Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sosialisasi HIV & AIDS dan NAPZA di SMA Negeri 5 Malinau

Di Desa Long Loreh terdapat tempat pelayanan kesehatan berupa Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas. Dalam Puskesmas tersebut, terdapat tiga orang dokter yang memang sengaja didatangkan khusus dari Jawa. Tiga dokter tersebut terdiri atas dua dokter umum dan satu dokter gigi. Selebihnya, kebanyakan pekerja di Puskesmas ini adalah perawat. Puskesmas ini menjadi tempat kesehatan yang paling diandalkan di beberapa desa di sekitar Desa Long Loreh. Hal ini disebabkan beberapa desa hanya mempunyai Posyandu dan tidak ada tempat kesehatan lain. Di Desa Langap sebenarnya ada rumah sakit bergerak yang bangunannya terbuat dari peti kemas, tetapi tetap saja jika ada apapun terkait rujukan atau pemberitahuan harus atas persetujuan dan sepengetahuan pihak Puskesmas Long Loreh.

Dalam hal ini, pihak Puskesmas Long Loreh telah memiliki sejumlah program untuk dapat mengatasi atau mencegah masalah kesehatan. Salah satu program yang rutin diadakan pihak Puskesmas adalah sosialisasi kesehatan. Sosialisasi kesehatan ini dapat berupa penyuluhan di gereja, Posyandu, atau sekolah. Kebetulan, pada bulan Agustus ini pihak Puskesmas sedang ada program sosialisasi kesehatan di SMP dan SMA. Sasaran sosialisasi yang merupakan remaja ini membuat pihak Puskesmas mengangkat tema HIV AIDS dan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Hal ini dirasa penting untuk diketahui oleh remaja di Desa Long Loreh karena hampir sebagian besar remaja di desa ini perokok aktif dan peminum minuman keras atau yang biasa disebut di desa ini sebagai ciu. Bila dibiarkan begitu saja, pemuda di Desa Long Loreh bisa merambah ke dunia sejenis seperti memakai narkoba dan lain sebagainya. Sebelum hal tersebut terjadi, alangkah lebih baiknya jika pemuda di Desa Long Loreh diberikan penyuluhan mengenai hal tersebut. Hal ini dimaksudkan agar pemuda di Desa Long Loreh mengetahui dampak negatif dari barang haram tersebut sebelum barang terlarang itu tersebar di desa ini.

Pada saat penyuluhan dilakukan di SMA Negeri 5 Malinau, pihak Puskesmas yang memberikan informasi adalah dua dokter umum. Dokter umum ini ada yang laki-laki dan ada yang perempuan. Peserta penyuluhan tersebut terdiri dari siswa kelas 1, 2, dan 3. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan LCD. Meskipun demikian, penyampaian penyuluhan kurang membuat para siswa menaruh perhatian penuh. Banyaknya peserta penyuluhan menjadikan luasnya ruangan kelas tidak terlalu lowong. Namun, pengeras suara di sekolah tidak dapat menyuarakan suara dokter yang menyampaikan penyuluhan. Alhasil, siswa yang duduk di belakang tidak terlalu mendengar suara dokter dan mengobrol sendiri. Hal tersebut dikeluhkan oleh beberapa siswa saat ditanya keesokan harinya. Kemudian, hal yang membuat penyuluhan semakin tidak menarik adalah jawaban dokter yang terlalu singkat dan kurang dimengerti oleh para siswa. Padahal, antusias penanya dari siswa cukup tinggi. Siswa yang bingung tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan sehingga siswa tersebut masih terbelenggu oleh kebingungan. Akibatnya, penyuluhan dapat dikatakan kurang efektif. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pihak Puskesmas Long Loreh agar penyuluhan ke depannya dapat dimengerti peserta penyuluhan.

DSC00403 DSC00408 DSC00410 DSC00414 DSC00416 DSC00418 DSC00422 DSC00423 DSC00425 DSC00427 DSC00430 DSC00431 DSC00434 DSC00437 DSC00439 DSC00440 DSC00443 DSC00444 DSC00445 DSC00449 DSC00453 DSC00459 DSC00461 DSC00468 DSC00469

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 24, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: