Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pengembangan Ekonomi Kreatif

Pembentukan usaha sedapat mungkin harus berlandaskan sumber daya lokal yang ada di sekitar atau sekeliling kita. Lebih lanjut, pembentukan usaha tersebut akan menggali potensi daerah yang belum terjamah atau belum mempunyai keahlian khusus. Biasanya, setiap daerah mempunyai potensi masyarakat maupun sumber daya alam. Akan tetapi, terkadang masyarakat daerah tersebut tidak mengetahui potensi yang dimiliki. Hal tersebut membuat dibutuhkannya penggerak yang dapat mengedukasi dan memaparkan serta mengabarkan potensi yang belum diketahui masyarakat tersebut. Penggerak tersebut tidak harus mempunyai keahlian khusus. Bahkan, modal yang harus dimiliki penggerak hanya ada satu, yaitu tekad. Jika tekad telah dimiliki, usaha menyadarkan masyarakat akan terwujud dan tidak hanya menjadi wacana belaka. Hal ini sesuai dengan tujuan pelaksanaan K2N (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Indonesia. Para peserta K2N UI diharapkan dapat mengabdi kepada masyarakat dengan menjadi penggerak dari permasalahan yang dihadapi daerah tujuan. Kontribusi seperti itu sudah selayaknya diberikan kepada masyarakat, terutama dari kalangan akademis.

Dalam hal ini, penggerak tidak hanya diartikan sebagai penyadaran masyarakat saja. Penggerak juga harus dapat menciptakan hal-hal yang mampu menjawab permasalahan masyarakat setempat. Misalnya, jika permasalahan yang dihadapi daerah adalah ekonomi, maka kita sebagai penggerak harus menciptakan usaha ekonomi kreatif yang dapat menguntungkan masyarakat. Upaya atau usaha positif terkadang memiliki kendala yang muncul seiring berjalannya waktu. Kendala atau tantangan yang harus siap dihadapi penggerak adalah pendapatan pendanaan modal. Penggerak harus mengetahui siapa dank e mana mencari sumber dana untuk menciptakan potensi masyarakt daerah. Jika modal telah didapat, tantangan selanjutnya adalah penentuan pasar atau konsumen. Hal ini penting untuk mengetahui pasar atau konsumen daerah mana yang dapat dijadikan target sehingga barang yang dihasilkan dari potensi masyarakat dapat menguntungkan masyarakat daerah pembuatnya. Target ini juga harus jeli dilihat, apakah ada atau belum jenis produk sejenis, terutama produk luar negeri. Jika produk sejenis telah ada, produsen atau penggerak harus mencari ciri khas atau pembeda produk yang akan dijual sehingga produk tersebut masih dapat bersaing di pasaran.

Penggerak juga harus mampu menjaring orang-orang yang sekiranya mempunyai potensi untuk bergabung menciptakan ekonomi kreatif. Orang yang diajak bergabung nantinya akan dibentuk soft skill dan hard skill-nya. Selain itu, penggerak juga harus mengarahkan masyarakat untuk memonitoring kegiatan yang telah dilakukan. Hal tersebut dimaksudkan agar indikator keberhasilan usaha dapat terwujud. Perkembangan usaha juga dapat terlihat apakah terjadi penurunan atau kenaikan. Hal tersebut berkaitan dengan kinerja dari masyarakat itu sendiri. Jika usaha ingin lebih dimajukan lagi, ada baiknya membuka kesempatan pekerjaan yang lebih luas lagi. Hal ini akan membuat usaha akan semakin besar dan menjaring banyak konsumen atau masyarakat. Kemudian bisa saja usaha yang telah dibuat melakukan kolaborasi dengan usaha lain sehingga usaha tersebut mempunyai inovasi yang menarik dan masyarakat akan terus tertarik untuk membeli produk. Jika hal tersebut diaplikasikan, usaha akan semakin sukses dan dapat berlanjut ke depannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 30, 2014 by in Artikel, Bebas.
%d bloggers like this: