Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Laporan Bacaan Morfologi: Pembentukan Isyarat dan Modifikasi Menurut Trevor Johnston dan Adam Schembri

Isyarat dapat dijelaskan ke dalam lima parameter pembentukannya, yaitu bentuk tangan, orientasi, lokasi, gerakan, dan gabungan nonmanual. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai morfologi Auslan dengan menunjukkan bagaimana parameter bahasa isyarat digunakan untuk membuat suatu makna, baik satu parameter maupun kombinasi. Dalam bab ini juga akan dijelaskan bagaimana menggunakan morfologi Auslan berdasarkan berbagai sumber makna bahasa. Selain itu, tulisan ini akan memaparkan proses dari pembentukan isyarat itu sendiri. Bahasan mengenai gabungan nonmanual tidak akan dijelaskan pada tulisan ini. Namun, pertama-tama akan dijelaskan mengenai morfologi di dalam isyarat dan bahasa lisan. Bentuk tangan, orientasi, lokasi, gerakan, dan gabungan nonmanual bila digabungkan akan membentuk suatu makna. Mialnya, perubahan gerakan dan orientasi wajah serta tangan dari pemberi pesan akan membuat suatu makna isyarat. Menurut Bloomfield (1993), morfem adalah satuan terkecil makna bahasa. Morfem ini digunakan dalam bahasa untuk membentuk satuan yang lebih besar seperti kata dan isyarat. Isyarat PEOPLE, misalnya, merupakan kombinasi parameter yang dapat dikatakan sebagai morfem tunggal.

Dalam hal ini, morfem dibagi menjadi dua, yaitu morfem bebas dan morfem terikat. Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dan tidak ada penambahan morfem lain. Misalnya, SCHOOL dan LOOK dalam kata bahasa Inggris serta THREE dan HAVE dalam isyarat Auslan. Sebaliknya, morfem terikat adalah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai kata yang independen dan membutuhkan adanya morfem lainnya. Misalnya, sufiks ‘s’ dan ‘ed’ dalam SCHOOLS dan LOOKED. Adanya penambahan sufiks membuat morfem tersebut terikat dan akan mempunyai arti yang berbeda bila tidak ada penambahan morfemnya. Salah satu contoh satuan makna yang dapat dikatakan sebagai morfem terikat dalam AUSLAN adalah sisi pergerakan isyarat THIRTEEN. Perbedaan sisi akan menunjukkan perbedaan morfemnya pula. Misalnya, sisi yang menunjukkan morfem THIRTEEN adalah mengarah ke arah depan dan belakang. Bila pemberi isyarat mengarah ke arah yang lain, dapat dikatakan morfem yang dihasilkan akan berbeda dan tidak mempunyai makna THIRTEEN lagi. Kemudian ada pula mofem dasar dan nondasar. Morfem dasar mempunyai sifat yang sama dengan morfem terikat, sedangkan morfem nondasar mempunyai sifat yang sama dengan morfem bebas. Morfem nondasar dan terikat juga dapat diketahui sebagai afiks. Afiks dalam bahasa Inggris terbagi menjadi dua, yaitu prefiks dan sufiks. Prefiks berada sebelum kata dasar atau berada di awal, seperti re-do, un-happy, disbelieve, non-smoking, dan pre-history. Sufiks berada setelah kata dasar atau berada di akhir, seperti school-s, teach-er, laugh-ed, gentle-ness, dan drink-ing.

Jika berbicara mengenai morfologi, maka hal tersebut akan berkaitan dengan kreativitas. Hal ini disebabkan konsep kreatifitas merupakan aspek penting dalam ilmu struktur morfologi. Kreativitas ini digunakan untuk membentuk sumber gramatikal bahasa agar variasi makna dapat dimengerti terus menerus. Misalnya, dalam bahasa Inggris dapat dengan mudah membedakan dua morfem yang tidak sama, seperti un- dengan fair, un dengan happy, fair dengan less, serta fair dengan ness. Morfem ini dapat dikatakan produktif karena morfem seperti –less dan un- akan membuat bentuk baru dan memiliki arti yang sama bila digabungkan dengan morfem yang lain. Hal yang berbeda ditunjukkan dengan sufiks –th dalam truth, health, growth, depth, dan lain sebagainya. Sufiks –th dapat dikatakan sebagai morfem yang tidak produktif karena sufiks –th tidak bisa ditambahkan ke dalam setiap kata kerja atau kata sifat untuk menjadi bentuk baru. Morfem yang tidak produktif juga dapat ditemui dalam Auslan. Pemberian isyarat Auslan tentang angka kecil mengambil satu tangan alphabet manual Irish. Hanya isyarat angka kecil yang berdasarkan pengejaan tangan Irish yang terus digunakan. Misalnya, isyarat ST GABRIEL’S SCHOOL dan GARDEN yang ditunjukkan dengan pengejaan tangan Irish –G-, sedangkan isyarat HOMOSEXUAL dan HONEYMOON terlihat berdasarkan Irish –H-. Hal tersebut memperlihatkan penggunaan morfem pengejaan tangan Irish tidak produktif dalam Auslan.

Selain itu, morfologi dapat dilihat berdasarkan prosesnya. Proses morfologi ini dibagi menjadi dua, yaitu derivasi dan infleksi. Menurut Bauer (1998) dan Spencer (1991) derivasi adalah proses menciptakan kata dari morfem, sedangkan infleksi adalah penggunaan morfem untuk mengubah kata. Contoh dari derivasi dalam bahasa Inggris adalah sufiks –er.  Morfem yang ditambah dengan sufiks –er akan menciptakan sebuah kata baru yang memiliki keterkaitan dengan orang yang melakukan perbuatan tersebut. Morfem teach, sell, dan believe akan membentuk kata baru bila ditambah sufiks –er menjadi teacher, selling, dan believer. Berbeda dengan derivasi, proses infleksi harus menyertakan konteks gramatikal dalam bahasa Inggris. Hal ini disebabkan infleksi menambahkan informasi gramatikal. Pilihan penggunaan proses infleksi akan menentukan tata bahasa.

Dalam proses pembentukan isyarat, penggunaan isyarat mengalami perkembangan dan penambahan kosakata dari waktu ke waktu. Hal tersebut dialami pula dalam isyarat Auslan. Proses pembentukan isyarat ini dibedakan menjadi lima, yaitu perluasan leksikal, reduplikasi, afiksasi, komposisi, dan penggabungan angka. Maksud dari perluasan leksikal adalah menambahkan makna dari kata yang sudah ada. Dapat dikatakan, perluasan leksikal sama dengan perluasan makna. Misalnya, istilah komputer dalam bahasa Inggris seperti windows, menu, dan file. Akan tetapi, cara kerja perluasan leksikal berbeda dalam Auslan dan bahasa isyarat lainnya. Perluasan leksikal dalam bahasa isyarat dapat memiliki dua arti yang berbeda dengan bentuk isyarat yang sama. Misalnya, isyarat PAY bila dilakukan berulang akan membentuk makna ’rent’ or ‘mortage’. Hal yang bisa membedakan adalah konteks dari pembicaraan sehingga hanya ada satu arti dari isyarat tersebut.

Selanjutnya, proses pembentukan isyarat yang akan dibahas adalah reduplikasi atau pengulangan. Reduplikasi ini digunakan untuk mengubah beberapa makna menjadi mempunyai sebuah leksikal atau makna yang baru. Dalam Auslan, reduplikasi berkaitan dengan nomina dan verba. Maksudnya, perbedaan nomina dan verba dapat terlihat dari adanya pengulangan atau tidak dari sebuah isyarat. Misalnya, isyarat SIT ditunjukkan dengan gerakan menurun sekali. Namun, bila gerakan menurunnya dilakukan berulang akan membentuk isyarat CHAIR. Biasanya, isyarat dengan bentuk tangan yang tidak mengalami pengulangan akan membentuk verba, sedangkan isyarat dengan bentuk tangan yang mengalami pengulangan akan membentuk nomina. Bahkan, pengulangan ini dapat mengubah verba menjadi nomina bila digabungkan dengan ajektiva atau kepemilikan. Misalnya, isyarat verba WORK akan berubah menjadi nomina JOB bila ditambah ajektiva NEW.

Berikutnya, afiksasi adalah proses pembentukan kata baru dari penggabungan morfem bebas dan morfm terikat. Afiks sendiri jarang ditemukan dalam Auslan, BSL, ASL, Israeli  Sign Language, dan bahasa isyarat lainnya. Afiks dalam Auslan adalah sufiks negatif, sufiks refleksif, dan sufiks genitif. Meskipun dalam Auslan tetap ada afiks, tetapi afiks yang ada kurang produktif. Sufiks negatif dalam Auslan ditunjukkan dengan adanya penambahan NOT, DIS-, -LESS, dan UN-. Misalnya, NOT-WANT, DIS-LIKE, USE-LESS, dan UNEMPLOYED. Sufiks refleksif ditandai dengan adanya pronominal di depan kata dasar, seperti MY dan YOUR. Misalnya, MY SELF dan YOUR SELF. Afiks terakhir dalam Auslan adalah sufiks genitif. Sufiks ini terlihat dari adanya hubungan milik. Misalnya, isyarat MOTHER bila ditambah sufiks gen akan membentuk isyarat MOTHER’S yang memiliki hubungan milik.

Tidak seperti afiks, komposisi berhubungan dengan proses penggabungan dua atau lebih morfem bebas untuk membentuk isyarat baru. Contoh dari komposisi ini adalah isyarat PARENTS dan DELICIOUS. Isyarat PARENT diperoleh dari penggabungan isyarat MOTHER dan FATHER. Sementara itu, isyarat DELICIOUS didapat dari hasil penggabungan isyarat TASTE dan GOOD. Contoh lain dari komposisi dalam bahasa Inggris adalah blackboard, bathroom, homework, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, komposisi dapat dilihat sebagai suatu gabungan bentuk yang mempunyai makna lain dari bentuk dasar dua morfem yang berbeda. Penggabungan morfem untuk membentuk komposisi harus berupa kata tunggal dan bukan frasa. Klima dan Bellugi (1979) serta Brennan (1990) menyebutkan ada lima tipe perubahan pembentukan di dalam komposisi leksikal. Pertama, perubahan pembentukan diperoleh dari penyingkatan gerakan isyarat pertama dari komposisi. Misalnya, dalam Auslan komposisi CHECK berasal dari morfem SEE dan MAYBE. Elemen pertama dari komposisi tersebut dikurangi, tetapi gerakan awal masih mengarah kepada isyarat SEE dengan menyentuh muka dari mata turun ke bawah ditambah dengan bentuk tangan isyarat MAYBE.

Kedua, perubahan pembentukan akan mengurangi gerakan berulang jika menyatakan situasi sekarang pada isyarat kedua. Maksudnya, morfem yang seharusnya mempunyai gerakan berulang menjadi tidak ada gerakan berulang karena harus ditambah dengan morfem lainnya untuk membentuk sebuah komposisi. Contohnya, isyarat BELIEVE yang terdiri dari isyarat THINK dan HOLD. Ketiga, bila elemen kedua menggunakan dua tangan, maka elemen kedua tersebut ditempatkan lebih rendah dibandingkan elemen pertama dengan tetap menggunakan bentuk tangan isyarat elemen kedua secara utuh. Keempat, komposisi dapat dibentuk dari satuan tunggal dengan menggunakan banyak gerakan tradisional diantara dua elemen secara lembut dan tidak tetap. Misalnya, isyarat CHECK yang merupakan gabungan SEE dan MAYBE. Isyarat CHECK menjalani asimilasi bentuk tangan dari SEE dan MAYBE. Kelima, komposisi isyarat membentuk sebuah isyarat sederhana dibandingkan dua isyarat. Tambahan, perubahan pembentukan terkadang tidak dapat diprediksi makna komposisinya dengan mengetahui makna dua isyarat yang digabungkan. Misalnya, isyarat LUCKY yang terdiri dari NOSE dan GOOD. NOSE dan GOOD tidak berhubungan dengan LUCKY sehingga makna yang terkandung dari gabungan tersebut tidak bisa ditebak bila tidak mengetahui sejarah bahasanya.

Penggabungan juga dapat dilakukan untuk menerangkan isyarat Auslan tentang waktu. Isyarat waktu, seperti LAST-WEEK, NEXT-WEEK, LAST-YEAR, NEXT YEAR, YESTERDAY, dan TOMMORROW dapat diubah bentuk tangan di awal bila digabungkan dengan angka. Dalam hal ini, isyarat lokasi, orientasi, dan gerakan tetap sama ketika bentuk tangan yang menerangkan angka digabung. Misalnya, isyarat TWO DAYS LATER. Pemberi isyarat hanya perlu menambahkan isyarat TWO di awal bentuk tangan dengan melanjutkannya dengan bentuk tangan TOMORROW.

Sumber

Johnston, Trevor dan Adam Schmbri. 2007. Australian Sign Language: An Introduction to Sign Language Linguistics. Cambridge: Cambridge University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 16, 2014 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: