Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Upacara Kemerdekaan RI di Lapangan Kecamatan Malinau Selatan

“Tujuh belas Agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita. Hari merdeka nusa dan bangsa. Hari lahirnya bangsa Indonesia. Mer..de..ka..” Ya, Indonesia telah merdeka dan terbebas dari penjajahan bangsa lain sejak 69 tahun yang lalu. Tepat pada tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia di seluruh daerah dari Sabang hingga Merauke melakukan penghormatan dengan mengadakan upacara peringatan kemerdekaan. Hal tersebut pula yang dilakukan warga Kecamatan Malinau Selatan. Berbagai desa mulai dari Desa Langap, Pelancau, Long Loreh, dan Sengayan berkumpul di lapangan kecamatan untuk upacara HUT RI bersama Pak Camat. Tidak hanya itu, berbagai lapisan masyarakat pun berkumpul mengikuti acara setahun sekali ini. Dari kalangan sekolah terdapat siswa SD dan SMP. Siswa SMA tidak terlihat dalam barisan upacara karena ada yang mengikuti paskibaraka dan paduan suara. Ada pula dari kalangan kesehatan seperti petugas Puskesmas. Bahkan, para pekerja tambang batu bara dari perusahaan BDMS, MA, dan KPUC turut hadir meramaikan barisan upacara.

DSC00003 DSC00006 DSC00007 DSC00008 DSC00002 DSC00013 DSC00014DSC00034 DSC00036DSC00039

Upacara yang dipimpin oleh perwakilan polisi ini berlangsung lancar. Pasukan paskibaraka yang diperkirakan berjumlah empat puluh lima orang ini menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Para tokoh adat yang memakai topi khas Dayak pun mengikuti upacara dengan tenang. Padahal, usia tokoh adat ini bisa dibilang banyak yang telah lanjut usia atau lansia. Setelah selesai upacara, para pejabat kecamatan menuju kantor kecamatan untuk makan siang bersama. Kemudian, acara dilanjutkan dengan lomba marathon 10 km untuk pria dan 5 km untuk perempuan. Sore harinya, lomba yang diadakan pihak kecamatan adalah lomba panjat pinang dan ditutup dengan lomba sepak bola. Sayangnya, akhir perlombaan diisi dengan adanya tindakan tidak terpuji pemuda desa yang tengah terpengaruh minuman keras. Suasana yang sangat ramai memenuhi lapangan kecamatan seketika bubar dengan cepat setelah kegiatan tawuran sedikit terjadi. Insiden tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masalah minuman keras masih harus ditangani oleh pemerintah di tengah usia yang tidak muda lagi. Jangan sampai usia Indonesia yang semakin matang ini masih harus diganggu oleh masalah minuman keras sehingga pemerintah tidak akan bisa melangkah lebih maju. Hal tersebut disebabkan pemerintah pastinya ingin menuntaskan permasalahan yang ada sebelum melebarkan sayap ke dunia lain yang lebih unggul dan bermatabat.

DSC00020 DSC00047 DSC00026 DSC00022 DSC00053 DSC00054 DSC00057 DSC00059

Efek buruk dari minuman keras juga tidak boleh dianggap remeh. Ketergantungan akan minuman ini akan menyebabkan berbagai hal negatif yang dapat merusak tubuh maupun hal-hal di luar tubuh. Hal negatif tersebut dapat berupa tawuran, suka mencuri uang orang tua untuk membeli minuman keras, dan berbagai tindakan negatif lainnya yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Untuk itu, seharusnya peredaran minuman keras ini sudah dapat diatasi pemerintah agar masyarakat Desa Long Loreh bisa lebih sehat dan produktif dalam berpikir serta bertindak.

DSC00050 DSC00051 DSC00052 DSC00044 DSC00092 DSC00093 DSC00096 DSC00117 DSC00121 DSC00131 DSC00148 DSC00156 DSC00160 DSC00176 DSC00178 DSC00192 DSC00195

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 24, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: