Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Wawasan Masa Depan Murid di SMA Negeri 5 Malinau

Sekolah merupakan salah satu cara yang paling memungkinkan seseorang untuk menaikkan status maupun strata sosial. Semua itu tidak memandang keturunan, asal daerah, atau kedudukan orang tua. Asal murid atau siswa yang sedang bersekolah memiliki keterampilan yang memuaskan dalam hal akademis, siswa tersebut tidak harus takut tidak dapat melanjutkan sekolah. Hal ini disebabkan siswa yang cerdas akan dibutuhkan oleh negara maupun perusahaan. Pasti akan banyak beasiswa yang menghampiri siswa cerdas tersebut. Akan tetapi, siswa tersebut juga harus berusaha mencari tahu informasi beasiswa. Hal tersebut disebabkan program beasiswa biasanya mengharuskan siswa yang ingin mendapat beasiswa mendaftarkan diri sendiri. Hal ini disebabkan banyaknya pencari beasiswa dan kuota beasiswa yang juga banyak.

Namun, informasi beasiswa yang sangat banyak tersebut tidak merata penyebarannya. Jangankan informasi beasiswa, informasi perguruan tinggi saja juga tidak semua anak di setiap daerah di Indonesia mengetahuinya. Hal tersebut yang dialami oleh murid di SMA Negeri 5 Malinau. Hampir semua siswa tidak mengetahui informasi perguruan tinggi. Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mereka ketahui hanya Universitas Mulawarman. Hal ini disebabkan Desa Long Loreh selalu didatangi oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Mulawarman. Mungkin, jika universitas yang terletak di Samarinda tersebut tidak mendatangi Desa Long Loreh, murid SMA 5 Malinau tidak tahu perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Hal ini tidak mengherankan karena letak Desa Long Loreh yang berada di tengah hutan belantara ini masih belum tersentuh perhatian pemerintah. Jalan menuju akses desa saja masih mengandalkan jalan proyek batu bara.

Hal yang lebih memprihatinkan adalah pada saat ditanya salah satu siswa kelas 11 IPS menyebutkan bahwa cita-citanya menjadi dokter. Sungguh, pengakuan cita-cita tersebut sedikit membuat hati saya miris dan sedih. Padahal, jika anak tersebut ingin menjadi dokter seharusnya anak tersebut masuk jurusan IPA. Hal sederhana seperti jurusan yang bisa dambil ketika ingin memasuki perguruan tinggi saja tidak diketahui oleh siswa-siswi SMA Negeri 5 Malinau. Wawasan yang masih sangat jauh tertinggal dibandingkan wawasan siswa SMA lainnya semakin menambah potret buruk pendidikan di Indonesia. Jika dibiarkan berlarut keadaan seperti ini, maka sekolah tidak akan berkembang. Oleh karena itu, sudah menjadi rahasia umum bila sekolah yang biasa-biasa saja akan tetap menjadi biasa, sedangkan sekolah yang bagus akan tetap menjadi bagus. Hal tersebut disebabkan tidak adanya peningkatan mutu dan penyamarataan kualitas pendidikan. Penyebaran wawasan yang sama dalam hal apapun oleh siswa di seluruh daerah dirasa akan membuat semua siswa memiliki kesempatan yang sama. Dengan begitu, persaingan akan lebih terasa dan benar-benar mencetak generasi bangsa yang merata di seluruh daerah dan tidak terpusat di kota-kota besar saja.

DSC00213 DSC00214 DSC00215 DSC00217 DSC00218 DSC00219 DSC00222 DSC00224 DSC00225 DSC00227 DSC00229 DSC00232

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 24, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: