Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pengajaran Bahasa Sebagai Langkah Awal Menumbuhkan Semangat Nasionalisme

Sekarang ini, masyarakat Indonesia seperti kehilangan semangat nasionalisme yang dulu digadang oleh para proklamator kemerdekaan. Hal tersebut disebabkan tingginya tingkat globalisasi yang merasuki masyarakat Indonesia. Tingginya tingkat globalisasi tersebut membuat masyarakat Indonesia lebih suka memelajari bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Hal tersebut terlihat dari menjamurnya lembaga kursus bahasa Inggris. Selain itu, orang yang menggunakan bahasa Inggris juga dipandang tinggi oleh masyarakat dibandingkan bahasa Indonesia. Hal tersebut tercermin dari masyarakat yang mencampurkan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam percakapan formal maupun informal. Padahal, bahasa dapat mencerminkan sikap nasionalisme seseorang. Jika seseorang menempatkan bahasa Indonesia urutan kedua setelah bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa, maka dapat dipastikan semangat nasionalisme yang dimiliki rendah.  

Tidak hanya itu, rendahnya semangat nasionalisme juga dapat dilihat di daerah perbatasan Indonesia. Dalam hal ini, pemakaian bahasa di daerah perbatasan lebih condong kepada bahasa negara tetangga. Hal tersebut disebabkan rendahnya pengajaran bahasa Indonesia di daerah perbatasan, terutama sumber daya guru. Selain itu, masyarakat perbatasan juga lebih sering berinteraksi dan berkomunikasi dengan negara tetangga untuk menjual hasil pertanian. Bahkan, mata uang yang dipakai masyarakat perbatasan bukan rupiah, melainkan mata uang negara tetangga. Jika hal tersebut dibiarkan tanpa adanya tindakan yang serius, maka masyarakat perbatasan akan kehilangan semangat nasionalisme. Hal tersebut akan berimbas pada pindahnnya kewarganegaraan masyarakat perbatasan karena negara tetangga lebih memerhatikan dibandingkan Indonesia.

Sebenarnya, bukannya masyarakat tidak mau memelajari bahasa Indonesia, tetapi tenaga pengajar bahasa yang kurang memadai. Pengajaran bahasa Indonesia terkesan dianggap ringan. Hal tersebut disebabkan bahasa Indonesia digunakan sejak lahir dalam keseharian. Dalam hal ini, tidak ada upaya serius yang dilakukan pemerintah untuk mengubah paradigma yang keliru tersebut. Pengajaran bahasa Indonesia yang sering dilakukan oleh tenaga pengajar yang kurang memadai membuat semangat nasionalisme rendah. Hal tersebut membentuk sebuah mata rantai

Untuk itu, masyarakaat perlu diberikan pengajaran bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Meskipun pengajaran bahasa tidak mengajarkan semangat nasionalisme dalam arti yang sebenarnya, tetapi dengan memelajari bahasa akan tumbuh juga kecintaan terhadap bahasa yang dipelajari. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang dilakukan masyarakat akan membuat bahasa Indonesia tidak terpinggirkan oleh bahasa lainnya. Hal tersebut akan mempunyai dampak kepada tingginya penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat. Jika penggunaan bahasa Indonesia sudah tinggi, maka masyarakat tidak akan gampang tergerus oleh arus globalisasi. Secara tidak sadar, penggunaan bahasa Indonesia yang tinggi akan membuat semangat nasionalisme juga tinggi.   

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 29, 2014 by in Artikel.
%d bloggers like this: