Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Perpustakaan SMP Negeri 2 Malinau Selatan Tidak Ada Buku Bacaan

Perpustakaan identik dengan sebuah tempat yang memiliki ratusan buku yang berbeda jenis. Semua siswa dapat melihat atau meminjam buku koleksi sekolah. Perpustakaan pun selalu buka mulai dari jam masuk sekolah hingga jam pulang sekolah. Biasanya, hampir semua sekolah mempunyai perpustakaan. Mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Akan tetapi, sekolah yang bagus belum tentu memiliki perpustakaan yang bagus pula. Bagus atau tidaknya perpustakaan sebenarnya relatif atau tergantung melihatnya dari sudut pandang yang mana. Logikanya, perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang tidak hanya menyediakan buku pelajaran, tetapi juga menyediakan buku bacaan lainnya. Hal ini dimaksudkan agar siswa sekolah mendapat wawasan tambahan yang luas di luar dari kegiatan belajar mengajar di kelas. Tolok ukur wawasan siswa dapat terlihat dari seberapa banyak buku bacaan yang telah dibaca. Jika siswa banyak membaca, dapat dipastikan wawasan siswa tersebut akan lebih banyak dibandingkan siswa lainnya yang jarang membaca buku. Hal ini menunjukkan bahwa peranan perpustakaan sangat penting untuk menambah wawasan siswa.

Hal yang berbeda justru ditunjukkan oleh perpustakaan SMP Negeri 2 Malinau Selatan. Tidak seperti perpustakaan di sekolah lainnya, perpustakaan SMP Negeri 2 Malinau Selatan hanya menyediakan buku pelajaran. Buku pelajaran tersebut pun dipakai sehari-hari dalam kegiatan belajar mengajar. Jika murid sekolah pada umumnya mempunyai buku pelajaran yang dibeli dan dijadikan pedoman pembelajaran, murid sekolah menengah yang terletak di tengah hutan ini hanya mengandalkan buku pelajaran dari perpustakaan. Mereka tidak diminta membeli buku pelajaran karena memang tidak ada toko buku dan tingkat ekonomi masyarakat yang masih rendah. Namun, buku pelajaran yang notabene buku bantuan pemerintah tersebut hanya diambil saat mata pelajaran tersebut sedang berlangsung. Itu pun tergantung dari pihak guru yang ingin menggunakan buku pelajaran yang ada di perpustakaan atau tidak. Hal ini membuat bacaan anak menjadi terkungkung oleh instruksi guru. Siswa tidak bisa membaca dengan leluasa buku pelajaran. Hal tersebut disebabkan buku pelajaran tidak bisa dibawa pulang. Siswa sekolah ini hanya bergantung kepada catatan dari buku tulisnya sendiri. Kondisi seperti ini tidak mengherankan bila siswa SMP Negeri 2 Malinau Selatan tidak memiliki wawasan yang luas layaknya siswa sekolah lain yang mempunyai buku pelajaran sendiri yang bisa dipelajari kembali di rumah.

DSC00339 DSC00340 DSC00341 DSC00342 DSC00343 DSC00344 DSC00345 DSC00346 DSC00347 DSC00349

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 24, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: