Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Gerakan Sayang Hewan Kurang Mewabah

Pemanasan global telah meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Banyak sekali kegiatan atau usaha pelestarian lingkungan yang dilakukan masyarakat maupun pemerintah. Bahkan, banyak pula bermunculan komunitas pecinta lingkungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, semakin berkurangnya habitat dan kelangkaan hewan karena maraknya penebangan hutan liar kurang menimbulkan perhatian yang sama dari masyarakat. Ketimpangan perhatian tersebut membuat dunia fauna agak tersisihkan dibandingkan dunia flora.

Hal tersebut membuat keprihatinan tersendiri untuk dunia fauna yang juga merupakan makhluk hidup. Hewan layaknya manusia dan tumbuhan adalah makhluk hidup yang saling ketergantungan satu sama lain. Semua itu membentuk sebuah mata rantai yang tidak dapat dipisahkan. Jika salah satu aspek hilang, rantai tidak dapat berputar sesuai porosnya. Bila rantai tersebut tidak berputar, maka akan ada beberapa aspek lain yang akan ikut hilang.

Begitu juga dengan dunia fauna, sistem perputaran kehidupan makhluk hidup yang ada harus diputar untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Pelestarian dan perlakuan yang sama harus diberlakukan pada semua makhluk hidup. Pelestarian tidak akan efektif jika hanya dibebankan atau dilakukan pada satu aspek saja. Mungkin sekarang efek dari kurang melestarikan hewan belum dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi cepat atau lambat efek tersebut akan muncul.

Sebelum hal buruk terjadi, tidak ada salahnya mulai melakukan pelestarian hewan. Tidak harus melakukan hal atau tindakan dalam skala besar untuk melestarikan hewan, tetapi tindakan kecil pun dapat menyumbang pelestarian ini. Terlebih lagi, tidak perlu memelihara hewan sebagai tanda bukti sayang dan peduli kepada salah satu makhluk ciptaan Tuhan ini. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah memberi makan hewan dan tidak memperlakukan hewan dengan kasar.

Tindakan sederhana tetapi berarti tersebut ternyata telah dilakukan oleh komunitas pecinta fauna di Universitas Indonesia (UI). Komunitas pecinta fauna atau yang biasa disebut Garda Satwa merupakan komunitas yang sudah tersebar di seluruh Jakarta. Salah satu kegiatan dari komunitas ini adalah memberikan makanan kepada kucing yang banyak bertebaran di kampus. Makanan kucing tersebut pun dibagikan secara gratis kepada anggota komunitas.

Kegiatan dari komunitas tersebut patut diapresiasi dalam rangka melestarikan hewan. Kendala makanan hewan yang tergolong mahal tidak menjadi penghalang komunitas ini membagikan makanan yang sesuai dengan hewan, terutama hewan liar. Apalagi, pembagian makanan hewan tersebut dibagikan secara gratis untuk menunjang gizi hewan liar yang tidak menentu, seperti kucing.

Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor juga tidak ingin ketinggalan dalam melestarikan dan menunjukan kepedulian terhadap hewan. Sesuai dengan ranah keilmuan, mahasiswa kedokteran hewan IPB mengadakan kegiatan bernama Pet Care Day. Acara tahunan ini diselenggarakan atas bentuk  kepedulian terhadap dunia hewan. Acara ini terdiri dari pertunjukan musik, berbagai stand komunitas pecinta  hewan, dan konsultasi gratis dari dokter hewan.

Tidak hanya itu, adanya perhatian terhadap hewan juga dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Profauna Indonesia. LSM ini merupakan lembaga independen nonprofit berjaring internasional yang bergerak di bidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya. Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh lembaga ini, seperti kampanye, penyuluhan, penyelamatan, dan investigasi. Bahkan, lembaga ini juga membuat majalah yang sekaligus menjadi media informasi Profauna Indonesia.

Meskipun demikian, kegiatan penyelamatan dan pelestarian hewan hanya berpusat di beberapa daerah saja, seperti Jakarta dan Bogor. Hal yang sama masih belum terlihat dilakukan di beberapa daerah lainnya di Indonesia. Hal tersebut sangat disayangkan karena tujuan kegiatan pelestarian hewan yang sangat bagus dan banyak manfaat tidak diikuti dengan banyaknya perhatian masyarakat. Berbeda dengan pelestarian lingkungan yang menjalar cepat bagai angin di seluruh daerah di Indonesia.

Pemerintah pun tidak melakukan tindakan atau upaya dalam melestarikan hewan. Dalam hal ini, pemerintah hanya sibuk melakukan pencitraan dengan menggiatkan pelestarian lingkungan dan lupa akan pelestarian hewan. Padahal, pelestarian hewan dan lingkungan merupakan dua hal yang sama penting. Bahkan, kampanye atau iklan dari pemerintah terkait pelestarian hewan pun tidak terdengar.

Kasus banyaknya hewan yang mati di Kebun Binatang Surabaya pun belum menggugah perhatian petinggi negara. Berita tersebut tidak mengguat dan berlalu begitu saja. Bila pemerintah tidak melakukan kegiatan pelestarian hewan terlebih dahulu, masyarakat juga tidak akan tertular kegiatan yang positif tersebut. Bagaimanapun pemerintah masih menjadi patokan masyarakat dalam melakukan sesuatu. Oleh karena itu, kesadaran pemerintah harus dibentuk agar kesdaran masyarakat juga ikut terbentuk dalam melestarikan hewan.

3 comments on “Gerakan Sayang Hewan Kurang Mewabah

  1. Suha Aisyah
    February 10, 2016

    Apa yang saya pikirkan juga sama, dan saya akan mencoba membangun komunitas penyayang hewan dan perilaku yang layak yang bisa kami sosialisasikan ke masyarakat. Menunggu pemerintah tetapi tidak ada gerakan hanya akan membuat pikiran ini semakin terpendam.

    • IKO
      March 6, 2016

      Jangan menunggu pemerintah. Gak akan jalan itu mah. Ayo mulai kumpulkan masa untuk membangun komunitas penyayang hewan di dekat rumahmu ehehehe

  2. Roy_Orsa
    May 15, 2016

    setuju dengan artikel ini dan komen2 dri kawan2.. utk komunitas memang sangat sedikit. saya jg tdk tau apakah di jateng ada komunitasnya? sebenarnya bisa saja komunitas nya menyebar keseluruh nusantara tapi permasalahannya kurang keseriusan dan tentunya dukungan dari pemerintah juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 23, 2014 by in Artikel.
%d bloggers like this: