Lain halnya dengan Nata, Niki tidak menyadari adanya hubungan batin yang terikat dengan Nata dan mengejar berbagai ketertarikan pada dunia cheers dan geng populer. Niki pun berhasil mendapatkan hal yang ia inginkan, yaitu menjadi anggota cheers dan menjadi geng populer. Padahal, ketertarikannya tersebut nantinya akan menyebabkan kepahitan dalam hidup Niki. Hal tersebut terbukti dan terlihat dari bertemunya Niki dengan Oliver, seorang kapten tim basket SMU Pelita yang menjadi lawan tanding SMU Harapan.

Munculnya tokoh Annalise membuat Nata mengetahui perasaan aneh yang dirasakannya kepada Niki. Annalise yang juga bisa dibilang populer dan terkenal karena cantik, bertampang indo alias bule, dan anak dari seorang model terkenal, Vidia Rossa. Meskipun demikian, Annalise tidak gampang terbujuk oleh ajakan geng gaul untuk mengajaknya menjadi bagian dari mereka. Latar belakang Annalise yang suka berpindah-pindah sekolah mengikuti jejak karier ibunya membuatnya tidak terlalu terbuka dengan sembarang orang. Namun, Annalise membuat pengecualian terdapat dalam diri Nata dan Niki. Berkat dua sahabat barunya itu Annalise berhasil mengungkapkan hal yang selalu ditutupinya dari ibunya. Annalise pun menaruh perasaan kepada Nata, tetapi Annalise tahu bahwa Nata menyukai Niki. Perasaan sakit hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan tidak menghalangi Annalise membantu Nata mengungkapkan perasaannya kepada Niki.

Perasaan Nata terhadap Niki pun diketahui Niki ketika sudah menjadi pacar Oliver. Tidak enak telah menolak Nata, Niki menjauhi Nata dan Annalise walaupun hati kecilnya tidak menginginkan hal tersebut. Belakangan diketahui bahwa Oliver membuat Niki kecewa dan sakit hati. Nata pun datang membantu Niki yang sedang terpuruk. Penyesalan datang dari Niki karena telah menjauhi Nata dan Annalise. Padahal dua sahabat itulah yang memang tulus kepadanya, tidak seperti teman-teman dari geng gaul yang ternyata palsu. Namun, penyesalan Niki tidak berhenti sampai disitu saja. Niki juga harus mengalami penyesalan ketika Nata diterima di sekolah musik New York, Amerika. Tanpa sadar ternyata Niki menyukai Nata dan terlihat dari keterikatan batin yang dimiliki keduanya. Cinta yang datang terlambat tersebut terpaksa harus mengikhlaskan Nata pergi untuk mengejar mimpinya dibidang musik. Akhirnya, impian mereka pun terwujud, yaitu Annalies menjadi fotografer terkenal dan Niki menjadi guru di sekolahnya terdahulu. Kepulangan Nata dari New York menjadi awal kisah cinta sepasang sahabat yang telah lama kenal tersebut.

Kisah cinta anak muda yang telah lama bersahabat mungkin telah lama kita dengar dan tidak asing lagi. Namun, Wina Efendi mengemas itu menjadi sesuatu yang baru dan menarik. Meskipun banyak pula kejadian-kejadian yang memang klise dan terkesan “populer banget”, tetapi pengarang dapat menggiring pembaca melalui gaya penulisannya yang mudah dipahami. Jujur, saya merasa gemas sendiri dengan tokoh Nata. Padahal, pengarang merupakan seorang perempuan dan pengarang ini mengerti bagaimana perasaan laki-laki yang bisa dibilang introvert. Cerita novel ini bagus dan terus membuat penasaran saya sebagai pembaca walaupun sudah akan ketebak akhir ceritanya. Saya mulai membaca novel ini pagi pukul 08.00 WIB dan selesai pada pukul 16.00 WIB. Hal tersebut sangat jarang saya lakukan. Biasanya, saya menghabiskan waktu paling tidak empat sampai enam hari untuk membaca novel. Terlebih melihat jumlah halaman berjumlah 317 membuat saya juga kaget telah menyelesaikan novel itu dengan cepat.

Setelah membaca novel ini saya menjadi tahu alasan kenapa novel ini sampai diangkat menjadi sebuah film. Dengan judul yang sama, tokoh Nata diperankan Afgan dan tokoh Niki diperankan Maudy Ayunda. Namun, saya hanya mengetahui sekilas melalui trailer film tersebut. Saya belum pernah menonton film Refrain karena saya juga baru tahu di situs website afgan yang iseng-iseng saya lihat. Awalnya, saya ingin menonton film tersebut karena dibintangi oleh Afgan karena saya penggemar Afgan. Penayangan film yang sudah terlewat lama dan saya tidak menyadarinya membuat film tersebut hanya bisa di unduh, tetapi kesibukan dan kuota paket internet menghalangi langkah saya mengunduh film tersebut. Kebetulan teman ada yang punya novelnya, maka saya meminjam bukunya. Di dalam penulisan novelnya banyak sekali typo atau kesalahan pengetikan yang agak mengganggu kelancaran membaca saya. Kesalahan pengetikan tersebut tidak terlalu berarti dan masih bisa ditangkap maksud katanya. Meskipun demikian, sangat disayangkan penerbitan besar, seperti Gagas Media terlebih lagi editornya tidak cermat dalam melihat beberapa kesalahan kecil tapi berarti. Untungnya, jalan cerita yang bagus dapat menutupi kesalahan kecil tersebut.

Daftar Pustaka

Efendi, Winna. 2009. Refrain. Jakarta: Gagas Media.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 18, 2014 by in Resensi Novel.
%d bloggers like this: