Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Sosialiasi PHBS di Gereja Long Loreh

Jika sebelumnya penyuluhan dilakukan di Posyandu, kali ini sosialisasi serupa akan dilakukan di gereja. Hal ini disebabkan penyuluhan di Posyandu hanya mencakup ibu-ibu yang mempunyai balita. Padahal, sasaran sosialisasi harus mencakup semua kalangan di Desa Long Loreh ini. Pemilihan tempat di gereja dirasa cocok untuk mencapai target sasaran. Untungnya, pihak gereja memang sering mengadakan penyuluhan yang diundang khusus untuk mengedukasi jemaat atau penyuluhan dari pihak luar. Kondisi agama di Desa Long Loreh yang hampir 90% adalah umat Kristen membuat penyuluhan di gereja akan menjadi efektif. Hal ini disebabkan banyak warga yang hadir di gereja sehingga peserta sosialisasi juga akan banyak.

Sosialisasi yang dilakukan ialah empat indikator pola hidup bersih dan sehat yang harus ditingkatkan di desa ini. Enaknya sosialisasi di gereja ini ada proyektor atau LCD. Dengan adanya hal tersebut, sosialisasi pun dilakukan tidak hanya melalui lisan tetapi juga ada visualisasinya yang dapat memudahkan masyarakat menyerap informasi penyuluhan dengan baik. Empat indikator yang disosialisasikan, yaitu tidak merokok dalam rumah, pemberantasan jentik nyamuk, ASI Eksklusif, dan air bersih. Dari empat indikator tersebut, pihak warga atau masyarakat atau jemaat sangat tertarik dengan bahasan ASI Eksklusif dan tidak merokok dalam rumah. Ketertarikan tersebut dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan seputar dua indikator itu.

Pertanyaan demi pertanyaan mengalir bergantian dari jemaat yang satu dengan jemaat yang lainnya. Ketidaktahuan dan adanya pengalaman yang telah dilakukan mendorong keingintahuan masyarakat. Pada indikator tidak merokok dalam rumah, masyarakat menanyakan apakah ada obat yang dapat menyembuhkan kebiasaan merokok. Lebih tepatnya, masyarakat ingin tahu apakah ada cara instan untuk mengubah kebasaan buruk tersebut. Dalam hal ini, sebenarnya ada saja obat yang dapat mengubah kebiasaan merokok, tetapi obat tersebut hanya mengurangi dosis buruk dari rokok sehingga perokok tidak kaget. Meskipun ada obat, tetapi tetap saja kalau tidak ada niat dari perokok tersebut untuk berubah akan tidak terlalu berpengaruh. Hal ini yang sekiranya belum disadari oleh masyarakat Desa Long Loreh. Mereka yang bukan perokok mencoba mencari cara agar perokok dapat berhenti merokok dengan instan. Padahal, pada kenyataannya menumbuhkan niat perokok untuk berhenti merokok sangatlah dibutuhkan agar perokok tersebut sadar dan akan berhenti dengan sendirinya. Perbuatan akan menjadi sia-sia jika perokok hanya diberikan obat atau permen sebagai pengganti rokok tetapi tidak adanya kesadaran dan edukasi yang baik mengenai bahaya merokok dan sebagainya.

DSC07041 DSC07042 DSC07043 DSC07057 DSC07066 DSC07074 DSC01396 DSC01413 DSC01440 DSC01485 DSC01486 DSC01488 DSC01489 DSC01499 DSC01500

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2015 by in Bebas.
%d bloggers like this: