Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Berkunjung ke Ladang Warga Desa Long Loreh

Untuk menunjang kegiatan pembuatan kompos di SMA Negeri 5 Malinau pada keesokan harinya, perlu adanya kotoran sapi agar pembusukan sampah organik bekerja maksimal. Kotoran sapi dipilih karena pada kotoran tersebut sudah ada zat yang mampu membuat sampah organik membusuk dan menjadi kompos. Sebenarnya, tidak harus kotoran sapi. Kotoran ayam, kambing, atau hewan lain juga bisa dijadikan bahan campuran kompos. Akan tetapi, kualitasnya yang berbeda. Kualitas yang paling bagus adalah kotoran sapi. Agak sulit mencari kotoran sapi di tengah masyarakat yang dominan beragama nasrani ini. Kebanyakan masyarakat memlihara babi. Itu juga dapat dibilang sedikit. Sebagian besar masyarakat Desa Long Loreh bekerja sebagai petani. Untungnya, tetangga rumah singgah ada yang mempunyai sapi di ladangnya. Nama tetangga kami yang beternak sapi adalah Pak Rukhli. Beliau adalah pensiunan polisi yang sekarang mengisi hari tuanya dengan berladang dan beternak. Jarak ladang dengan rumah terbilang jauh apalagi jalanan yang masih bebatuan. Seorang diri Pak Rukhli menggarap ladang dan hewan ternaknya.

Ladang Pak Rukhli seluas delapan hektar. Luasnya ladang tersebut dibeli oleh Pak Rukhli hanya sebesar lima belas juta rupiah. Sungguh, harga tersebut masih sangatlah murah bila dibandingkan harga tanah di Jawa. Sesampainya di ladang, hal pertama yang terlihat adalah beberapa sapi yang sudah berlarian ke arah Pak Rukhli. Mungkin sapi-sapi ini sudah tahu jika sang pemilik datang maka akan ada makanan yang diberikan. Kotoran sapi yang terdapat di kandang tidak dibiarkan berceceran begitu saja. Khusus kotoran yang ada di kandang dijadikan satu tumpukan. Namun, Pak Rukhli sendiri tidak tahu harus diapakan kotoran sapi tersebut. Hal tersebut sangat disayangkan karena wawasan pembuatan kompos dengan sampah organik dan kotoran sapi masih belum diketahui. Padahal, kotoran sapi tersebut bisa dijadikan bahan campuran dengan sampah organik sehingga hasil komposnya dapat menyuburkan tanah ladang. Jika kotoran sapi tersebut dapat dijadikan kompos akan lebih baik untuk menunjang hasil ladang dan mengurangi biaya pembelian kompos.

Selain itu, di tanah miliknya Pak Rukhli terdapat beberapa kolam ikan. Benihnya dulu dibeli dari Kota Malinau. Sekarang, ikan lele dan ikan nila yang dikembangbiakan sudah besar-besar. Tanaman yang ditanam pun beraneka ragam dan sudah mulai berkembang. Di ladang yang luas tersebut Pak Rukhli menanam buah naga, lae, durian montong atau durian Thailand, gaharu, kayu ulin, rambutan, dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan semua. Pemikiran Pak Rukhli yang visioner membuat pemikirannya tersebut dapat dijadikan contoh agar tiap individu dapat berkembang atau produktif hingga masa tua. Tidak hanya itu, pelajaran yang dapat diambil dari kisah Pak Rukhli ini adalah setiap orang harus jeli melihat peluang yang ada di masyarakat sekitarnya. Potensi yang masih belum tergali harus dikembangkan supaya bisa mendatangkan berkah tidak hanya bagi individu itu sendiri tetapi dapat berguna pula bagi masyarakat luas. Tidak ketinggalan, kotoran sapi ang didapat dari ladang Pak Rukhli ini sangat berguna bagi program pembuatan kompos di SMA dan bermanfaat pula bagi Pak Rukhli dalam berladang.

DSC00563 DSC00579 DSC00584 DSC00585 DSC00587 DSC00604 DSC00601 DSC00600 DSC00596 DSC00607 DSC00623 DSC00628 DSC00633 DSC00642 DSC00647 DSC00652 DSC00666 DSC00674 DSC00679 DSC00703 DSC00702 DSC00696 DSC00686 DSC00685 DSC00709 DSC06336 DSC06337 DSC06341 DSC06342 DSC06343 DSC06351 DSC06362 DSC06371 DSC06374 DSC06377 DSC06384 DSC06399 DSC06415 DSC06416 DSC06427 DSC06434 DSC06438 DSC06464 DSC06467

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: