Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Pertemuan dan Pengenalan Program K2N dalam Forum Aparatur Desa Long Loreh

Pertemuan dan pengenalan program kepada aparatur desa memang menjadi agenda wajib bagi kami selaku mahasiswa K2N UI. Akan tetapi, kami merencanakam kegiatan ini tidak langsung sehari atau dua hari setelah kami tiba di Desa Long Loreh. Hal ini sengaja dilakukan karena kami harus melihat kondisi dan situasi di Desa Long Loreh. Hal ini juga dimaksudkan agar pada saat pertemuan dalam forum aparatur Desa Long Loreh penyampaian program benar-benar sesuai dan dibutuhkan oleh masyarakat desa. Takutnya, jika tidak diobservasi terlebih dahulu dikhawatirkan program yang telah dirancang di Kota Depok dengan menelepon Kepala Desa Long Loreh tidak dapat dilakukan. Hal tersebut tentu saja dapat membuang waktu kami yang sempit ini.

Namun, rupanya salah satu staf desa yang bernama Pak Matius memberitahukan kepada kami bahwa kami harus mengadakan pertemuan dengan aparatur desa supaya sosialisasi ke masyarakat dapat berjalan dengan baik. Memang, kami belum memberitahukan niatan mengadakan pertemuan tersebut kepada siapapun di desa ini. Kebiasaan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata yang ditempatkan di Desa Long Loreh yang langsung mengadakan pertemuan dengan aparatur desa membuat kami sedikit terlambat atas rencana yang telah dibuat jauh-jauh hari. Kemudian, kami pun langsung mengkomunikasikan perihal pertemuan dengan kepala desa. Hal ini disebabkan kepala desalah yang nantinya akan mengajak warga yang memiliki kapasitas di desa untuk datang ke pertemuan dan pengenalan program K2N UI.

Kegiatan awal mengabdi kepada masyarakat ini dilakukan pada pukul 20.00 WITA di kantor desa. Letak kantor desa yang termasuk jauh dari rumah singgah ini belum memiliki akses jalan yang terang. Hal tersebut membuat kami harus bergelap-gelapan di jalan yang masih dikelilingi hutan belantara. Kami harus membawa senter untuk dapat menerangi jalan. Sesampainya di kantor desa, kami bersalaman dengan beberapa aparatur desa yang sudah hadir terlebih dahulu. Setelah semua petinggi desa datang, kami memaparkan program yang akan dilakukan dengan melihat empat aspek, yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ekonomi kreatif, lingkungan, dan pendidikan. Dari segi PHBS, kami akan bekerja sama dengan sekolah dan Puskesmas untuk mengadakan sosialisasi kesehatan berupa penerapan sikat gigi dan tata cara cuci tangan yang baik dan benar. Kemudian, ada pula peningkatan pariwisata di dua air terjun yang terdapat di dekat desa. Hal tersebut termasuk ke dalam program ekonomi kreatif. Aspek pendidikan akan dilakukan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Peningkatan motivasi belajar, metode pembelajaran efektif, dan pemberian buku bacaan sebanyak 100 buku tiap sekolah. Dari sisi lingkungan, kami akan membuat proposal mobil sampah kepada pemerintah kecamatan Malinau Selatan dan sosialisasi buang sampah di tempat sampah. Untungnya, semua program tersebut disambut baik oleh sebagian besar tokoh masyarakat yang hadir pada forum aparatur desa.

Meskipun demikian, ada pula beberapa tambahan program yang diminta pula oleh salah satu staf desa. Permintaan tersebut adalah pembinaan organisasi karang taruna. Tentu saja, hal tersebut pun mendapat tanggapan baik dari kami agar keberadaan kami memang dibutuhkan masyarakat. Semua tokoh masyarakat termasuk ketua adat juga banyak menerangkan akan membuka seluas-luasnya jaringan di segala sisi untuk menyukseskan program yang akan kami buat. Kebaikan hati tokoh masyarakat ini membuka mata hati kami betapa mereka menghormati kami yang baru hanya menjadi mahasiswa apalagi umur yang terpaut jauh lebih muda. Jabatan maupun kekuasaan tidak membuat mereka berhenti belajar dan meminta bantuan kepada siapapun walaupun kepada orang yang lebih muda dibandingkan usia tokoh masyarakat itu sendiri. Hal tersebut sekiranya yang jauh berbeda dengan sikap para pejabat yang ada di Pulau Jawa. Kini, mereka tinggal menantikan hasil nyata dari pemaparan program kami karena pasti mereka sudah sering mendengarkan berbagai pemaparan berupa angin surga dari berbagai pihak.

Kesediaan para aparatur desa yang datang malam-malam ke kantor desa ini juga membuat kami mempunyai beban tanggung jawab yang harus kami lakukan agar masyarakat Desa Long Loreh bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tidak ketinggalan, berbagai harapan aparatur desa ini menjadi sebuah minyak yang dapat menyulutkan kobaran api semangat untuk melakukan dan mewujudkan berbagai harapan tersebut sebisa dan semaksimal mungkin.

_DSC5664 DSC04707 DSC04705 DSC04699 DSC04700 DSC04704_DSC5672

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 18, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: