Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Hidup Sehat Menjaga Lingkungan

Bumi mempunyai suhu yang sesuai bagi kehidupan makhluk hidup akibat dari adanya efek rumah kaca. Adanya efek rumah kaca sebagai lapisan bumi menjaga suhu yang ada di bumi. Jika tidak ada efek rumah kaca ini, maka panas matahari yang dipantulkan ke bumi tidak akan diserap. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap kehidupan di muka bumi ini. Suhu di bumi tidak akan sesejuk sekarang dan panas yang dihasilkan oleh sinar matahari akan berkali-kali lipat panasnya. Dengan demikian, efek rumah kaca mempunyai andil yang besar terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi.

Di dalam atmosfer, bumi memiliki berbagai jenis gas yang dapat meneruskan sinar matahari yang bergelombang pendek menyinari permukaan bumi. Hal tersebut akan membuat permukaan bumi menjadi panas, tetapi permukaan bumi juga ikut memantulkan sinar matahari yang diterimanya.  Menurut hukum fisika, panjang gelombang sinar yang dipancarkan sebuah benda tergantung pada suhu benda tersebut. Maksudnya, semakin tinggi suhunya akan semakin pendek gelombangnya. Matahari dengan suhu yang tinggi akan memancarkan sinar dengan gelombang yang pendek. Namun, permukaan bumi dengan suhu yang rendah akan memancarkan sinar dengan gelombang panjang, yaitu sinar inframerah. Sinar inframerah dalam atmosfer akan terserap oleh gas tertentu sehingga tidak terlepas ke luar angkasa. Panas sinar tersebut terperangkap di dalam lapisan bawah atmosfer yang disebut troposfer. Suhu udara di troposfer pun naik sebagai akibat dari permukaan bumi. Peristiwa tersebut disebut dengan istilah efek rumah kaca.

Namun, bila sinar panas yang dipantulkan permukaan bumi semakin tinggi, maka sinar panas yang ditampung oleh troposfer juga akan semakin tinggi. Hal tersebut akan berakibat pada panasnya suhu di bumi karena sinar panas tersebut tidak terlepas di luar angkasa dan justru terperangkap di dalam bumi. Sinar panas yang dipantulkan dari permukaan bumi ke troposfer tidak hanya berasal dari sinar matahari saja, tetapi juga disebabkan oleh berbagai faktor lain. Faktor lain tersebut adalah meningkatnya karbon dioksida di udara yang berasal dari kebakaran hutan, asap pembakaran pabrik, dan lain sebagainya. Selain itu, maraknya penebangan hutan secara liar juga ikut menambah sinar panas yang dipantulkan permukaan bumi. Hal tersebut disebabkan hutan sebagai paru-paru dunia penyumbang oksigen bagi kehidupan makhluk hidup semakin sedikit. Menurut Scneirder (1989), jika keadaan tersebut terus berlangsung, maka pada abad yang akan datang suhu udara permukaan bumi akan naik antra 2,3 C sampai 7,0 C. Kenaikan ini terlihat kecil, tetapi dampak yang akan ditimbulkan akan sangat besar. Selain itu, Falk dan Brownlow (1989) juga menambahkan bahwa efek rumah kaca mempunyai pengaruh atas naiknya sinar UV-B yang dapat mencapai bumi. Hal tersebut akan berakibat pada naiknya frekuensi penyakit kanker kulit, katarak dan menurunnya kekebalan tubuh manusia.

Tidak hanya itu, dampak lain dari sinar panas permukaan bumi ini adalah curah hujan akan bertambah di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi, seperti di Jakarta, Bogor, Bekasi, dan sekitarnya.Intensitas curah hujan yang tinggi akan menyebabkan banjir dan meningkatkan erosi. Sementara itu, di sisi lainnya sinar panas permukaan bumi juga akan mengakibatkan masalah kekurangan air, seperti di Nusa Tenggara Timur. Di lain pihak, es abadi di benua Antartika dan pegunungan es meleleh. Hal tersebut akan mengakibatkan naiknya volume air laut. Binatang dan tumbuhan yang terbiasa hidup di suhu dingin akan punah karena habitatnya terganggu. Pulau-pulau kecil juga akan banyak yang tenggelam karena air laut lebih tinggi dibandingkan permukaan tanah. Penyebab lainnya adalah kenaikan air laut juga dapat disebabkan turunnya permukaan tanah sebagai akibat dari proses geologi. Akibat yang sangat besar tersebut harus segera ditangani dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan. Jika tidak, maka akibat yang muncul akan lebih besar dan mengancam makhluk hidup. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas beberapa upaya atau langkah yang dapat mengurangi sinar pantulan permukaan bumi agar suhu di bumi tidak semakin panas lagi.

Banyak sekali pembahasan tentang mengurangi dampak dari suhu bumi yang semakin panas ini. Bahkan, PBB telah menggelar sebanyak tiga kali rapat persetujuan internasional, yaitu pada tahun 1992 Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, tahun 1997 Protokol Kyoto, Jepang, dan tahun 2007 KTT Climate Change di Bali, Indonesia. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) juga menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Dalam hal ini, usaha untuk mengurangi emisi karbon ke atmosfer tersebut adalah dengan menaikan efesiensi penggunaan energi bahan bakar fosil, mengikat dan mendaur ulang C02, pengendalian pemanfaatan hutan, dan peningkatan reboisasi dan penghijauan. Selain itu, peran pemerintah dalam membuat kebijakan juga penting untuk mengendalikan berbagai usaha yang dapat menambah emisi karbon ke atmosfer. Hal tersebut diungkapkan dalam KTT Climate Change di Bali. Kebijakan yang secara nyata atau implisit dapat menyediakan nilai terhadap karbon. Kemudian kebijakan yang demikian juga dapat merangsang produsen maupun konsumen berinventasi secara signifikan dalam produk, teknologi dan proses yang ramah lingkungan.

Sebenarnya, usaha menanggulangi akibat yang lebih besar dari sinar permukaan bumi tidak harus besar seperti yang telah diutarakan di atas, tetapi usaha tersebut dapat dilakukan mulai dari diri sendiri dan dari hal kecil. Gaya hidup yang ramah lingkungan tidak hanya akan menjaga lingkungan, tetapi juga membuat hidup menjadi lebih sehat. Banyak sekali hal yang kecil tanpa disadari dapat meningkatkan sinar permukaan bumi. Misalnya, menggunakan kendaraan pribadi padahal bisa menggunakan kendaraan umum, sering membeli makanan dan minuman kemasan atau memakai plastik, dan pasif dalam menyebarkan informasi tentang lingkungan atau bahkan tidak pernah terlibat dalam gerakan menjaga lingkungan. Meskipun tidak ada peraturan tertulis seharusnya setiap manusia sudah harus sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Penggunaan kendaraan memang lebih enak dan nyaman menggunakan kendaraan pribadi. Pemakaian kendaraan pribadi juga bisa meningkatkan status sosial di masyarakat. Namun, jika semua orang akan berpikir demikian, maka bisa dipastikan satu orang akan menggunakan satu mobil bila mampu. Padahal, bisa saja tidak menggunakan kendaraan pribadi dan menggunakan kendaraan umum. Tidak hanya akan hemat biaya, penggunaan kendaraan umum juga akan mengurangi kemacetan di ibukota yang semakin lama semakin parah. Lebih dari itu, langkah kecil menggunakan kendaraan umum juga akan membuat pemakaian minyak bumi tidak boros. Penggunaan minyak bumi yang sedikit akan mengurangi gas buang kendaraan pula di udara. Hal tersebut akan berimbas pada sinar permukaan bumi yang diarahkan ke atmosfer akan sedikit. Suhu udara di bumi tidak akan terlalu panas dan makhluk hidup masih tetap hidup di habitatnya masing-masing.

Jika jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh juga tidak ada salahnya menggunakan sepeda untuk beraktivitas. Gerakan bike to work atau bike to school akan sangat membantu menjaga kestabilan suhu bumi. Budaya yang demikian yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat, khususnya masyarakat daerah perkotaan. Manfaat lainnya dari penggunaan sepeda juga tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga akan berpengaruh terhadap kesehatan. Setiap kayuhan sepeda yang dilakukan akan membuat orang yang menaiki sepeda tersebut akan merasa bugar. Secara tidak langsung, orang yang menaiki sepeda termasuk orang yang sedang berolahraga pula. Tidak perlu repot-repot merencanakan olahraga lagi jika menggunakan sepeda karena bersepeda sama dengan berolahraga.

Kemudian usahakan sebisa mungkin jika ingin bersekolah atau bekerja membawa bekal dari rumah termasuk tumbler atau tempat minum. Tentu saja, makanan rumah sudah dapat dipastikan kehigienisan dan kebersihannya karena kita sendiri tahu bagaimana cara mengolah makanan tersebut. Bandingkan dengan makanan yang ada di luar, seperti di kantin atau tempat makan pinggir jalan yang kita tidak tahu kebersihannya. Jika tidak berhati-hati bisa saja penyakit akan datang menyerang dan menganggu rutinitas harian. Lagi-lagi, gaya hidup yang demikian akan menguntungkan dari segi finansial karena dapat menghemat pengeluaran bulanan. Terlebih lagi jika membawa tempat minum sendiri. Keadaaan siang hari yang panas membuat orang akan mudah haus. Kebutuhan akan air sangat penting untuk tubuh, jika kekurangan tubuh akan mengalami dehidrasi. Meskipun akan membawa beban yang lumayan berat untuk tempat minum, tetapi hal tersebut sebanding dengan kemudahan kita minum tanpa harus membeli di warung atau kantin.

Di samping itu, dengan membawa tempat makan dan minum sendiri dari rumah, kita juga ikut mengurangi pemakaian bungkusan atau plastik. Pemakaian bungkusan atau plastik yang berlebihan akan berdampak kepada menumpuknya sampah. Padahal, tahap akhir dalam pembuangan sampah adalah dengan cara dibakar. Pembakaran sampah tersebut akan membuat karbondioksida meningkat di udara. Peningkatan karbondioksida juga akan menambah sinar panas permukaan bumi ke atmosfer yang berujung kepada peningkatan suhu bumi dan kerusakan ekosistem. Tidak hanya dapat menjaga lingkungan, penggunaan tempat makan dan minum dari rumah juga membuat tubuh menjadi lebih sehat dan lebih terkontrol. Penyakit pun akan tidak mudah menyerang tubuh.

Selain hal yang telah disebutkan di atas, jika ingin lebih berkontribusi untuk menjaga lingkungan dapat dilakukan dengan ikut terlibat dalam gerakan lingkungan. Tidak harus ikut terjun lapangan dalam penanganan lingkungan, hanya membantu menyebarkan informasi saja sudah dapat dikatakan sebagai usaha menjaga lingkungan. Apalagi jika aktif langsung dan terlibat di lapangan.  Bahkan, bisa juga kontribusi dilakukan dengan menjadi panitia untuk membuat acara yang pro terhadap lingkungan. Misalnya, menjadi panitia Greenpreneurship Challenge yang merupakan program Unesco Youth Desk atau kegiatan sejenis yang menguntungkan lingkungan. Program tersebut dibuat untuk membuat para generasi muda membuat bisnis yang ramah lingkungan sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan PBB. Tidak hanya membuat bisnis ramah lingkungan, tetapi juga membuat bisnis tersebut memiliki dampak positif yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi lingkungan dan manusia itu sendiri.

Meskipun tidak langsung menjaga lingkungan dalam arti yang sebenarnya, tetapi menjadi bagian dari penggerak perubahan juga membantu menerapkan berbagai hal yang positif di bumi ini. Intinya, berbagai perbuatan apapun asal bertujuan untuk mendukung menjaga lingkungan sangat dianjurkan dilakukan oleh semua masyarakat. Semua orang mempunyai kemampuan dan kreativitas tersendiri dalam menyalurkan bantuan tersebut. Jangan hanya terpaku oleh aktivitas yang itu-itu saja karena belum tentu hal yang telah dilakukan membawa dampak yang besar. Bisa saja, ide-ide yang berbeda dari biasanya dapat membawa dampak yang lebih besar dan berkepanjangan. Jadi, jangan takut untuk berbuat kebaikan apalagi kebaikan tersebut dilakukan untuk kepentingan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 20, 2014 by in Artikel.
%d bloggers like this: