Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pemantapan Program K2N di Desa Long Loreh

Hari Minggu adalah hari yang penting di Desa Long Loreh. Pada hari ini hampir semua warga berkumpul di gereja. Mayoritas masyarakat Desa Long Loreh yang beragama Kristen membuat bunyi lonceng dan nyanyian anak-anak begitu kencangnya berbunyi meramaikan suasana minggu pagi. Meskipun sebagian besar bekerja sebagai petani, tetapi tidak tampak kesederhanaan yang biasanya menyelimuti profesi ini ketika berada di gereja. Semua orang yang merupakan jemaat gereja menggunakan baju-baju terbaik mereka. Misalnya, jas jika laki-laki dan gaun jika perempuan.

Sosialisasi kehadiran sekaligus perkenalan peserta K2N dengan masyarakat luas dilakukan saat acara gereja telah selesai. Kami bersalaman dengan mengucapkan selamat hari Minggu kepada semua jemaat saat mereka keluar dari gereja. Barisan rapi terlihat dari dua pintu gereja. Satu barisan dari mahasiswa K2N dan barisan di pintu lainnya terdiri dari pengurus gereja. Syukurnya, para jemaat menyambut baik salam dari kami dengan wajah berbinar. Gereja yang sengaja kami datangi memang terkenal dengan jumlah jamaat terbanyak di desa ini sehingga bisa dibilang banyak warga yang akan berkumpul dan mengetahui keberadaan kami walaupun kami sebagian besar bukan pengikut nasrani. Hal ini diperlukan untuk memudahkan sosialisasi program K2N yang akan dibuat sebelum keesokan harinya kami mulai melakukan program ke sekolah.

DSC04716 DSC04713 DSC04712 DSC04711 DSC04710 DSC04715

Selain itu, demi menunjang program bimbingan belajar setelah pulang sekolah, rumah singgah pun kami bersihkan semaksimal mungkin. Pembersihan dilakukan di dalam dan luar rumah singgah. Sampah yang berserakan di samping kanan dan kiri rumah singgah disapu. Daun-daun kering yang mendominasi sampah di sekeliling rumah singgah yang telah disapu memperlancar kobaran api saat pembakaran sampah. Tidak lupa, ada pula yang membersihkan kamar mandi dan membereskan kamar dari baju-baju yang berserakan.

Malam harinya, kami berdiskusi mengenai program apa yang akan dilakukan serta membuat timeline program supaya dapat berjalan sistematis tanpa ada bentrok dari empat aspek yang akan dijalankan. Kebetulan sekali pada malam diskusi tersebut, koordinator dosen yang bernama Bu Yuni datang menyambangi kami. Alhasil, kami saling bertukar pendapat dan mencari solusi atas hasil temuan kondisi masyarakat Desa Long Loreh. Banyak sekali pengalaman dan kondisi masyarakat daerah lokasi K2N lainnya yang dibagikan oleh dosen pembimbing kami tersebut. Tentu saja, pemaparan kondisi masyarakat daerah lainnya tersebut sangat berguna dan menambah wawasan kami akan wilayah pedalaman Indonesia, khususnya Kalimantan Utara. Semua hal yang telah kami dapat menyadarkan akan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat di desa. Hal tersebut disebabkan sebagian besar masyarakat desa masih terbelenggu pikirannya sendiri. Padahal, sumber daya alamnya sangat melimpah.

DSC08920 DSC08919 DSC08923 DSC08918 DSC08925

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 18, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: