Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pengarungan Sungai Ciliwung

Air adalah sumber kehidupan manusia. Tanpa air, manusia tidak akan bisa hidup. Hal ini terbalik dengan makanan. Manusia masih dapat bertahan hidup tanpa makanan. Akan tetapi, manusia tidak akan bisa betahan jika hanya makan tanpa minum. Hal tersebut menandakan bahwa air sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Air ini berasal dari mata air yang berada di hulu. Aliran air ini mengalir dalam sungai menuju hlir. Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya, kawasan hulu berada di kawasan Puncak, Bogor dan hilir berada di pesisir Jakarta. Daerah aliran air yang paling terkenal adalah Sungai Ciliwung. Sungai ini menjadi penting dalam menampung dan mengalirkan air dari hulu ke hilir.

 10313807_10204217794312048_7349191708776355909_n

Namun, seiring berkembangnya daerah Jakarta, Sungai Ciliwung sudah tidak bersih dan tidak terawat. Hal tersebut diketahui dalam pengarungan Sungai Ciliwung (27/5) bersama Kopasus (Komandan Pasukan Khusus) yang dilakukan bersama calon peserta K2N (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Indonesia tahun 2014. Pada pengarungan tersebut, Sungai Ciliwung terlihat kotor dan menjijikan. Padahal, pemandangan sekitar Sungai Ciliwung terlihat asri dan layak bila dijadikan objek wisata. Pemandangan kotor dan menjijikan tersebut disebabkan air sungai yang berwarna coklat dan banyak sampah di dalam sungai maupun di kanan dan kiri Sungai Ciliwung. Sampah menumpuk di mana-mana. Bahkan, pohon yang terlihat tinggi pun dipenuhi sampah. Menurut salah satu anggota Kopasus, sampah yang ada di pohon yang tinggi tersebut akibat dari meluapnya air sungai hingga ketinggian pohon tersebut. Hal tersebut disebabkan menumpuknya endapan sampah sehingga air menjadi tinggi. Untungnya, sekarang pemerintah telah mengeruk sampah sehingga air sungai tidak meninggi. Meskipun demikian, sampah masih banyak yang tertinggal maupun terbawa arus. Kesadaran masyarakat yang kurang akan kepedulian terhadap lingkungan meanggengkan sampah-sampah tersebut.

 10342915_10204217796552104_4676598582265140380_n

Oleh karena itu, sebagai mahasiswa yang akan mengabdi kepada masyarakat harus sadar dan peduli terhadap kondisi lingkungan yang memperihatinkan ini. Perbaikan tidak hanya dapat dilakukan di daerah hilir, tetapi daerah hulu juga harus mendapat perhatian. Perbuatan akan menjadi sia-sia jika masyarakat hanya sibuk memperbaiki kondisi hlir, sedangkan kawasan hulu dibiarkan saja tanpa adanya edukasi mengenai sampah. Hal ini menjadi penting karena jika dilihat lebh mendalam, perilaku masyarakat hulu yang tidak peduli lingkunganlah yang menyebabkan kawasan hilir seperti Jakarta menjadi banjir.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 30, 2014 by in Artikel.
%d bloggers like this: