Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sektor Pariwisata Air Terjun Marthin Billa di Sekitar Desa Long Loreh Mati Suri

Berbicara mengenai sektor atau segi ekonomi, Desa Long Loreh memiliki beragam jenis transaksi jual beli yang dapat menunjang kegiatan ekonomi. Meskipun transaksi jual beli di desa ini masih sedikit, tetap saja masyarakat mengandalkan kegiatan ini untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Kebanyakan masyarakat di desa ini yang berladang membuat pasokan makanan di rumah-rumah tidak perlu dikhawatirkan. Akan tetapi, bila masyarakat hanya berkutat untuk mencari makanan sehari-hari tanpa adanya pemenuhan kebutuhan lainnya dapat dikatakan masyarakat desa ini statis atau tidak berkembang. Pengembangan masyarakat akan terjadi ketika pola pikir luas dan berbagai kebutuhan selain primer terpenuhi. Hal ini dimaksudkan masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan sekunder ataupun tersier akan dapat terus meningkatkan taraf kehidupan yang lebih baik. Hasil pengembangan masyarakat ini diharapkan dapat berimbas kepada sektor lainnya, seperti pendidikan, pariwisata, dan pembangunan desa. Ketika semua sektor kehidupan berjalan dan berkembang, potensi-potensi yang ada di desa akan tereksplor dan menambah energy tersendiri bagi desa agar tidak terlalu timpang dengan daerah lainnya. Intinya, pemerataan kehidupan akan terwujud jika masyarakat desa menggali sendiri dan mengembangkannya untuk membangun desa sehingga desa tidak perlu lagi mengandalkan pemerintah pusat yang belum tentu melirik.

Salah satu sektor yang dapat dikembangkan dan menjadi asset yang sangat berharga adalah sektor pariwisata. Hal ini penting karena sektor pariwisata dapat mengangkat suatu daerah dengan cepat dan mampu menjadi sumber penghasilan bagi suatu desa untuk membangun atau membangkitkan sektor lainnya. Contoh yang dapat dilihat adalah Pulau Bali. Di pulau tersebut masyarakatnya sangat mengembangkan budaya dari sektor pariwisata. Semua panorama alam yang ada dikelola dengan baik sehingga Bali menjadi penghasil devisa yang besar bagi Indonesia. Berdasar hal tersebut, Desa Long Loreh akan sedikit meniru dengan mengembangkan sektor pariwisata. Di desa ini sektor pariwisata ada dua tempat. Dua tempat wisata tersebut adalah Air Terjun Marthin Billa dan Air Terjun Sungai Udang. Pada kesempatan kali ini, Air Terjun Marthin Billa akan menjadi topik bahasan. Harapan dari sektor pariwisata ini semoga dapat menyadarkan potensi alam desa sehingga Desa Long Loreh dapat menjadi tujuan para pecinta jalan-jalan. Keterbukaan desa dan masuknya orang luar ke desa ini akan mengubah hal-hal lain kea rah lebih positif dalam bebagai aspek layaknya Bali.

Air terjun yang diberi nama bupati ketika lokasi ini ditemukan merupakan potensi alam yang dekat dengan Desa Long Loreh. Jarak tempuh dari Desa Long Loreh ke Air Terjun Marthin Billa sekitar dua jam dengan menggunakan mobil. Sebagian jalan sudah diaspal oleh pemerintah. Akan tetapi, tetap saja masih banyak jalan yang tidak diaspal. Jalanan proyek harus dilewati dengan pemandangan kanan dan kiri berupa lahan yang telah hangus dibakar. Hal ini sungguh disayangkan karena pemandangan pepohonan hutan Kalimantan yang sangat terkenal sebagi paru-paru dunia sudah tidak hijau melainkan hitam. Selain itu, pemandangan tanah yang berpotensi longsor juga menjadi pemandangan yang tidak dapat dihindari di perjalanan. Tidak mengherankan jika banyak orang yang mengatakan bahwa jalanan ke arah Air Terjun Marthin Billa rawan longsor dan tidak jarang menutup jalan sehingga mobil tidak bisa melewati jalan.

Setibanya di gapura selamat datang Air Terjun Marthin Billa, tumpukan tanah telah menghadang jalan. Tumpukan tanah akibat longsor tersebut membuat para wisatawan yang hendak ke air terjun harus jalan setapak. Untungnya, jalanan lain tidak tertimbun tanah sehingga masih dapat menuju dan melihat Air Terjun Marthin Billa. Di kompleks wisata tersebut terdapat beberapa bangunan tempat menginap yang sudah lama tidak terawatt. Kondisi memprihatinkan itu terlihat dari banyaknya lumut dan kayu yang menghitam. Selain itu, beberapa atap dan lantai kayu sudah hilang dari tempat yang seharusnya alias bolong. Biasanya, tempat menginap tersebut dapat digunakan oleh siapa saja warga yang ingin menginap mengingat jarak tempuh yang terhitung jauh dari Desa Long Loreh. Penginapan tersebut dapat dipakai secara gratis asal tempatnya masih ada. Tidak jauh dari tempat penginapan tersebu terdapat jembatan yang telah putus. Jembatan yang seharusnya menjadi penghubung untuk melewati sungai yang airnya bersumber dari Air Terjun Marthin Billa ini tidak dapat menjalankan tugasnya karena adanya longsor di bagian tepi jembatan. Semua fasilitas yang dulunya ada sebagian besar rusak akibat longsor. Sebagiannya lagi fasilitas tidak terawatt setelah Bupati Marthin Billa lengser dari jabatannya.

Sayang, adanya unsur politik menyebabkan bupati baru tidak mau melanjutkan perawatan tempat wisata ini. Hal tersebut disebabkan air terjun ini dinamakan Marthin Billa. Bila memang pemerintah ingin serius menggarap sektor pariwisata seharusnya diadakan penggantian nama atau upaya lainnya agar air terjun ini terus dikunjungi masyarakat dan menjadi kebanggaan desa setempat. Terlepas dari belenggu tersebut, air terjun ini sangat memesona. Airnya jernih, debit airnya juga banyak, dan masih terdapat ikan di dasar kolam dekat ar terjun. Pokoknya, air terjun ini sangat cocok menjadi hiburan masyarakat.

DSC07099 DSC07105 DSC07109 DSC07113 DSC07115 DSC07117 DSC07128 DSC07134 DSC07137 DSC07146 DSC07153 DSC07157 DSC07159 DSC07182 DSC07187 DSC07199 DSC07207 DSC07208 DSC07251 DSC07252 DSC07289 DSC07290 DSC07291 DSC07295 DSC07296 DSC07299 DSC07311 DSC07312 DSC07338 DSC07346 DSC07360 DSC07361 DSC07410 DSC07411

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: