Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Bahasa, Budaya, dan Kognisi

Jika sebelumnya bahasa dihubungkan dengan individu dan masyarakat, pada tulisan ini akan dibahas mengenai hubungan bahasa, budaya, dan kognisi. Tentu saja, bahasa memerlukan kognisi yang sama antarpemakai bahasa sehingga bahasa tersebut dapat dipahami bersama. Kognisi ini mengarah kepada pemahaman manusia dalam memahami bahasa secara luas, termasuk pengucapan dan maknanya. Biasanya, kognisi ini akan terisi dengan seiring bertambahnya pengalaman dan interaksi yang ada di masyarakat. Ketika seseorang akan melakukan sesuatu pastinya sedikit kurangnya dipengaruhi oleh kognisi. Dalam hal ini, pemikiran seseorang direfleksikan melalui bahasa sehingga dengan melihat bahasa dapat diketahui bagaimana pemikiran seseorang tersebut.

Sementara itu, bila berbicara terkait pengalaman dan interaksi yang ada di masyarakat aspek budaya mau tidak mau akan masuk di dalamnya. Hal ini disebabkan budaya mempengaruhi cara berperilaku maupun berpikir seseorang. Selain itu, budaya juga ikut mengajarkan batas alam dan pengalaman manusia, baik pengalaman positif maupun negatif. Adanya budaya membuat konstruksi kognisi manusia menjadi melibatkan nilai budaya pada setiap perilakunya. Dengan kata lain, kognisi manusia akan selalu menghubungkan dengan budaya. Pemikiran seperti itu akan dapat mengubah bahasa yang diucapkan manusia. Misalnya, pada masyarakat Jawa ketika berbicara harus melihat terlebih dahulu mitra tuturnya. Hal ini disebabkan berbeda mitra tutur berbeda pula bahasa yang digunakan. Ketika berbicara dengan orang yang lebih muda atau teman sebaya akan menggunakan bahasa ngoko, sedangkan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua harus menggunakan bahasa krama atau bahkan krama inggil. Kondisi tersebut diperoleh dari adanya pertimbangan budaya dalam proses kognitif manusia. Oleh karena itu, bahasa tidak akan pernah alami karena bahasa terus berevolusi atau berubah untuk menyesuaikan dengan budaya.

 

Bahan Acuan

Everett, Daniel. 2012. Language: The Cultural Tool. 1996. London: Profile Books.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: