Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Penggalian Metode Belajar dan Kebutuhan Murid SMP di Desa Long Loreh

Libur lebaran telah usai, minggu kedua bulan agustus ini menjadi minggu pertama masuk sekolah. Pukul 07.20 WITA adalah jam masuk sekolah menengah pertama yang terpampang di depan pintu gerbang sekolah. Akan tetapi, pada pukul 07.20 pintu gerbang yang berjumlah dua dari arah yang berlainan hanya terbuka satu. Guru yang datang juga baru ada dua orang. Itu pun ruang kelas, ruang guru, dan gerbang masih belum dibuka. Sekitar pukul 07.30 WITA para guru, murid, dan karyawan baru lengkap dan memulai upacara. Hebatnya, SMP ini telah memiliki mars atau lagu sekolah sendiri. Petugas upacara pun diberikan penyemat atau tanda petugas upacara layaknya penamaan daerah pada kontes kecantikan. Upacara berlangsung hikmat dan lancar. Tidak terdengar suara riuh siswa yang mengobrol di barisan.

DSC01568 DSC01567 DSC08959 DSC08966 DSC08962 DSC01585 DSC01588DSC01592DSC01598DSC01600

Setelah itu, kami pun memasuki kelas IX A. Kami masuk di kelas yang guru kelasnya sedang berhalangan hadir sehingga tidak mengganggu kegiatan jam belajar. Di sana, kami membentuk lingkaran dengan hanya menggerakkan kursi seperti pengakuan kumpulan pecandu narkoba di Amerika. Hal tersebut dimaksudkan agar antara kami dengan siswa tidak ada jarak karena ruang kelas cukup besar sementara muridnya tidak terlalu banyak. Hal sederhana yang dilakukan adalah perkenalan diri dengan menyebutkan cita-cita dan mata pelajaran yang disukai. Banyak sekali siswa yang malu untuk berbicara di depan umum. Ada pula yang hanya tersenyum malu, menunduk dengan wajah kemerahan, dan memejamkan mata saat berbicara. Hal tersebut dirasa agak memperihatinkan. Pasalnya, dari cara berbicara mereka dapat diketahui bahwa murid-murid tersebut tidak pernah berbicara di depan teman sekelasnya sendiri. Model pembelajaran satu arah yang semiotoriter mungkin membuat mereka tidak terbiasa berbicara di depan umum.

DSC08992 DSC08993 DSC08995

Dari aspek lain, saat mengungkapkan cita-cita juga murid-murid kelas IX A ini sebagian besar ingin menjadi guru, perawat, dan polisi. Hal tersebut menambah kecurigaan lain. Anggapan buruk yang terlintas adalah apakah murid-murid ini hanya tahu profesi tersebut karena profesi tersebut ada di desa ini atau memang murid-murid banyak mengetahui jenis profesi lainnya tetapi lebih memilih profesi-profesi itu saja. Untuk itu, kami mencoba kembali mengajak bicara murid-murid dengan meminta menyebutkan jenis profesi yang diketahui. Sebagian besar menggeleng walaupun ada pula yang sangat banyak menyebutkan profesi yang diketahuinya. Kemudian kami meminta anak-anak tersebut menuliskan di selembar kertas mengenai profesi apa saja yang diketahui. Hal tersebut disebabkan adanya dugaan bahwa anak-anak masih malu untuk berbicara di depan umum. Hasilnya, anak-anak kebanyakan menulis profesi sekitar minimal 15-25 jenis. Hal tersebut menandakan bahwa sebenarnya murid-murid telah tahu profesi apa saja yang bisa diambil untuk menjadi pekerjaan di masa depan. Namun, mungkin tidak adanya dorongan orang tua dan kebutuhan hidup ke ladang yang besar membuat mereka tidak ada pilihan lain selain berladang. Hal ini membuat keprihatinan tersendiri atas permasalahan hidup murid SMP di Desa Long Loreh. Oleh karena itu, perlu adanya penyemangat dan wawasan tambahan mengenai profesi yang dapat ditekuni generasi penerus bangsa ini. Hal tersebut bisa dituangkan ke dalam bentuk mading atau majalah dinding yang berisikan berbagai jenis profesi sehingga murid-murid mempunyai motivasi atau semangat dalam bersekolah. Tentu saja, hal tersebut harus dibuat sendiri oleh murid-murid pada hari lain dengan memperhatikan atau menekankan semangat belajar.

DSC09005 DSC09007 DSC09008 DSC09014 DSC09002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 19, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: