Sekelumit Pikiran

Tak Menentu

Bahasa dan Identitas Budaya

Hal yang diyakini di sini adalah adanya keterkaitanantara bahasa yang digunakan oleh anggota kelompok sosial dengan identitas budaya. Penanda identitas budaya ini dapat terlihat dari aksen, kosakata, maupun pola wacana yang dikeluarkan melalui bahasa. Meskipun demikian, identitas budaya berdasakan ras sebenarnya akan tampak lebih mudah untuk dibedakan. Misalnya, masyarakat di Singapura yang tidak akan kesulitan mengidentifikasi perbedaan antara orang India dan Tiongkok. Hal tersebut disebabkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kulit orang India yang sawo matang dengan kulit orang Tiongkok yang putih. Kondisi tersebut menandakan bahwa stereotipe budaya ikut membantu proses identifikasi identitas budaya. Namun, antara satu ras dengan ras yang lain juga memiliki banyak persamaan yang akan sulit dibedakan satu sama lain. Hal tersebut dibutuhkan penanda lain untuk melihat identitas budaya suatu masyarakat.

Penanda identitas budaya lainnya juga terlihat ketika seseorang melakukan penyilangan bahasa atau dengan kata lain menyisipkan kata-kata tertentu yang khas dan hanya dimengerti suatu masyarakat tertentu. Tindakan seseorang mencampurkan kosakata yang berbeda tersebut dilakukan sebagai langkah menunjukkan identitas budaya seseorang tersebut. Misalnya, seseorang yang menggunakan bahasa Indonesia dengan sengaja melafalkan kosakata bahasa Jawa untuk menunjuk kata tertentu sehingga dapat diketahui bahwa seseorang tersebut merupakan bagian dari masyarakat Jawa tanpa seseorang tersebut menyebutkan asal atau identitas budayanya. Tidak hanya itu, penanda identitas budaya juga dapat dikenali dalam skala yang lebih besar seperti dalam skala nasional di dalam sebuah negara. Identitas budaya dalam skala nasional ini biasanya ditandai dengan adanya penggunaan bahasa standar yang disepakati bersama dari beberapa atau banyaknya bahasa di negara tersebut sebagai bahasa pemersatu.  Bahasa standar ini dilestarikan melalui budaya cetak yang ditujukan untuk melayani berbagai kepentingan politik, ekonomi, dan ideologi.

 

Bahan Acuan

Kramsch, Claire. 1998. Language and Culture. New York: Oxford University Press.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 11, 2016 by in Laporan Bacaan, Linguistik.
%d bloggers like this: