Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Partisipasi Mahasiswa dalam Memajukan Daerah

Pembicara pembekalan kali ini (11/05) diisi oleh Bapak Wahyu Cahyono dari Pusat Krisis Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pada kesempatan ini, ia memaparkan bahwa perubahan tingkah laku terjadi akibat dari adanya kesenjangan antara harapan dengan realita atau kenyataan. Perbedaan tersebut terbentuk untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Jika lingkungan di sekitarnya menuntut seseorang berperilaku baik, seseorang yang belum berperilaku baik akan mengubah perilakunya menjadi baik agar dapat diterima oleh masyarakat. Bisa juga, seseorang yang berperilaku baik yang berada di lingkungan yang mayoritas atau dominan berperilaku buruk akan berperilaku buruk pula supaya diterima masyarakat sekitarnya. Jika hal tersebut sampai terjadi di kehidupan nyata, maka perubahan perilaku tersebut akan sangat disayangkan. Hal tersebut disebabkan jika seseorang yang buruk ke lingkungan baik akan menjadi baik adalah suatu kemajuan, tetapi jika keadaannya terbalik, yaitu seseorang yang baik berada di lingkungan yang buruk akan menjadi buruk adalah suatu kemunduran bagi orang yang mengalaminya. Perubahan ke arah yang lebih buruk tidak dapat ditampis begitu saja. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya kenyataan yang tidak selamanya sesuai dengan harapan yang baik atau ideal.

 

Untuk itu, banyak upaya yang dilakukan pemerintah maupun kalangan akademis untuk menanggulangi kasus atau kemungkinan kondisi yang menyebabkan suatu daerah atau seseorang mengalami kemunduran. Salah satu program yang bertujuan membangun masyarakat untuk mengalami kemajuan adalah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (K2N). Dalam hal ini, program K2N dilakukan oleh kalangan mahasiswa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian dilakukan di daerah-daerah yang masih memiliki permasalahan. Tidak hanya itu, biasanya lokasi kegiatan K2N berada di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Dapat dikatakan pula, kegiatan K2N adalah kegiatan yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu yang mengarah kepada perbaikan dari permasalahan yang ada di daerah-daerah yang belum maju.

 

Tidak mudah menjadi peserta atau menjalani program K2N. peserta K2N diharuskan melakukan berbagai persiapan dan pada akhirnya melakukan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah yang mengalami permasalahan. Ada dua cara yang dapat dilakukan peserta K2N dalam memecahkan masalah untuk membuat program. Pertama, peserta K2N dihimbau untuk memengaruhi atau mengubah tingkah laku yang sekiranya belum sesuai dengan kondisi ideal dan hal tersebut menjadi permasalahan daerah tersebut yang harus diubah. Kedua, peserta K2N dapat membuat produk atau layanan pada kelompok sasaran. Dua acara yang telah disebutkan tersebut dapat dikreasikan ke dalam bentuk apapun yang dikemas secara menarik agar menarik minat masyarakat. Dalam hal ini, kita masih belum bisa menyebutkan program atau kegiatan yang sesuai atau bisa dilakukan oleh peserta K2N. hal tersebut disebabkan harus adanya contoh permasalahan terlebih dahulu dan biasanya permasalahan tersebut cenderung unik serta tidak terduga sebelumnya.

 

Namun, peserta K2N dapat mengumpulkan informasi dari bahan sekunder sebelum terjun langsung ke lapangan. Bahan sekunder tersebut dapat diperoleh dari buku, internet, dan lain sebagainya. Informasi tersebut penting untuk mempersiapkan diri peserta K2N agar tidak terlalu kaget dan dapat memperkirakan atau mengasumsikan program yang sekiranya sesuai dengan daerah yang dituju. Setelah bahan sekunder ditemukan dan setibanya di daerah tujuan K2N, peserta K2N dapat melakukan tinjauan lapangan terlebih dahulu. Kegiatan awal tersebut biasa disebut asesmen. Peserta tidak akan mengetahui permasalahan dan kebutuhan masyarakat jika tidak melakukan asesmen. Hal ini juga diperlukan untuk melakukan pendekatan dengan penduduk lokal. Pendekatan tersebut akan membuat peserta K2N dan penduduk lokal membaur sehingga penduduk lokal tidak akan membuat jarak yang terlalu jauh dengan peserta K2N. Jika penduduk lokal membatasi diri dengan peserta K2N, maka program tidak akan bisa berjalan atau malah peserta K2N tidak akan mengetahui kondisi masyarakat setempat secara benar.

 

Dalam hal ini, asesmen adalah penilaian kebutuhan dengan melihat kemampuan diri peserta K2N. Perlu ditekankan, hal apa yang menjadi kemampuan diri peserta K2N harus disesuaikan dengan kondisi masyarakaty sebisa mungkin. Masalah yang ada di daerah K2N bisa diatasi atau dapat dilakukan perubahan menjadi lebih baik dengan menggunakan kemampuan diri peserta K2N. selain itu, peserta K2N juga penting melakukan atau mengembangkan kapasitas atau potensi daerah setempat. Pengembangan ini dirasa perlu karena lebih dapat diterima oleh masyarakat dan lebih cepat mengembangkan hal yang sudah ada di masyarakat daripada melakukan terobosan baru yang masih asing di daerah tersebut. aspek yang ditekankan adalah aspek penerimaan masyarakat. Dengan mengembangkan potensi daerah setempat diharapkan masyarakat telah akbrab dan dekat dengan potensi yang belum maksimal tersebut. hal tersebut akan memudahkan peserta K2N maupun masyarakat agar kapasitas yang luput dari perhatian masyarakat atau potensi yang belum maksimal tersebut dapat dijadikan program sehingga masyarakat menjadi tersadarkan akan kekayaan daerah yang dimiliki dan dapat dikembangkan.

 

Jika program telah dijalankan alangkah lebih baiknya jika peserta K2N juga mengajak partisipasi komunitas untuk menjadi kader keberlanjutan perubahan. Hal ini akan menambah seumber daya manusia (SDM) dalam melakukan perubahan. Semakin banyak orang atau masyarakat yang terlibat dalam melakukan program, maka program tersebut akan menjadi maksimal dan tujuan perubahan atau hasil yang diharapkan akan cepat tercapai atau terwujud. Selanjutnya, jika program yang dibuat ingin lebih bagus lagi, peserta K2N diharapkan dapat mengintegrasikan program dengan struktur layanan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Partisipasi kelompok dan masyarakat yang ada di daerah setempat akan memberikan efek yang besar terhadap daerah tersebut. Tambahan, partisipasi kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pelayanan publik juga dapat menjadi penggerak pemberlanjutan proghram di daerah tersebut. peserta K2N yang hanya bisa menjalankan program kurang dari satu bulan dapat memantau atau melihat perkembangan program dari kelompok masyarakat setempat. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa program K2N dilakukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dan memberikan contoh dari permasalahan yang sedang membutuhkan penyelesaiannya. Meskipun waktu pelaksanaan K2N yang tidak lama, tetapi diharapkan peserta K2N dapat memberikan pengaruh terhadap daerah tersebut untuk membuat daerah tersebut menjadi lebih maju daripada sebelumnya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 11, 2014 by in Bebas.
%d bloggers like this: