Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Antropologi Kognitif atau Kultural

Ketika membahas kognisi maupun budaya secara keseluruhan, pemahaman terkait teori skema dan konektivisme harus dapat diketahui. Teori skema ini digunakan sebagai kerangka dasar ketika membahas kognisi maupun budaya. Hal yang dimaksud teori skema sendiri adalah teori yang menerangkan bahwa  pemikiran dan tindakan yang dilakukan secara tidak langsung ditentukan oleh dunia luar atau lahiriah. Hal tersebut membuat diperlukannya mediasi oleh prototipe yang dipelajari. Di lain pihak, konektivisme berkaitan dengan ketersambungan antara satu hal dengan hal yang lainnya dari sekumpulan yang dipelajari dari pengalaman terdahulu atau sebelumnya. Dalam hal ini, konektivisme digunakan untuk beradaptasi atau menyesuaikannya dengan situasi yang baru dengan mengatur improvisasi. Hal tersebut disebabkan konektivisme akan menyambungkan pengalaman-pengalaman yang sudah ada dengan pengalaman yang baru sehingga ketika akan bertindak indivdu akan mengkaitkan satu hal dengan hal yang lainnya jika memiliki persamaan konteks maupun situasi.

Teori skema dan konektivisme itu juga akan berkaitan dengan proses individu dalam memahami sebuah budaya. Pemahaman budaya sendiri memiliki empat titik pusat kesenderungan, yaitu pemahaman budaya secara keseluruhan bertahan lama dalam suatu individu, pemahaman relatif stabil secara historis maupun diproduksi dari generasi ke generasi, pemahaman diterapkan berulangkali dalam variasi konteks yang luas, dan pemahaman budaya dibagikan pada beberapa tingkatan di dalam kelompok sosial. Dari semua titik pusat kecenderungan dapat diambil pemahaman bahwa pengalaman mempunyai peran penting dalam menyumbang isi kognisi manusia. Adanya pengalaman membuat adanya kegiatan yang sengaja dilakukan dari bagian kognisi manusia. Hal tersebut membentuk perilaku yang pada akhirnya menjadi budaya sebuah masyarakat karena perilaku tersebut harus dilakukan sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat. Di samping itu, budaya juga dapat dikatakan masuk ke dalam ranah publik dan pribadi. Hal ini disebabkan, baik publik maupun pribadi,  keduanya berada di dunia dan berada dalam pikiran manusia.

 

Bahan Acuan

Borofsky, Robert. 1994. Assessing Cultural Anthropology. New York. McGraw Hill.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: